By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 21 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Di Balik Agenda Isu Global: Mengorbankan Keadilan untuk Kepentingan
Internasional

Di Balik Agenda Isu Global: Mengorbankan Keadilan untuk Kepentingan

Diajeng Maharani
Last updated: January 21, 2026 2:28 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id— Dalam dua dekade terakhir, dunia menyaksikan kebangkitan agenda isu global yang digagas untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat manusia seperti kemiskinan, kelaparan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 tujuannya, seolah menjadi konsensus besar yang diterima oleh hampir seluruh negara. Dengan bahasa yang mulia dan tujuan yang tampak manusiawi, agenda ini menawarkan solusi yang tampaknya tak terbantahkan. Namun, di balik tampilan rapi tersebut, terdapat persoalan mendalam yang perlu diperhatikan. Hal ini yakni potensi agenda global ini menjadi instrumen yang memaksakan standar universal tanpa memberi ruang untuk kedaulatan lokal atau demokrasi sejati.

Kesalahan dalam Menerima Agenda Global Tanpa Kritikan

Agenda global seperti SDGs terlihat mulia di permukaan, tetapi ketika diterima tanpa kritik atau ruang untuk interpretasi yang berbeda, ia berisiko menjadi alat kontrol. Tanpa kontrol demokratis yang ketat dan tanpa penyesuaian terhadap konteks lokal. Agenda tersebut justru dapat mengorbankan prinsip-prinsip keadilan sosial dan kedaulatan negara. Hal ini membawa dampak serius, di mana standar global yang ditetapkan oleh negara-negara besar atau organisasi internasional sering kali tidak sesuai dengan kondisi atau prioritas negara berkembang.

Penerimaan tanpa syarat terhadap solusi global ini dapat menciptakan ketidaksetaraan, karena negara-negara dengan sumber daya terbatas atau dengan kebutuhan yang berbeda dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan yang tidak memperhitungkan situasi mereka.

Dampak terhadap Keadilan Sosial dan Kedaulatan Negara

Ketika negara mengikuti agenda global tanpa mempertimbangkan konteks lokal, ada beberapa dampak yang muncul, di antaranya:

  • Mengabaikan kebutuhan domestik: Negara-negara berkembang sering kali terpaksa mengalokasikan sumber daya mereka untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh agenda global. Sementara masalah domestik seperti pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan masih belum teratasi.
  • Kehilangan kedaulatan dalam pengambilan keputusan: Negara-negara harus mengikut kebijakan yang sering kali dipengaruhi oleh kelompok atau negara besar. Adapun yang dapat mengurangi kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang paling sesuai dengan kebutuhan lokal mereka.
  • Kesenjangan antara negara maju dan berkembang: Penerapan standar yang sama untuk semua negara dapat memperlebar jurang kesenjangan antara negara kaya dan negara miskin. Karena negara-negara maju memiliki lebih banyak sumber daya untuk mengikuti kebijakan ini, sementara negara berkembang sering kali berjuang dengan tantangan yang lebih besar.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Harus Mempertimbangkan Kepentingan Rakyat

Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa negara memiliki kewajiban utama untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin besar. Menurutnya, negara harus lebih berhati-hati dalam menerima dan mengimplementasikan agenda global yang tidak sesuai dengan kondisi domestik.

“Ketika agenda global dipaksakan tanpa mempertimbangkan kebutuhan rakyat. Negara kehilangan kontrol untuk melindungi rakyat dan mengatur pembangunan yang sesuai dengan kedaulatan mereka. Proyek kemanusiaan yang mulia bisa menjadi alat kontrol yang mengurangi ruang untuk keputusan yang demokratis,” ujar Rinto Setiyawan.

