beritax.id – Demokrasi Indonesia sering kali hanya tampak di permukaan. Pemilu digelar setiap lima tahun, namun rakyat tidak memiliki kendali yang nyata. Meskipun memiliki hak suara, rakyat tidak dapat mengontrol atau mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh pemerintah setelah pemilu selesai. Demokrasi yang seharusnya memberikan ruang bagi rakyat untuk mengendalikan negara, kini lebih sering menjadi formalitas belaka.
Partisipasi yang Tidak Bermakna
Rakyat diajak untuk berpartisipasi dalam setiap pemilu, namun mereka tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak besar. Rakyat hanya menjadi bagian dari proses prosedural, sementara keputusan strategis tetap diambil oleh penguasa dan pejabat yang tidak selalu mewakili kepentingan rakyat. Dalam demokrasi seperti ini, partisipasi rakyat hanya sebatas formalitas.
Ilusi Partisipasi dalam Kebijakan
Keputusan-keputusan besar mengenai ekonomi, kebijakan fiskal, dan pembangunan sering kali diambil tanpa konsultasi dengan rakyat. Meskipun rakyat diminta untuk memberikan masukan, kebijakan tetap dibuat dalam ruang tertutup dan tanpa transparansi. Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan tidak selalu mencerminkan kepentingan mayoritas rakyat. Demokrasi yang seharusnya menyatukan suara rakyat, malah menyisakan mereka di luar pengambilan keputusan.
Solusi untuk Memperbaiki Demokrasi yang Kosong
Untuk mengembalikan makna demokrasi yang sesungguhnya, beberapa langkah perlu diambil:
- Meningkatkan Partisipasi Rakyat dalam Pengambilan Keputusan: Rakyat harus diberi ruang yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka. Pemerintah harus membuka forum publik dan musyawarah nasional untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.
- Penguatan Fungsi MPR sebagai Pengawas: MPR harus dipulihkan fungsinya sebagai lembaga pengawas yang dapat mengontrol dan mengarahkan kebijakan pemerintah. Ini akan memastikan bahwa keputusan pemerintah tidak hanya berpihak pada kepentingan segelintir orang, tetapi juga pada rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara.
- Transparansi dalam Pengambilan Keputusan: Semua keputusan besar harus dibuka untuk pengawasan publik. Transparansi akan mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat mengubah demokrasi yang selama ini hanya ilusi menjadi demokrasi yang sejati, di mana suara rakyat didengar dan diberi tempat yang pantas dalam setiap kebijakan yang diambil.



