beritax.id – Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan penyebab banjir besar yang menimpa Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia menuturkan bahwa peristiwa itu tetap menimbulkan banyak korban meski peringatan dini telah dikeluarkan sejak delapan hari sebelumnya. Ia menyebut Indonesia sejak awal tidak merasa rawan siklon tropis. Negara yang sering mengalami siklon menjadi lebih siap menghadapi bencana.
BMKG menjelaskan Indonesia berada pada wilayah yang jarang dilalui siklon tropis. Kondisi itu membuat kesiapsiagaan nasional belum optimal menghadapi siklon. Teuku menegaskan bahwa anomali atmosfer memicu kejadian siklon langka yang bereskalasi besar. Indonesia belum memiliki kesiapan penuh menghadapi dampak sebesar itu.
Meski demikian, pemerintah diklaim telah melakukan mitigasi dasar sebelum bencana terjadi. Drainase dibersihkan, personel disiagakan, dan masyarakat diminta menyiapkan kebutuhan darurat.
Sikap Kritis Partai X
Partai X menilai peringatan dini BMKG harusnya diikuti langkah mitigasi cepat. Mitigasi harus memprioritaskan keselamatan warga paling rentan di daerah terdampak.
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra mengingatkan tugas negara itu tiga, melindungi rakyat, melayani rakyat dan mengatur rakyat. Negara tidak boleh terlambat mengantisipasi dampak bencana yang terprediksi.
Prinsip Partai X dalam Kebijakan Kebencanaan
Prinsip Partai X menekankan pentingnya kebijakan berbasis data, keadilan, dan akuntabilitas. Mitigasi bencana harus mengutamakan perlindungan manusia sebagai inti kebijakan publik.
Negara harus hadir melalui koordinasi kuat, transparansi informasi, dan respons cepat terhadap potensi ancaman. Semua keputusan harus menjunjung nilai kemanusiaan dan tata kelola yang bersih.
Solusi Partai X untuk Penguatan Mitigasi Bencana
Pertama, negara harus membangun sistem peringatan terintegrasi antara pusat dan daerah.
Kedua, pemerintah perlu memperkuat kapasitas pemda dalam memahami risiko siklon tropis.
Ketiga, Partai X mendorong pendidikan publik tentang mitigasi bencana berbasis sains.
Keempat, negara harus memastikan pemetaan zona rawan dilakukan secara berkala dan terbuka.
Kelima, anggaran mitigasi harus dirancang adaptif menghadapi anomali iklim yang meningkat.
Partai X menegaskan bahwa mitigasi serius adalah bagian dari kewajiban negara dalam melindungi rakyat secara menyeluruh.



