By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 November 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Dari Imajinasi Anak, Tumbuh Pesan Kebangsaan, Alifia Ariana Raih Juara 1 Lomba Menulis Cerita Fiksi Bulan Bahasa 2026
Pendidikan

Dari Imajinasi Anak, Tumbuh Pesan Kebangsaan, Alifia Ariana Raih Juara 1 Lomba Menulis Cerita Fiksi Bulan Bahasa 2026

Diajeng Maharini
Last updated: November 3, 2026 8:30 am
By Diajeng Maharini
Share
8 Min Read
SHARE

MALANG — Prestasi membanggakan kembali diraih Kader Cilik Sekolah Negarawan, Alifia Ariana. Ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Menulis Cerita Fiksi Fase C dalam rangka peringatan Bulan Bahasa SD Unggulan Permata Jingga, Kabupaten Malang. Penghargaan tersebut diberikan pada 30 Oktober 2026 atas karya berjudul Petualangan Seru di Negeri Dongeng. Cerita tersebut berhasil menarik perhatian melalui perpaduan imajinasi anak-anak dan pengenalan nilai-nilai kebangsaan. Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa kreativitas dan literasi dapat menjadi sarana menanamkan pemahaman nilai Pancasila sejak usia dini.

Merangkai Lima Sila Pancasila dalam Sebuah Cerita

Melalui Petualangan Seru di Negeri Dongeng, Alifia menghadirkan kisah petualangan untuk menemukan lima kepingan puzzle yang terpisah. Setiap kepingan memiliki gambar dan makna yang mewakili satu sila dalam Pancasila. Kepingan pertama bergambar bintang sebagai lambang Ketuhanan Yang Maha Esa. Kepingan kedua menampilkan rantai emas sebagai simbol Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sedangkan kepingan ketiga bergambar pohon beringin sebagai lambang Persatuan Indonesia.

Selanjutnya, kepingan keempat menampilkan kepala banteng sebagai simbol Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Kepingan kelima bergambar padi dan kapas sebagai lambang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kelima simbol tersebut kemudian disatukan menjadi sebuah puzzle yang utuh. Melalui gambaran sederhana tersebut, Alifia menyampaikan pesan bahwa setiap sila Pancasila memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Keseluruhan nilai tersebut perlu dipahami sebagai satu kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Pendekatan cerita dongeng membuat pesan tersebut lebih mudah diterima oleh pembaca seusianya. Anak-anak dapat mengenal Pancasila melalui perjalanan tokoh, tantangan, persahabatan, dan rasa ingin tahu. Mereka tidak hanya diajak menghafalkan simbol, tetapi juga memahami hubungan antarnilai di dalamnya. Kreativitas seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan kebangsaan dapat disampaikan melalui metode yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak.

Alifia Ariana dan Yahya Al Fatih, Dua Anak dengan Potensi Berbeda

Alifia Ariana merupakan putri dari Adv. Rinto Setiyawan, A.Md., S.H., CTP, yang menjabat sebagai Wakil Direktur Sekolah Negarawan. Ia juga merupakan saudara kembar Yahya Al Fatih, Kader Cilik Sekolah Negarawan yang sebelumnya meraih Juara 1 Ajang Juara Kelas Indonesia 2026 tingkat Regional 6. Kompetisi tersebut mencakup wilayah Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Keduanya saat ini menempuh pendidikan di SD Unggulan Permata Jingga, Kabupaten Malang.

Meskipun terlahir sebagai saudara kembar, Alifia dan Yahya mulai memperlihatkan ketertarikan serta kemampuan yang berbeda. Yahya Al Fatih beberapa kali terlibat dalam kegiatan kenegarawanan, dialog, dan forum publik bersama Sekolah Negarawan. Sementara itu, Alifia memperlihatkan potensinya melalui kegiatan literasi dan penulisan cerita fiksi. Perbedaan tersebut menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki karakter, kecenderungan, dan jalur perkembangan masing-masing.

You Might Also Like

Revisi UU MD3, Partai X: Keterwakilan Perempuan Jangan Hanya Formalitas!
Prabowo Ungkap Kerugian Judi Online, Partai X: Negara Harus Bertindak Tegas!
Kenyang Tanpa Martabat: Ketika Pangan Mengalahkan Sandang Bangsa
Saat Pemilik Kehilangan Akses terhadap Negaranya: Memahami Antara Kepemilikan dan Kendali melalui Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Sekolah Negarawan memandang bahwa pendidikan tidak seharusnya menyeragamkan potensi setiap anak. Anak perlu memperoleh ruang untuk mengenali kemampuan dan mengembangkan minatnya secara mandiri. Ada anak yang unggul dalam ilmu pengetahuan, olahraga, seni, maupun kepemimpinan. Ada pula yang menemukan kekuatannya melalui membaca, menulis, dan menyampaikan gagasan. Hal terpenting adalah seluruh potensi tersebut tumbuh dengan landasan nilai, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Literasi Menjadi Jalan Mengenalkan Nilai Kebangsaan

Prestasi Alifia memberikan gambaran bahwa literasi memiliki peran lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Melalui cerita, anak dapat belajar menyusun gagasan, memahami persoalan, dan menyampaikan pesan kepada orang lain. Imajinasi juga membantu anak melihat berbagai kemungkinan dalam kehidupan. Ketika nilai kebangsaan dimasukkan ke dalam cerita, proses pembelajaran menjadi lebih dekat dengan pengalaman dan dunia anak-anak.

