By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 26 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Cak Nun : Pemimpin Indonesia Licik, Melahirkan Rakyat Apatis, Tersesat, dan Sadar
Pemerintah

Cak Nun : Pemimpin Indonesia Licik, Melahirkan Rakyat Apatis, Tersesat, dan Sadar

Diajeng Maharani
Last updated: July 7, 2025 4:26 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
Ruhani mereka juga koyak: hilang nilai, kehilangan semangat, takut bersuara, dan putus asa. Dalam kondisi ini, rakyat menjadi apatis
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia
Anggota Majelis Tinggi Partai X
Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

beritax.id – Pemimpin sejati akan melahirkan rakyat yang kuat, mandiri, dan berdaya. Sebaliknya, pemimpin licik, seperti Sengkuni dalam epos Mahabharata, justru menumbuhkan rakyat yang rapuh, terbelah, dan mudah dikendalikan. Inilah refleksi yang diangkat Emha Ainun Nadjib (Cak Nun): pemimpin licik tidak hanya merusak sistem, tetapi juga menciptakan tiga golongan rakyat: apatis, tersesat, dan sadar.

Rakyat Golongan Apatis: Rusak Jasmani dan Rohani

Golongan pertama adalah rakyat yang rusak jasmani dan rohani.

Tubuh mereka lemah akibat gizi buruk, beban ekonomi berat, dan akses kesehatan yang minim. Mereka mudah jatuh sakit, stres, dan kehilangan produktivitas.

Ruhani mereka juga koyak: hilang nilai, kehilangan semangat, takut bersuara, dan putus asa. Dalam kondisi ini, rakyat menjadi apatis, tak peduli pada urusan negara, tidak lagi memperjuangkan hak, dan hanya berusaha bertahan hidup hari demi hari.

Pemimpin licik sengaja membiarkan rakyat terperosok dalam kondisi ini agar mudah dikontrol, tak punya tenaga untuk melawan, dan sibuk dengan urusan perut masing-masing.

Cak Nun selalu mengingatkan, “Rakyat yang apatis akan melahirkan negara kosong, penuh gedung megah tapi tanpa jiwa.”

You Might Also Like

Impor Solar C-48 Disetop, Ekonomi Harus Mandiri, Tidak Bergantung pada Impor!
Korupsi Google Cloud Terjadi Saat Pandemi, Partai X: Tuding Rezim Eksploitasi Krisis untuk Mencuri!
Menelusuri Sistem Kenegaraan Melalui Analogi Sebuah Pohon
Pengoplosan Gas Masih Marak! Partai X Desak Aparat: Jangan Cuma Gertak, Tindak Tegas!

Rakyat Golongan Tersesat: Sehat Jasmani, Rusak Rohani

Golongan kedua adalah rakyat yang sehat jasmani, tetapi rusak rohani. Mereka tampak bugar, berpendidikan, penuh energi, tetapi kehilangan nurani.

Golongan ini justru menikmati kerusakan rumah demi popularitas, kuasa, atau keuntungan materi. Mereka sadar rumah retak, tapi memilih menjadikannya panggung pribadi.

Dari sinilah lahir Delapan Kategori Golongan Penikmat Rumah Rusak:

1️⃣ Pembuat Film Horor di Rumah Hantu : Mempermainkan ketakutan publik demi panggung drama.
2️⃣ Pengagum Puing-Puing : Mengagumi kerusakan sebagai estetika, tanpa niat memperbaiki.
3️⃣ Peramal Bencana : Sibuk menebak kehancuran tanpa solusi konkrit.
4️⃣ Kritikus Seni Dekonstruksi : Menguliti kerusakan seolah karya seni, tapi abai perbaikan.
5️⃣ Pemandu Wisata Bencana : Menjual tragedi untuk konten dan ketenaran.
6️⃣ Penjaja Asuransi Kebakaran : Menakut-nakuti publik demi menjual “keselamatan”.
7️⃣ Ahli Pemasaran Sensasi : Mencari viralitas dan cuan dari drama kerusakan.
8️⃣ Pengumpul Barang Antik Rusak : Menjadikan kerusakan sebagai koleksi unik, tanpa fungsi.

Golongan tersesat inilah yang justru sering terlihat paling aktif di permukaan: tampil di TV, trending di media sosial, atau duduk di kursi-kursi panas. Namun, semua demi kepentingan diri, bukan kepentingan rakyat.

Rakyat Golongan Sadar: Sehat Jasmani dan Rohani

Golongan terakhir adalah rakyat yang sehat jasmani dan rohani. Mereka menjaga tubuh dan mental agar tetap kuat, serta merawat hati agar tetap jernih.

Rakyat sadar mampu melihat kerusakan rumah dengan mata terbuka. Mereka tidak sekadar mengeluh, tetapi mencari arsitek dan kontraktor sejati, yaitu negarawan yang mau merancang ulang struktur ketatanegaraan, lalu bersama-sama membangun rumah baru yang kokoh, aman, nyaman, dan indah.

Mereka menghidupkan nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, sehingga tidak mudah dibohongi, tidak mudah dibeli, dan tidak takut kehilangan kenyamanan semu.

Inilah rakyat yang sanggup menuntun empat pilar bangsa (intelektual, agama, TNI/Polri, budaya) agar bersatu sebagai arsitek dan kontraktor rumah bangsa.

Pemimpin licik bukan hanya merusak rumah, tetapi juga merusak jiwa penghuninya. Akibatnya, rakyat terbelah menjadi tiga golongan: apatis, tersesat, dan sadar.

Pertanyaannya sekarang:
Apakah kita mau tetap diam sebagai golongan apatis?
Apakah kita puas menjadi golongan tersesat yang menikmati kerusakan?
Atau kita berani menjadi golongan sadar yang siap membangun rumah baru bersama?

“Rumah hanya berdiri jika penghuninya mau menanggung beban bersama. Negara hanya tegak jika rakyatnya mau memikul kebenaran bersama.”  Cak Nun.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Angka dan Kebijakan Tak Lagi Mewakili Rakyat
Next Article Cak Nun: Parpol (Partai Politik) Adalah Kerajaan Mini yang Merampas Kedaulatan Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Gedung DPR Diteror, Partai X Desak Pengamanan Tanpa Abaikan Publik

November 21, 2025
Pemerintah

Dari Daerah hingga Istana, Kekuasaan Ingin Bebas dari Rakyat

December 23, 2025
Menurut Rinto, RKUHAP versi terbaru berpotensi mengembalikan iklim represif. “Kalau negara justru melemahkan perlindungan hukum rakyat
Pemerintah

RKUHAP Dinilai Tak Pro HAM, Partai X: Kalau Penegakan Hukum Mundur, Demokrasi Mau Dibawa ke Mana?

July 22, 2025
Seputar Pajak

Pesangon & Pensiun Kena Pajak, Partai X: Hentikan Pajak atas Jerih Payah Rakyat!

October 14, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.