By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 13 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Demo Mahasiswa dan Hilangnya Persatuan Gerakan
Pemerintah

Demo Mahasiswa dan Hilangnya Persatuan Gerakan

Diajeng Maharini
Last updated: June 12, 2026 4:51 pm
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Adv. Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Sejak lama, mahasiswa dianggap sebagai kekuatan moral yang diharapkan mampu mengguncang arah kekuasaan ketika kondisi bangsa dianggap carut-marut. Sejarah Indonesia menunjukkan hal ini nyata. Tahun 1966, mahasiswa menjadi kekuatan penekan yang berperan dalam perubahan besar. Begitu pula tahun 1998, gerakan mahasiswa menjadi simbol kritik kolektif terhadap pemerintah saat itu. Karena pengalaman sejarah tersebut, setiap kali muncul gelombang ketidakpuasan publik terhadap pemerintah, pertanyaan klasik muncul: “Mana mahasiswa?”

Contents
Mahasiswa: Kekuatan Kelima dalam NegaraFokus pada Akar Masalah, Bukan Pergantian KekuasaanMahasiswa Sebagai Penunjuk Arah, Bukan Sekadar MassaKesimpulan: Menuju Kohesi Nasional

Namun, menurut Cak Nun, pertanyaan yang lebih penting bukan di mana mahasiswa berada, tetapi apakah kondisi mahasiswa saat ini masih sama dengan masa-masa perubahan besar tersebut.

Mahasiswa: Kekuatan Kelima dalam Negara

Dalam forum Maiyah, Cak Nun menegaskan posisi mahasiswa sebagai “kekuatan kelima” dalam kehidupan bernegara. Tiga kekuatan pertama adalah trias politika eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kekuatan keempat adalah pers, sedangkan mahasiswa berada pada posisi kelima sebagai penjaga moral dan pengoreksi arah bangsa.

Cak Nun mengingatkan bahwa kondisi mahasiswa saat ini sangat berbeda dengan masa lalu:

“Kalau Anda mau demo seperti ’98, tidak ada entitas mahasiswa secara nasional. Jadi Anda tidak akan mampu mencapai itu dalam beberapa tahun karena tidak ada kekompakan dan kohesi.”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa tahun 1998 tidak lahir hanya karena kemarahan terhadap pemerintah. Gerakan itu muncul dari kesadaran kolektif yang relatif seragam di berbagai kampus, narasi besar yang menyatukan tujuan, dan kohesi yang memungkinkan berbagai elemen bergerak dalam arah yang sama. Hari ini, mahasiswa hidup dalam realitas yang jauh lebih terfragmentasi. Teknologi digital mempermudah komunikasi, tetapi juga menciptakan ruang terpisah antara kampus dan kelompok.

You Might Also Like

Menteri Keuangan Konoha Sri Sengkuniwati Mundur
Kejagung Periksa Dua Hakim Suap CPO, Partai X: Kalau Hakimnya Busuk, Seperti Apa Rasa Keadilan Kita?
Sopir Mundur Sebelum Bus Nyungsep, Partai X: Hasan Nasbi Tahu Diri atau Kabur dari Tanggung Jawab?
Kejagung Geledah Money Changer, Korupsi Ekspor Harus Dihapus!

Mahasiswa dari satu kampus sering tidak memiliki hubungan erat dengan mahasiswa dari kampus lain. Organisasi kemahasiswaan memiliki agenda masing-masing, dan kelompok aktivis fokus pada isu yang berbeda. Perdebatan internal sering lebih menonjol dibanding upaya membangun konsolidasi nasional. Akibatnya, energi gerakan tersebar ke banyak arah. Di sisi lain, persoalan bangsa sekarang jauh lebih kompleks. Masalah tidak hanya berada pada satu figur atau rezim, tetapi bersifat struktural: desain politik, sistem ekonomi, relasi partai, kualitas demokrasi, arah pendidikan, dan struktur konstitusi.

