beritax.id – Demokrasi tanpa fondasi menyebabkan ketidakpastian sosial yang meresahkan. Ketika kepemimpinan negara tidak memiliki dasar yang kuat, kebijakan-kebijakan yang diambil seringkali tidak konsisten dan tidak berpihak pada rakyat. Negara yang seharusnya memberikan kestabilan dan keadilan malah terjebak dalam kebingungan dalam menghadapi tantangan sosial, yang hanya memperburuk ketimpangan ekonomi dan sosial.
Kepemimpinan yang Tidak Tegas dan Tidak Konsisten
Pemimpin yang tidak memiliki fondasi yang jelas menyebabkan kebijakan yang diambil sering berubah-ubah. Hal ini menciptakan ketidakpastian di kalangan masyarakat, terutama di sektor ekonomi dan sosial. Ketidakpastian ini menyebabkan masyarakat tidak tahu harus mengharapkan apa, dan mencegah mereka untuk merencanakan masa depan yang lebih baik. Ini bukan hanya merugikan rakyat, tetapi juga mengganggu stabilitas negara.
Tugas Negara yang Terabaikan
Prayogi R Saputra, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Namun, ketika kepemimpinan tidak memiliki arah yang jelas, tugas-tugas tersebut sering terabaikan. Kebijakan tidak lagi berfokus pada kebutuhan rakyat, melainkan lebih pada kepentingan pemerintahan atau kelompok tertentu yang ingin mempertahankan kekuasaan.
Solusi untuk Memperbaiki Demokrasi yang Sehat
- Reformasi Kepemimpinan yang Berdasarkan Prinsip Keadilan dan Moralitas
Pemerintah harus memperkuat kepemimpinan yang memiliki visi jangka panjang dan berdasar pada prinsip moralitas dan keadilan sosial. Kepemimpinan yang jelas dan adil akan memberikan arah yang tepat dalam pengambilan keputusan. - Peningkatan Partisipasi Rakyat dalam Pembuatan Kebijakan
Rakyat harus lebih diberdayakan untuk terlibat dalam pembuatan kebijakan yang memengaruhi hidup mereka. Dengan meningkatnya partisipasi rakyat, keputusan yang diambil akan lebih mencerminkan kepentingan bersama. - Penguatan Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pemerintahan
Pemerintah harus lebih transparan dan akuntabel dalam setiap keputusan yang diambil. Setiap kebijakan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat, sehingga mereka merasa dilibatkan dan dihargai. - Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepemimpinan yang Etis
Pendidikan kewarganegaraan yang menekankan pentingnya etika dan moralitas dalam kepemimpinan harus diperkuat. Rakyat dan pemimpin harus sadar bahwa negara ini ada untuk melayani kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Kesimpulan
Demokrasi tanpa fondasi hanya akan memperburuk ketidakpastian sosial dan menghalangi kemajuan negara. Negara harus kembali pada tugas utamanya untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang konsisten, adil, dan inklusif. Reformasi dalam kepemimpinan dan partisipasi rakyat adalah langkah penting untuk membangun kembali negara yang stabil dan berkeadilan.



