beritax.id – Di tengah klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut tetap terjaga, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) justru membayangi banyak sektor industri. Sejumlah perusahaan melakukan efisiensi, pengurangan jam kerja, hingga penutupan lini produksi. Kondisi ini menegaskan bahwa pertumbuhan yang disampaikan secara makro belum sepenuhnya mencerminkan kesehatan sektor riil dan ketahanan tenaga kerja.
Tekanan biaya produksi, melemahnya permintaan, dan ketidakpastian kebijakan mendorong perusahaan mengambil langkah cepat dengan memangkas tenaga kerja. Buruh dan pekerja menjadi pihak yang paling rentan, kehilangan pendapatan dan kepastian hidup, sementara jaring pengaman sosial belum sepenuhnya kuat menahan dampak PHK massal.
Pertumbuhan Tanpa Rasa Aman Kerja
Pertumbuhan ekonomi seharusnya menciptakan lapangan kerja yang stabil dan aman. Namun realitas menunjukkan banyak pekerja hidup dalam kecemasan, meski angka pertumbuhan diumumkan positif. Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa kualitas pertumbuhan belum menyentuh perlindungan tenaga kerja dan keberlanjutan usaha.
Tanggapan Prayogi R Saputra: Negara Jangan Lepas Tangan
Menanggapi situasi tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menegaskan bahwa negara tidak boleh bersembunyi di balik statistik pertumbuhan.
“Tugas negara itu ada tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika di balik klaim pertumbuhan ekonomi justru terjadi gelombang PHK, maka negara harus hadir melindungi pekerja, bukan sekadar merayakan angka,” tegas Prayogi.
Ia menekankan bahwa rasa aman bekerja adalah indikator utama keberhasilan ekonomi.
Akar Masalah: Pertumbuhan Tidak Berkualitas
Prayogi menilai ancaman PHK muncul akibat pertumbuhan yang tidak ditopang oleh sektor padat karya yang kuat, lemahnya dukungan pada industri dalam negeri, serta kebijakan yang kurang sensitif terhadap kondisi pekerja. Ketika tekanan ekonomi muncul, buruh menjadi korban pertama.
Solusi: Lindungi Pekerja dan Perkuat Sektor Riil
Sebagai langkah perbaikan, Partai X melalui X Institute mendorong solusi berikut:
- Perlindungan Pekerja dari PHK Sepihak
Negara harus memperkuat regulasi dan pengawasan agar PHK menjadi langkah terakhir, bukan pilihan utama. - Penguatan Industri Padat Karya
Insentif dan dukungan harus diarahkan pada sektor yang menyerap tenaga kerja secara luas dan berkelanjutan. - Perluasan Jaring Pengaman Sosial
Jaminan kehilangan pekerjaan dan pelatihan ulang perlu diperkuat untuk melindungi pekerja terdampak PHK. - Evaluasi Kualitas Pertumbuhan Ekonomi
Keberhasilan ekonomi harus diukur dari stabilitas kerja dan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar pertumbuhan angka PDB.
Ancaman PHK di balik klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah peringatan bahwa arah kebijakan perlu dikoreksi. Tanpa perlindungan nyata bagi pekerja, pertumbuhan hanya akan menjadi narasi kosong. Negara harus kembali pada mandatnya: melindungi, melayani, dan mengatur demi rasa aman dan keadilan bagi seluruh rakyat.