Fokus pada Akar Masalah, Bukan Pergantian Kekuasaan

Cak Nun menegaskan, fokus perjuangan mahasiswa tidak seharusnya hanya menjatuhkan presiden atau pejabat tertentu:

“Jangan punya keinginan menjatuhkan presiden. Saya tidak setuju kepada kudeta, saya tidak setuju kepada peralihan kekuasaan.”

Tujuan utama adalah memperbaiki keadaan bangsa. Jika perbaikan menuntut perubahan dalam struktur kekuasaan, itu konsekuensi. Namun menjadikan pergantian presiden sebagai tujuan utama sering membuat perhatian terhadap akar masalah hilang. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa pergantian pemimpin tidak otomatis menyelesaikan persoalan bangsa. Pemerintah berganti, tetapi berbagai keluhan masyarakat muncul kembali. Penguasa berganti, tetapi pola hubungan kekuasaan tetap. Persoalannya, seperti rumah yang terus bocor, berada pada desain bangunan, bukan penghuninya.

Mahasiswa Sebagai Penunjuk Arah, Bukan Sekadar Massa

Demo mahasiswa yang hanya menargetkan pergantian orang akan kehilangan daya tahan setelah tujuan tercapai. Sebaliknya, gerakan yang memahami akar persoalan memiliki peluang menghasilkan perubahan jangka panjang. Memahami akar masalah jauh lebih sulit daripada meneriakkan slogan. Memahami konstitusi lebih sulit daripada membuat poster. Memahami desain negara lebih sulit daripada mengkritik pejabat. Namun di sanalah letak tantangan intelektual mahasiswa. Mahasiswa bukan sekadar kelompok yang mampu berteriak paling keras. Mahasiswa seharusnya menjadi kelompok yang mampu berpikir paling dalam. Kekuatan utama mahasiswa terletak pada kemampuan memahami persoalan secara utuh, bukan sekadar jumlah massa di jalan. Ukuran keberhasilan gerakan mahasiswa perlu diubah. Keberhasilan bukan hanya jatuhnya seorang presiden atau jumlah massa. Keberhasilan bisa diukur dari lahirnya kesadaran baru:

  • Kesadaran bagaimana negara bekerja
  • Kesadaran siapa yang sesungguhnya memegang kedaulatan
  • Kesadaran hubungan antara konstitusi, kekuasaan, dan kehidupan sehari-hari rakyat

Jika kesadaran tersebut belum terbentuk, demonstrasi sebesar apa pun akan mudah kehilangan arah. Energi besar habis untuk mengejar gejala, sementara sumber masalah tetap tak tersentuh.

Kesimpulan: Menuju Kohesi Nasional

Kesulitan mahasiswa saat ini bukan karena hilangnya keberanian, idealisme, atau kepedulian terhadap bangsa. Kesulitan terletak pada persoalan bangsa yang jauh lebih dalam sistem, struktur, dan desain kehidupan bernegara. Ketika mahasiswa mulai mempelajari persoalan bangsa secara utuh, memahami akar masalahnya, dan membangun kohesi nasional berdasarkan pemahaman tersebut, kekuatan kelima yang pernah mengubah sejarah Indonesia mungkin akan menemukan bentuknya kembali. Bukan sebagai kekuatan yang sekadar menjatuhkan, melainkan sebagai kekuatan yang mampu menunjukkan arah.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Perubahan Ditawan Kepentingan, Struktur Menolak Pembaruan
Next Article Saat Perubahan Ditawan Kepentingan, Masalah Terus Berulang

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Sony Sonjaya Bantu Korban Phishing, Fokus Perlindungan Warga

June 10, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pendidikan

Pesantren Diaudit Imbas Musibah, Partai X: Lindungi Santri, Bukan Cari Salah!

October 1, 2025
Pemerintah

Sukma Bangsa Hilang di Tengah Kemewahan

June 11, 2026
Pemerintah

Kekuasaan Anti Kritik: Dari Demokrasi ke Otoritas Tertutup

April 23, 2026
UU Hak Cipta
Pemerintah

UU Hak Cipta Direvisi demi Era Digital, Partai X: Lindungi Pencipta, Bukan Hanya Platform dan Algoritma!

May 27, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.