You Might Also Like

Uang Negara Nganggur, Partai X: Bentuk Satgas Tak Cukup, Dana Harus Segera Turun ke Rakyat!
TNI Akan Rekrut 24.000 Tamtama Urus Pertanian, Partai X: Petani Tak Butuh Tentara, Tapi Lahan dan Harga Pantas!
Prabowo Hapus Tunggakan Iuran JKN, Partai X: Keadilan Sosial Harus Nyata, Bukan Wacana!
Cak Nun: Hidup Adalah Perang! Saatnya Kita Berjuang Mewujudkan Konstitusi Langit

Solusi untuk Menyeimbangkan Agenda Global dan Kedaulatan Nasional

Agar agenda global tidak justru merugikan kedaulatan negara dan keadilan sosial, beberapa langkah strategis perlu diambil:

1. Penilaian Dampak Kritis terhadap Kebutuhan Lokal

Setiap agenda global yang akan diterapkan harus melalui penilaian dampak yang mendalam untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan domestik dan tidak mengabaikan prioritas rakyat.

2. Menjaga Kedaulatan dalam Pengambilan Keputusan

Penting untuk memastikan bahwa kebijakan internasional yang diadopsi negara harus mempertimbangkan konteks sosial, ekonomi, dan budaya lokal. Negara harus memiliki hak penuh untuk memilih solusi yang paling tepat bagi rakyatnya.

3. Mendorong Diskusi dan Partisipasi Publik

Proses pembuatan kebijakan internasional harus melibatkan lebih banyak diskusi antara negara-negara dan masyarakat sipil. Hal ini dengan mempertimbangkan berbagai perspektif untuk memastikan bahwa setiap kebijakan mendukung kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan kedaulatan negara.

4. Menyeimbangkan Prioritas Global dan Nasional

Kebijakan global harus seimbang dengan kebijakan nasional yang memprioritaskan pengentasan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan pembangunan yang berkelanjutan untuk rakyat. Negara harus berusaha menjaga fleksibilitas dalam kebijakan yang memungkinkan penyesuaian sesuai dengan situasi domestik.

Penutup

Agenda isu global dengan berbagai tujuannya yang mulia, jika tidak diterima dengan pertimbangan yang matang, bisa berisiko mengorbankan keadilan sosial dan kedaulatan negara. Negara harus mampu menavigasi tantangan ini dengan bijak. Memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan memberikan manfaat nyata bagi rakyat dan tidak hanya menjadi instrumen kontrol yang menguntungkan negara atau kelompok tertentu. Negara tetap harus berpegang pada mandat dasarnya: melindungi, melayani, dan mengatur rakyat demi tercapainya kesejahteraan yang adil dan merata.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ogah Bayar Denda, Penegakan Hukum Harus Tegas pada Perusahaan Bandel!
Next Article Kepatuhan Administratif Semu: Masking Korupsi dengan Dokumen Rapi

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Sekolah Rakyat Sasar Komunitas Adat, Partai X: Kalau Benar Sasar, Pastikan Tak Cuma Sekali Foto Lalu Hilang!
Pendidikan

Sekolah Rakyat Sasar Komunitas Adat, Partai X: Kalau Benar Sasar, Pastikan Tak Cuma Sekali Foto Lalu Hilang!

July 3, 2025
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menilai ijazah capres-cawapres bukan dokumen rahasia. Ia menegaskan informasi
Pemerintah

DPR Sebut Ijazah Capres Bukan Rahasia, Partai X: Rakyat Butuh Transparansi, Bukan Drama!

September 17, 2025
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengajak perempuan menjadi tulang punggung ekonomi desa lewat koperasi.
Ekonomi

Perempuan Diajak Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Partai X: Jangan Disuruh Menopang, Tapi Tak Diberi Akses Lahan!

July 9, 2025
Seharusnya tidak menjauhkan perhatian dari kompleksitas persoalan masalah dalam negeri yang terus menumpuk.
Pemerintah

24 Dubes Diproses DPR, Partai X: Banyak yang Dikirim Keluar, Tapi Masalah Dalam Negeri Jangan Dibiarkan!

July 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.