beritax.id – Pemerintahan Indonesia menghadapi kenyataan pahit demokrasi hanya mimpi bagi rakyat yang merasa dipinggirkan dalam setiap proses pemilihan umum. Meskipun pemilu diadakan sebagai mekanisme demokrasi, banyak pihak yang merasa tidak memiliki kendali atas hasilnya. Pemilu sering kali hanya menjadi formalitas yang tidak benar-benar mengubah kesejahteraan rakyat.
Rakyat Sebagai Penonton dalam Pemilu
Pada kenyataannya, rakyat sering kali hanya menjadi penonton dalam proses pemilihan umum. Keputusan lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan uang dan kekuasaan pejabat, daripada suara rakyat yang sebenarnya. Pemilih tidak melihat pemilu sebagai alat perubahan yang sesungguhnya, melainkan sebagai sekadar rutinitas tanpa dampak berarti pada kehidupan mereka.
Tugas Negara yang Terabaikan
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Prayogi R Saputra, menegaskan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Namun, dalam proses pemilihan umum, tugas negara ini terabaikan. Rakyat yang seharusnya diberdayakan untuk memilih pemimpin yang akan melayani kepentingan mereka, justru dibiarkan teralienasi dan tak berdaya.
Solusi untuk Memperbaiki Proses Pemilu
- Reformasi Sistem Pemilu yang Lebih Transparan
Untuk memastikan bahwa suara rakyat didengar, sistem pemilu harus lebih transparan dan adil. Reformasi ini akan membantu menghasilkan pemimpin yang benar-benar mewakili kepentingan rakyat. - Pendidikan yang Meningkatkan Kesadaran Rakyat
Masyarakat perlu diberikan pendidikan yang lebih baik agar mereka memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam demokrasi. Ini akan meningkatkan partisipasi mereka dalam pemilu dan memperkuat demokrasi. - Pemberdayaan Rakyat dalam Proses Pengambilan Keputusan
Rakyat harus lebih dilibatkan dalam setiap tahap pengambilan keputusan. Dengan cara ini, proses pemilu dapat menjadi lebih representatif dan mencerminkan kepentingan seluruh lapisan masyarakat. - Pengawasan yang Lebih Ketat terhadap Proses Pemilu
Pengawasan terhadap pemilu harus diperketat untuk mencegah praktik kecurangan dan penyalahgunaan kekuasaan. Pemilu yang jujur dan bebas dari manipulasi akan memulihkan kepercayaan rakyat.
Demokrasi hanya mimpi jika pemilu tidak memberikan dampak nyata bagi rakyat. Pemerintah harus kembali pada prinsip dasar demokrasi yang melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dengan reformasi yang tepat, Indonesia dapat mewujudkan pemilu yang sesungguhnya adil dan merata, yang benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.



