beritax.id – Amandemen konstitusi negara yang dimaksudkan untuk memperbaiki sistem ketatanegaraan sering kali tidak memperhitungkan dampaknya terhadap rakyat. Walaupun perubahan konstitusi dilakukan dengan semangat untuk memperbaiki struktur negara, implementasinya justru membuat rakyat kehilangan kendali atas pemerintahan mereka. Rakyat yang seharusnya menjadi pemegang kedaulatan negara, justru terpinggirkan dalam proses yang tidak transparan dan tidak melibatkan mereka secara langsung.
Distorsi dalam Proses Amandemen
Proses perubahan konstitusi Indonesia sering kali dilakukan oleh pejabat tanpa konsultasi langsung dengan rakyat. Perubahan yang seharusnya mengembalikan kekuasaan kepada rakyat, justru memperburuk kondisi dengan menggeser keseimbangan kekuasaan. Dengan melemahnya peran MPR dan penguatan posisi presiden, rakyat kehilangan pengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan strategis.
Pasca-amandemen, sistem pengawasan terhadap eksekutif menjadi sangat lemah. MPR, yang dahulu berfungsi sebagai lembaga pengawas utama, kehilangan kewenangannya untuk mengontrol pemerintah. Akibatnya, pengawasan terhadap tindakan pemerintah tidak lagi efektif, dan rakyat tidak memiliki mekanisme langsung untuk mengoreksi kebijakan yang merugikan mereka.
Solusi untuk Mengembalikan Kedaulatan Rakyat
Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan beberapa langkah krusial agar konstitusi kembali berfungsi untuk kepentingan rakyat:
- Mengembalikan Fungsi MPR: MPR harus dipulihkan fungsinya sebagai lembaga yang mewakili rakyat dan berperan aktif dalam mengawasi kebijakan pemerintah. MPR seharusnya menjadi lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada rakyat, bukan hanya sebagai lembaga seremonial.
- Meningkatkan Transparansi dalam Proses Amandemen: Setiap perubahan konstitusi harus melibatkan partisipasi aktif rakyat, baik melalui referendum atau musyawarah nasional. Proses perubahan yang melibatkan semua elemen masyarakat akan memastikan bahwa perubahan yang dilakukan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
- Memperkuat Pengawasan terhadap Eksekutif: Untuk memastikan pemerintah tetap bertanggung jawab, pengawasan terhadap tindakan eksekutif perlu diperkuat. Pemerintah harus lebih transparan dalam pengambilan keputusan dan memberikan rakyat akses penuh untuk mengoreksi kebijakan yang merugikan mereka.
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat memperbaiki struktur ketatanegaraan yang ada, memastikan bahwa kedaulatan rakyat kembali menjadi prinsip utama dalam setiap perubahan dan kebijakan negara.