Dalam karya Alifia, lima simbol Pancasila bukan sekadar gambar yang harus ditemukan. Kelima simbol tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian yang saling melengkapi. Ketuhanan menjadi landasan moral dalam kehidupan manusia. Kemanusiaan mengajarkan penghormatan terhadap sesama, sedangkan persatuan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Selanjutnya, permusyawaratan mengajarkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, sementara keadilan sosial menjadi tujuan kehidupan bersama.

Pesan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan pendidikan di lingkungan keluarga maupun sekolah. Anak-anak dapat diajak membaca buku cerita bertema kebangsaan, membuat karya tulis, berdiskusi, dan menghubungkan nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari. Guru dan orang tua juga dapat memberikan apresiasi terhadap keberanian anak dalam menyampaikan gagasan. Dengan demikian, pendidikan nilai tidak berhenti pada hafalan, tetapi berkembang menjadi pemahaman dan kebiasaan.

Menanam Benih Kenegarawanan Sejak Dini

Bagi Sekolah Negarawan, prestasi Alifia dan Yahya merupakan bagian dari semangat menanamkan benih kenegarawanan sejak usia dini. Pendidikan kenegarawanan tidak harus menunggu seseorang memasuki perguruan tinggi atau kehidupan organisasi. Pondasinya dapat dibangun ketika anak mulai belajar bertanggung jawab, menghargai orang lain, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan. Kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta menyampaikan pendapat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Oleh karena itu, keberhasilan seorang anak tidak seharusnya hanya diukur melalui jumlah piala dan gelar juara. Penghargaan memang menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kemampuan. Namun, proses belajar, keberanian mencoba, serta perkembangan karakter memiliki arti yang tidak kalah penting. Anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bertanya, berimajinasi, melakukan kesalahan, dan memperbaiki diri. Lingkungan pendidikan juga perlu memberikan dukungan agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.

Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, yaitu, “Ayo, tukul winih-winihku.” Ungkapan tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan agar benih-benih kehidupan terus tumbuh dan berkembang. Setiap benih memiliki karakter serta jalur pertumbuhan yang tidak selalu sama. Ada yang berkembang melalui matematika, teknologi, seni, kebudayaan, olahraga, maupun kepemimpinan. Ada pula yang menemukan kemampuannya melalui kegiatan literasi, sebagaimana ditunjukkan Alifia Ariana.

Membangun Generasi dengan Beragam Potensi

Untuk mendukung pertumbuhan generasi muda, diperlukan pendidikan yang memberikan ruang bagi kreativitas dan keberagaman kemampuan. Sekolah perlu menyediakan kegiatan yang mendorong anak membaca, menulis, berdiskusi, dan menghasilkan karya. Keluarga juga memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan tanpa membatasi rasa ingin tahu anak. Apresiasi sebaiknya tidak hanya diberikan kepada mereka yang memenangkan perlombaan, tetapi juga kepada anak yang berani mencoba dan terus belajar.

Sekolah Negarawan memandang bahwa generasi masa depan membutuhkan beragam kemampuan yang dipersatukan oleh nilai bersama. Kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan kepedulian sosial. Kemampuan berkomunikasi perlu disertai kesediaan mendengarkan pendapat orang lain. Sementara itu, kreativitas perlu diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Pendidikan sejak dini menjadi salah satu jalan untuk membangun keseimbangan tersebut.

Melalui Petualangan Seru di Negeri Dongeng, Alifia Ariana telah menunjukkan langkah kecil dalam merangkai imajinasi, literasi, dan nilai kebangsaan. Lima kepingan puzzle yang ditemukan dalam ceritanya menggambarkan pentingnya menyatukan berbagai bagian menjadi satu kesatuan. Kisah tersebut sederhana, tetapi menyimpan pesan bahwa perbedaan dapat saling melengkapi ketika ditempatkan dalam tujuan bersama. Prestasinya menjadi kebanggaan sekaligus pengingat pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk terus berkarya.

Selamat kepada Alifia Ariana, Kader Cilik Sekolah Negarawan, atas keberhasilannya meraih Juara 1 Lomba Menulis Cerita Fiksi Fase C dalam rangka Bulan Bahasa SD Unggulan Permata Jingga 2026. Semoga pencapaian ini menjadi awal perjalanan panjang dalam mengembangkan kemampuan literasi dan kreativitas. Teruslah membaca, menulis, berimajinasi, dan menghasilkan karya yang membawa manfaat. Sebab, benih-benih masa depan perlu dirawat agar tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

Tukul, winih-winihku.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Tanda Tangan Digital Kembali Dipersoalkan Majelis XIV B Pengadilan Pajak, PT Pigura Jasalindo Menyatakan Keberatan
Next Article Siapa Menguasai Ruang Gerak Negara di Balik Struktur Kekuasaan? Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Demokrasi Tanpa Kendali Rakyat? Mengurai Gagasan Sistem Dianggap Demokratis dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

September 24, 2026
Pemerintah

Puan Minta Maaf, Partai X: Maaf Tak Bikin Rakyat Sejahtera!

October 3, 2025
Pemerintah

Harga Beras Aceh Rp33 Ribu, Partai X Dukung Langkah Amran Cepat Tangani

December 5, 2025
Keterbatasan demokrasi elektoral
Pemerintah

Keterbatasan Demokrasi Elektoral: Antara Hak Memilih dan Ilusi Kekuasaan

May 7, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.