By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 7 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Seputar Pajak > Belajar Tata Kelola Wisata Anti-Komersialisasi di Zaanse Schans, Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan Soroti Keadilan Bagi Pembayar Pajak
Seputar Pajak

Belajar Tata Kelola Wisata Anti-Komersialisasi di Zaanse Schans, Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan Soroti Keadilan Bagi Pembayar Pajak

Diajeng Maharini
Last updated: October 7, 2026 9:25 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

ZAANSTAD, BELANDA – Di banyak negara berkembang, setiap jengkal keindahan alam sering kali langsung dipasangi pagar dan loket tiket. Namun, para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan menemukan antitesis dari fenomena tersebut saat berkunjung ke Zaanse Schans, ikon kebanggaan Belanda yang dikelola dengan mengedepankan hak publik dan pemenuhan kesehatan mental (mental health) warga negaranya.

Eksplorasi di kawasan konservasi kincir angin tepi Sungai Zaan ini dihadiri oleh para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan yang terdiri dari Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta CEO Enygma Erick Karya. Rombongan juga difasilitasi dan dipandu oleh Head of Representative Sekolah Negarawan Chapter Eropa, Syafiih Kamil, yang membagikan wawasan mengenai struktur kebijakan pajak dan fasilitas publik di Belanda.

Delegasi mengamati konsep hybrid yang diterapkan Zaanse Schans berjalan kaki menikmati lanskap desa, berfoto di depan kincir angin, dan duduk di tepi danau dibebaskan dari segala bentuk retribusi. Pengunjung hanya diminta membayar jika ingin masuk ke dalam bagian interior kincir angin tertentu atau museum spesifik. Konsep ini memastikan bahwa warga negara yang hanya butuh “jalan-jalan menenangkan pikiran” tidak akan terbebani secara finansial.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa model pengelolaan semacam ini adalah manifestasi dari adab sebuah pemerintahan. Berlandaskan pada pemikiran kenegaraan dan kebangsaan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang menjadi pilar Sekolah Negarawan, Prayogi menyebut bahwa uang pajak yang dipungut dari keringat rakyat harus dikembalikan dalam wujud ruang publik yang menyehatkan rohani dan merawat kewarasan (mental health) mereka.

Wakil Direktur Rinto Setiyawan menambahkan, komersialisasi alam yang berlebihan di tanah air sering kali merampas hak rakyat kecil untuk sekadar healing (memulihkan kepenatan). Syafiih Kamil juga menyoroti bahwa fasilitas umum gratis yang terawat rapi di Zaanse Schans membentuk karakter warga yang santun dan turut menjaga kebersihan, karena mereka merasa negara benar-benar hadir untuk merawat kebahagiaan mereka.

Dari sisi tata kelola pemerintahan masa depan, CEO Enygma, Erick Karya, menyampaikan bahwa negara membutuhkan kecerdasan sistem untuk merumuskan kebijakan yang pro-rakyat tanpa membuat APBN tekor. Melalui ekosistem Artificial Intelligence (AI) Enygma yang diusung Sekolah Negarawan, pemerintah daerah di Indonesia kelak dapat menyimulasikan manajemen destinasi wisata (Destination Management System) yang memisahkan antara wilayah layanan publik gratis (public goods) dengan area komersil berbayar secara presisi.

You Might Also Like

Amandemen Konstitusi Negara: Keputusan Besar yang Tidak Pernah Melibatkan Rakyat
Direktur Keuangan Dipanggil KPK, Partai X Minta Jangan Hanya Periksa Bawah, Bongkar Juga Jaringan Kekuasaan di Baliknya!
Apakah Sistem Demokrasi dan Presidensial Menjadi Akar Masalah Indonesia?
Cak Nun dan Struktur Negara Timpang: Saatnya Monarki Meritokrasi Rakyat

Pelancongan riset di Zaanse Schans ini merupakan mata rantai tak terpisahkan dari ekspedisi Sekolah Negarawan ke 12 negara lintas benua selama dua tahun terakhir termasuk Finlandia (Nordik), Estonia (eks-Uni Soviet), Eropa Barat, hingga kawasan Turkiye, Iran, dan Asia Tenggara. Seluruh pembelajaran tata kelola peradaban ini secara berkelanjutan terus didiseminasikan di dalam negeri, membangkitkan kesadaran kritis warga dari wilayah Medan hingga kepulauan Ternate dan Tidore.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Penuhi Hak Kesehatan Mental Warga, Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan Jadikan Zaanse Schans Model Tata Kelola Ruang Publik
Next Article Dari Rakyat untuk Negara: Memahami Mengapa Negara Tidak Hidup Otomatis dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Konsep Ownership Capture dan Ancaman Hilangnya Kendali Rakyat: Membaca Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

September 24, 2026
Pemerintah

Saat Kepentingan Menguasai Forum, Musyawarah Diganti Transaksi

May 21, 2026
Pemerintah

Bupati Sudewo Minta Pansus Menggugat, Partai X: Bupati Harus Transparan ke Rakyat!

September 9, 2025
Pemerintah

Rakyat sebagai Objek Kebijakan: Dari Kedaulatan ke Formalitas

May 15, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.