By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 22 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Fenomena Kepatuhan Administratif Semu dalam Sektor Publik
Pemerintah

Fenomena Kepatuhan Administratif Semu dalam Sektor Publik

Diajeng Maharani
Last updated: January 21, 2026 2:30 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Kepatuhan administratif semu dalam sektor publik telah menjadi fenomena yang mengancam integritas pengelolaan anggaran negara di Indonesia. Meskipun dokumen administratif terlihat lengkap dan sesuai prosedur, kenyataannya, banyak proyek yang tercatat dalam anggaran pemerintah tidak memberikan hasil yang signifikan atau bahkan tidak terlaksana sama sekali. Proyek-proyek semu ini, yang sah secara administratif, sering kali hanya menjadi sarana bagi oknum tertentu untuk memanipulasi anggaran negara demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Fenomena Proyek Siluman: Kepatuhan Administratif Semu

Proyek siluman adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proyek yang administrasinya lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun realisasi di lapangan jauh dari harapan atau bahkan tidak ada sama sekali. Di Indonesia, fenomena ini berkembang pesat di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga sektor sosial. Di sektor pendidikan, misalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sering kali diselewengkan melalui laporan pengeluaran fiktif yang disusun rapi, meskipun fasilitas pendidikan di lapangan tetap dalam kondisi yang memprihatinkan.

Begitu juga dengan proyek-proyek infrastruktur yang tercatat telah selesai 100% sesuai laporan. Namun kenyataannya, sebagian besar proyek tersebut tidak dapat digunakan atau bahkan mangkrak. Hal ini terjadi karena proyek-proyek tersebut hanya ada dalam bentuk dokumen administratif yang sempurna, tetapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kasus Terkini: Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Infrastruktur

Salah satu contoh paling mencolok dari fenomena kepatuhan administratif semu adalah kasus-kasus korupsi dalam pengadaan barang dan infrastruktur yang terungkap belakangan ini. Misalnya, pada proyek-proyek jalan yang dilaporkan sudah selesai, namun kenyataannya hanya mencapai kemajuan fisik 50% atau bahkan lebih rendah. Di beberapa kasus, kontraktor yang memenangkan tender tidak memiliki kapasitas modal atau teknis untuk menyelesaikan proyek. Adapun yang menyebabkan proyek mangkrak meskipun anggaran sudah habis tercairkan.

Dalam kasus yang lebih spesifik, Kementerian Agama menemukan ketidaksesuaian antara kualitas katering yang disediakan untuk jemaah haji dengan dokumen yang menunjukkan pembayaran penuh atas spesifikasi makanan yang jauh lebih berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa proyek yang disahkan dengan dokumen administratif yang lengkap sering kali hanya digunakan untuk meraup keuntungan ilegal tanpa memperhatikan kualitas atau manfaat bagi masyarakat.

Solusi untuk Mengatasi Kepatuhan Administratif Semu

Untuk mengatasi fenomena ini, beberapa solusi mendalam perlu diterapkan, baik secara teknis maupun struktural. Salah satunya adalah penerapan Pembuktian Terbalik dalam penegakan hukum terhadap pejabat yang memiliki kekayaan yang tidak sebanding dengan penghasilannya. Ini akan memberikan beban pembuktian kepada pejabat tersebut untuk membuktikan bahwa harta yang dimilikinya diperoleh secara sah.

You Might Also Like

Prabowo Beri Surat Terima Kasih, Partai X: Rakyat Butuh Terima Keadilan, Bukan Surat!
Keadilan Hilang: Negara Menggusur atas Nama Kemajuan
Korupsi 31 RSUD, Partai X Desak KPK Bongkar Aktor Utama!
Kemenko Pangan 10 Agenda Ketahanan Pangan, Partai X: Ketahanan Rakyat Lebih Penting!

Selain itu, digitalisasi pengelolaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa (E-Procurement dan E-Budgeting) perlu diperkuat agar setiap perubahan dalam anggaran dapat tercatat dengan transparan. Sistem digital ini memungkinkan adanya jejak audit yang jelas, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga realisasi di lapangan. Dengan demikian, akan memudahkan dalam memverifikasi apakah laporan yang diajukan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan atau hanya sebatas rekayasa dokumen administratif.

Pentingnya Pengawasan yang Lebih Ketat dan Transparansi

Solusi lainnya adalah memperkuat pengawasan internal di setiap instansi pemerintah. Pengawasan yang lebih ketat dan berbasis audit investigatif dapat meminimalisir celah bagi terjadinya proyek siluman. Pemerintah juga perlu memperbaiki mekanisme pengawasan eksternal, seperti BPK. Hal ini agar lebih fokus pada deteksi adanya manipulasi atau rekayasa dalam proyek-proyek yang terlihat sah secara administratif.

Namun, reformasi ini tidak dapat berjalan tanpa adanya komitmen dan kebijakan yang mendukung. Oleh karena itu, peran serta masyarakat juga sangat penting dalam mendorong transparansi anggaran dan pengawasan yang lebih akuntabel.

Kesimpulan: Mengakhiri Praktik Kepatuhan Administratif Semu

Fenomena kepatuhan administratif semu dalam sektor publik tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merugikan rakyat yang seharusnya menerima manfaat dari anggaran negara. Untuk mengakhirinya, diperlukan langkah-langkah konkret, seperti penerapan hukum yang lebih tegas, penggunaan teknologi untuk transparansi, serta pengawasan yang lebih independen. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat dan pembangunan yang berkelanjutan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sistem Pengadaan Elektronik di Tengah Mafia Proyek dan Persekongkolan Tender

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mengingatkan bahwa Undang-Undang Narkotika tetap memungkinkan aparat menjerat pengguna narkoba
Pemerintah

UU Narkoba Ketinggalan, Partai X: Rehabilitasi Itu Hak, Bukan Bonus Kalau Penggunanya Terkenal!

July 21, 2025
Seputar Pajak

Pesangon & Pensiun Kena Pajak, Partai X: Hentikan Pajak atas Jerih Payah Rakyat!

October 14, 2025
Pemerintah

Negara Salah Urus: Kekuasaan Aman, Rakyat Terancam

December 29, 2025
Pemerintah

Panglima TNI Minta Sirine Sesuai Aturan, Partai X: Aturan Jangan Cuma untuk Rakyat!

September 23, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.