By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 17 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Energi Hijau Berujung Duka: Ironi PLTA Batang Toru
Pemerintah

Energi Hijau Berujung Duka: Ironi PLTA Batang Toru

Diajeng Maharani
Last updated: December 15, 2025 1:40 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – PLTA Batang Toru sejak awal dipromosikan sebagai proyek kebanggaan nasional ikon energi hijau, energi bersih, dan transisi menuju masa depan rendah emisi. Namun realitas di lapangan berkata lain. Alih-alih menjadi simbol kemajuan, proyek ini justru meninggalkan jejak luka ekologis dan sosial yang semakin terlihat jelas setelah bencana besar melanda Tapanuli pada 2025.

Sebelum pembangunan dimulai, Batang Toru adalah benteng alami yang menjaga kestabilan air dan tanah di Sumatera Utara.
Namun proses pembangunan PLTA mengubah wajah kawasan itu secara drastis:

  • lebih dari 70 ribu hektare hutan hilang,
  • lereng-lereng bukit dipapas untuk jalan akses dan terowongan,
  • sungai alami dialihkan,
  • habitat Orangutan Tapanuli terfragmentasi,
  • dan daya serap air hutan berkurang tajam.

Ketika hutan kehilangan kemampuannya menjaga air, banjir bandang bukan lagi potensi melainkan kepastian.

Bencana Tapanuli: Realitas yang Tak Bisa Lagi Ditutup dengan Narasi Energi Hijau

Longsor dan banjir bandang yang menghantam Tapanuli pada 2025 menunjukkan bahwa proyek di hulu dan penderitaan di hilir memiliki hubungan langsung. Arus air yang menghanyutkan rumah, jembatan, bahkan nyawa, membawa pesan yang tidak bisa dibantah: kerusakan ekosistem di Batang Toru memperparah skala bencana.

Namun narasi resmi justru mengalihkan perhatian pada cuaca ekstrem, seakan-akan alam bekerja sendirian tanpa campur tangan manusia. Ironinya, proyek yang digembar-gemborkan sebagai solusi masa depan justru menjadi bagian dari masalah masa kini.

Pemerintah Daerah Menutup Mata dari Akar Masalah

Gubernur Sumatera Utara menyatakan banjir disebabkan curah hujan tinggi, bukan deforestasi. Sikap ini bukan hanya keliru secara ilmiah, tetapi juga:

You Might Also Like

KPK Luncurkan Indikator MCP 2025! Partai X: Apakah Ini Senjata Ampuh Cegah Korupsi Daerah?
Rakyat Rusak Karena Pemerintah Menikmati Sistem Negara Rusak
Ketika Pemerintah Mengabaikan Kewenangan: Batas Kekuasaan Kabur dalam Negara Demokrasi
Menteri Purbaya ke BNPB, Penanganan Bencana Harus Prioritas!
  • meredam urgensi evaluasi izin,
  • membuat perusahaan-perusahaan besar tetap merasa aman,
  • menghambat kebijakan pemulihan ekologis,
  • dan menenangkan kritik publik tanpa memecahkan masalah.

Ketika bencana menghantam warga, pemerintah daerah justru memilih menyangkal kontribusi kerusakan lingkungan sebuah sikap yang memperpanjang derita masyarakat.

Ironi Terbesar: Proyek Hijau yang Menghitamkan Masa Depan

PLTA seharusnya menjadi sumber energi yang ramah lingkungan.
Namun di Batang Toru, “hijau” menjadi jargon kosong karena:

  • proyek dibangun di kawasan paling sensitif hidrologinya,
  • ekosistem rusak lebih dulu sebelum listrik dihasilkan,
  • masyarakat lokal tidak menjadi penerima manfaat utama,
  • dan risiko bencana justru meningkat.

Energi boleh hijau, tetapi proses yang merusak alam akan tetap membawa konsekuensi gelap.

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R. Saputra memberi tanggapan keras:

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Tapi ketika negara menyebut proyek ini hijau tetapi mengabaikan kerusakannya, maka tiga tugas itu tidak dijalankan.”

Ia menegaskan bahwa energi hijau tidak boleh menjadi topeng untuk membenarkan eksploitasi.

“Jika rakyat di hilir menderita akibat proyek yang disebut hijau, itu bukan transisi energi itu kegagalan moral pemerintah.”

Solusi: Energi Berkelanjutan Harus Sejalan dengan Keamanan Ekologis

Partai X menawarkan langkah konkret untuk memastikan proyek energi tidak lagi merusak lingkungan dan mengorbankan rakyat:

  • Audit menyeluruh PLTA Batang Toru oleh tim independen
    Meliputi dampak hidrologi, stabilitas tanah, dan risiko jangka panjang.
  • Revisi lokasi dan metode konstruksi proyek energi di daerah rawan
    Proyek harus menyesuaikan ekologi, bukan memaksa ekologi menyesuaikan proyek.
  • Moratorium proyek baru di kawasan bernilai konservasi tinggi
    Termasuk hulu DAS dan habitat satwa kritis.
  • Program restorasi besar-besaran di Batang Toru dan Tapanuli
    Fokus pada pemulihan fungsi ekologi, bukan penanaman seremonial.
  • Sistem mitigasi bencana modern
    Berbasis data ilmiah, bukan keputusan yang terlambat.
  • Transparansi penuh dalam AMDAL, kajian risiko, dan aliran dana proyek
    Publik berhak tahu apa yang dipertaruhkan.

PLTA Batang Toru mengungkap ironi besar dalam pembangunan Indonesia: label “hijau” tidak otomatis menjamin keselamatan rakyat maupun kelestarian alam. Jika negara hanya mengejar megawatt tetapi mengabaikan ekosistem dan manusia yang hidup di dalamnya, maka pembangunan itu kehilangan tujuan moralnya.

Energi hijau seharusnya menghidupkan harapan, bukan menciptakan duka. Sudah saatnya pemerintah meluruskan arah agar masa depan energi tidak dibayar dengan kerusakan ekologis dan korban manusia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Teknologi Canggih Tanpa Tanggung Jawab: Ketika Perekayasaan Mengabaikan Kemanusiaan
Next Article Menteri Keuangan Purbaya Tolak Salurkan Balpres Ilegal, Minta Solusi Cepat dan Tepat untuk Korban

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Stabilitas Makro yang Ditopang Perusahaan Zombie Indonesia pada Penguasa
Ekonomi

Stabilitas Makro yang Ditopang Perusahaan Zombie Indonesia pada Penguasa

January 12, 2026
Pemerintah

Prabowo Tegaskan Pemerintah Kuat Menangani Bencana, Bencana Jangan Dikelola Setengah-setengah!

December 17, 2025
Pemerintah

Aturan Baru Kawasan Hutan: Solusi atau Beban Baru? Partai X: Rakyat Harus Jadi Prioritas, Bukan Korban Aturan

March 12, 2025
Ekonomi

Pengendalian Harga Beras Berhasil, Partai X: Perlu Perbaikan Berkelanjutan!

December 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.