By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 29 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Deforestasi Mengalir, Banjir Bandang Menghantam, Korupsi Menguap
Pemerintah

Deforestasi Mengalir, Banjir Bandang Menghantam, Korupsi Menguap

Diajeng Maharani
Last updated: December 11, 2025 11:44 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Banjir bandang yang menghantam Sumatra dalam beberapa pekan terakhir tidak datang sendirian. Ia membawa serta pohon-pohon tumbang, lumpur pekat, batu besar, dan jejak panjang kerusakan ekologis yang sudah diperingatkan bertahun-tahun.Terlihat jelas betapa deforestasi mengalir tanpa kendali, merobek hulu DAS Bukit Barisan dan membuka jalan bagi bencana energi tinggi yang menghancurkan rumah dan merenggut ratusan nyawa.

Namun yang lebih menyakitkan bagi rakyat adalah ini: ketika banjir menghantam desa-desa, dugaan korupsi yang menyertai izin-izin perusak lingkungan justru menguap tanpa jejak. Inilah ironi yang menjadi dasar judul ini deforestasi mengalir, banjir menghantam, tetapi korupsi menghilang begitu saja dari agenda negara.

Bukti Bencana Ekologis yang Bukan Sekadar Cuaca

Riset mencatat bahwa banjir di Sumatra kali ini bukan banjir biasa. Ia membawa material raksasa dari hulu gelondongan kayu besar, bebatuan, dan tanah yang mengalir bersamaan.
Fenomena ini hanya bisa terjadi jika:

  • hutan di hulu telah rusak parah,
  • lereng dilemahkan oleh pembukaan tambang,
  • alur sungai terganggu oleh pembangunan perusahaan,
  • dan tata ruang diabaikan demi investasi.

Namun pejabat pusat kembali mengemas narasi “bencana alam”, seolah pembukaan lahan untuk PLTA Batang Toru, proyek panas bumi, jalan tambang, dan kebun industri bukan bagian dari sebab.

Padahal laporan menunjukkan korelasi kuat antara area konsesi industri dengan titik longsor dan jalur banjir bandang.

Korban Terus Bertambah, Transparansi Justru Menghilang

Ratusan warga meninggal dan hilang, puluhan ribu lainnya mengungsi, sementara ribuan rumah rata dengan tanah. Namun minimnya liputan nasional membuat bencana ini seolah hanya “kejadian biasa di luar Jawa”.

You Might Also Like

Analogi Rumah sebagai Cermin Sistem Negara
Pemerintahan yang Baik Harus Berakar pada Kejujuran dan Akal Sehat
Kasus Laptop Diselidiki, Partai X: Pendidikan Jangan Jadi Proyek Penguasa, Tapi Hak Anak Bangsa!
KPK Geledah Rumah Gubernur Kalbar, Partai X: Korupsi Rakyat Jadi Korban!

Lebih buruk lagi menunjukkan:

  • keterlambatan distribusi bantuan,
  • informasi korban dan kerusakan yang tidak terbuka,
  • serta kurangnya koordinasi antarlembaga

menciptakan kesan bahwa negara tidak benar-benar berupaya menyelesaikan akar masalah.

Transparansi semakin menipis ketika menyentuh isu perizinan. Padahal publik berhak tahu: siapa yang memberi izin, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan ini?

Ketika Negara Diam, Rakyat Kehilangan Harapan

Banyak desa di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Aceh dibiarkan terisolasi selama berhari-hari. Warga kelaparan, ada yang menjarah makanan karena tidak ada distribusi logistik, namun pemerintah pusat memilih tetap berada di posisi aman.

Sikap ini membuat publik mempertanyakan keberpihakan negara: apakah negara berpihak pada rakyat, atau pada perusahaan pemegang izin?

Rinto Setiyawan: “Negara Tidak Boleh Melihat Rakyat sebagai Angka Statistik”

Menanggapi situasi ini, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menyampaikan kritik yang tajam namun tegas.

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika hutan dibabat oleh izin negara, lalu rakyat mati karena banjir, itu berarti negara gagal menjalankan ketiganya sekaligus.”

Rinto menekankan bahwa negara tidak boleh bungkam ketika kebijakan sendiri memicu bencana.

“Rakyat tidak butuh alasan. Rakyat butuh pelindung. Dan negara wajib memastikan bahwa korupsi dalam pemberian izin tidak dibiarkan menguap begitu saja.”

Ia menegaskan bahwa Partai X berpihak penuh pada keselamatan rakyat dan pemulihan lingkungan sebagai syarat utama pembangunan.

Solusi Partai X: Menghentikan Siklus Deforestasi–Banjir–Korupsi

Partai X menawarkan langkah nyata, bukan sekadar reaksi setelah bencana:

  • • Audit Independen Seluruh Izin Industri di Hulu DAS
    Tambang, PLTA, panas bumi, dan perkebunan besar harus diaudit dampaknya. Perusahaan yang terbukti merusak lingkungan wajib dihentikan.
  • Bentuk Komisi Khusus Anti-Korupsi Lingkungan
    Korupsi izin harus diperiksa secara tuntas dan terbuka, termasuk aliran dana dan pihak yang menikmati keuntungan.
  • Penetapan Otomatis Status Bencana Nasional Untuk Bencana Ekologis Besar
    Agar pemerintah pusat turun tangan tanpa menunda.
  • Restorasi Hutan Bukit Barisan sebagai Program Nasional Prioritas
    Dengan pendekatan ilmiah, bukan hanya penanaman simbolis untuk kamera.
  • Transparansi Data Bencana dan Lingkungan
    Data harus dibuka ke publik agar rakyat tahu risiko sebenarnya.
  • Pengetatan Tata Ruang dan Moratorium Konsesi Baru
    Hulu DAS harus menjadi zona merah yang tidak boleh lagi dieksploitasi

Banjir yang menghantam Sumatra bukan hanya bencana alam. Ia adalah refleksi dari keputusan yang mengabaikan lingkungan, rakyat, dan akuntabilitas.

Selama deforestasi dibiarkan, banjir akan terus datang. Selama korupsi menguap, bencana akan terus berulang.

Partai X menegaskan bahwa negara harus kembali pada mandatnya: melindungi, melayani, dan mengatur rakyat bukan mengabaikan jeritan mereka.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article BGN Soal Dana MBG untuk Bencana, Keputusan Harus Berdampak Nyata!
Next Article Harga Kebutuhan Naik, Pendapatan Stagnan: Rakyat Menanggung Beban Krisis

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Potensi Pidana IUP Muncul Lagi, Partai X: Izin Tambang Harus Diperiksa, Bukan Diperpanjang Diam-diam!

June 11, 2025
Cak Nun: Polisi Bukan Alat Pemerintah, Saatnya Revolusi Damai Kembalikan Kedaulatan Rakyat
Pemerintah

Cak Nun: Polisi Bukan Alat Pemerintah, Saatnya Revolusi Damai Kembalikan Kedaulatan Rakyat

July 4, 2025
Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) telah melaporkan dugaan permasalahan serius pada sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak
Seputar Pajak

Laporan Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) ke KPK dan Permasalahan Sistem Coretax DJP: Analisis Komprehensif

July 3, 2025
Pemerintah

Prabowo Mustahil Sikat Maling Negara Tanpa Amandemen Kelima UUD 1945

December 3, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.