By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 17 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Hakim Minta Kejagung Usut Rp4,8 Triliun Kasus Nadiem Makarim, Transparansi Keadilan untuk Rakyat
Pemerintah

Hakim Minta Kejagung Usut Rp4,8 Triliun Kasus Nadiem Makarim, Transparansi Keadilan untuk Rakyat

Diajeng Maharini
Last updated: July 1, 2026 3:23 pm
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id  — Majelis hakim tidak mengabulkan tuntutan jaksa untuk membebankan pembayaran uang pengganti sekitar Rp4,8 triliun dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tahun anggaran 2020-2022 yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. Dalam pertimbangan putusan, hakim memahami tuntutan itu dimohonkan jaksa untuk memaksimalkan pemulihan keuangan negara.

“Menimbang pada permohonan kedua sebesar Rp4 triliun sekian yang didalilkan sebagai peningkatan harta kekayaan yang tidak seimbang berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara tahun 2022, dan mekanisme pembalikan beban pembuktian Pasal 37 dan Pasal 37A UU Tipikor, Majelis Hakim memahami semangat memaksimalkan pemulihan keuangan negara yang melandasinya, namun semangat tersebut harus berjalan dalam koridor asas legalitas, kepastian hukum, dan proporsionalitas,” kata hakim di PN Tipikor Jakarta, Selasa (30/6).

Hakim menyatakan permohonan uang pengganti Rp4,8 triliun tidak dapat dikabulkan karena alasan hukum tertentu. Majelis hakim menilai mekanisme hukum yang digunakan tidak tepat dalam perkara tersebut.

Putusan Hakim dan Prinsip Kepastian Hukum

Majelis hakim menegaskan bahwa pemulihan keuangan negara harus tetap dalam koridor hukum. Asas legalitas, kepastian hukum, dan proporsionalitas menjadi dasar pertimbangan utama. Hakim juga menyebut terdapat lima alasan penolakan permohonan jaksa. Salah satunya adalah ketidaktepatan jalur hukum yang ditempuh dalam perkara.

Meski demikian, hakim tidak menolak adanya indikasi ketidakseimbangan harta kekayaan. Namun penanganannya harus melalui mekanisme hukum yang sesuai aturan. Majelis hakim kemudian merekomendasikan langkah lanjutan kepada penyidik Kejaksaan Agung. Yakni penelusuran melalui dugaan tindak pidana pencucian uang.

Vonis dan Uang Pengganti Terpisah

Dalam perkara ini, Nadiem Makarim dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Selain itu, ia dikenakan denda sebesar Rp1 miliar. Hakim juga menetapkan uang pengganti sebesar Rp809,5 miliar. Jika tidak dibayar, diganti dengan pidana tambahan lima tahun penjara. Putusan ini dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Salah satu hakim anggota memiliki pendapat berbeda atau dissenting opinion. Hakim tersebut menilai dakwaan tidak terbukti dan seharusnya terdakwa dibebaskan.

You Might Also Like

Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Mengancam Keseimbangan Kekuasaan di Indonesia
Harga iPhone Naik, Dompet Rakyat Turun: Partai X Kritik Negara yang Diam Saat Barang Mewah Diutamakan!
Saat Kekuasaan Menjadi Tujuan, Negeri Dalam Cengkeraman Penguasa Terjadi
Sri Mulyani Bicara Adab, Tapi Dimana Adab Fiskal Negara?

Respons terhadap Pemulihan Kerugian Negara

Kasus ini kembali menyoroti upaya pemulihan kerugian keuangan negara. Penegakan hukum diminta tetap sejalan dengan prinsip keadilan. Rekomendasi hakim membuka ruang penelusuran aset melalui jalur TPPU. Hal ini dinilai sebagai langkah lanjutan dalam pengungkapan aset negara.

Pandangan Partai X: Negara Wajib Melindungi Uang Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menegaskan kembali tugas negara. Negara memiliki tiga tugas utama, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Menurutnya, kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral. Ia menilai pemulihan aset negara harus dilakukan tanpa celah hukum yang lemah. Namun tetap harus menghormati prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Prinsip Partai X dalam Penegakan Hukum

Partai X menegaskan bahwa penegakan hukum harus berpihak pada keadilan rakyat. Tidak boleh ada diskriminasi dalam proses hukum terhadap pelaku korupsi. Prinsip utama Partai X adalah keadilan sosial dan transparansi negara. Setiap proses hukum harus terbuka dan dapat diawasi publik.

Partai X juga menekankan pentingnya integritas aparat penegak hukum. Penegakan hukum tidak boleh terpengaruh kepentingan pemerintahan maupun ekonomi. Selain itu, pemulihan aset negara harus menjadi prioritas utama. Namun tetap dilakukan sesuai mekanisme hukum yang sah dan terukur.

Solusi Partai X untuk Penguatan Anti Korupsi

Partai X mendorong penguatan sistem pelacakan aset berbasis digital nasional. Sistem ini harus terintegrasi antara lembaga penegak hukum dan keuangan negara. Audit harta kekayaan pejabat harus dilakukan secara berkala dan transparan. Publik harus dapat mengakses informasi kekayaan pejabat secara terbuka.

Selain itu, mekanisme TPPU perlu diperkuat sebagai jalur utama pemulihan aset.
Penegakan hukum harus fokus pada pengembalian kerugian negara. Partai X juga mendorong reformasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Digitalisasi penuh diperlukan untuk mengurangi potensi korupsi sejak awal.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas dalam pengelolaan negara. Keadilan hukum harus berjalan seiring dengan pemulihan kerugian negara. Negara wajib memastikan uang rakyat tidak hilang tanpa pertanggungjawaban. Transparansi dan kepastian hukum harus menjadi fondasi utama penegakan hukum.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan disebut tidak secara eksplisit menyampaikan rencana kabar PHK. Kabar PHK 2500 Buruh Jatim Dikritik, Pemerintah Diminta Lindungi Kesejahteraan Pekerja
Next Article Krisis total nasional Krisis Total Nasional dan Hilangnya Arah Bangsa

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Rapat TNI Hadapi Era Teknologi, Partai X: Jangan Sampai Rakornis Jadi Rutinitas Kosong!

May 8, 2025
Cak Nun, meramalkan bahwa Iran akan diserang oleh Israel. Tapi ini bukan ramalan mistik, melainkan pembacaan mendalam
Pemerintah

Ramalan Cak Nun 2012: Israel Serang Iran karena Struktur Ketatanegaraannya Kokoh

June 27, 2025
Pemerintah

Hukum Bukan Pembela: Ketika Hukum Tidak Lagi Menjaga Hak Asasi Manusia

March 12, 2026
Pemerintah

Proyek Siluman Indonesia: Saat Anggaran Negara Dipermainkan

January 20, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.