By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 9 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Amandemen Kelima UUD 1945: Belajar dari Kesalahan Masa Lalu, Menata Negara untuk Masa Depan
Pemerintah

Amandemen Kelima UUD 1945: Belajar dari Kesalahan Masa Lalu, Menata Negara untuk Masa Depan

Diajeng Maharani
Last updated: January 8, 2026 8:19 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum IWPI, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

beritax.id – Perjalanan ketatanegaraan Indonesia menunjukkan satu pelajaran penting: perubahan tidak selalu berarti perbaikan. Demokrasi tidak otomatis menghadirkan keadilan, dan reformasi tidak dengan sendirinya menjamin kedaulatan rakyat berjalan utuh. Di titik inilah gagasan Amandemen Kelima UUD 1945 perlu dipahami secara jernih bukan sebagai manuver pemerintah, melainkan sebagai upaya belajar dari sejarah untuk menata masa depan.

Contents
Kedaulatan Rakyat Harus DiakuiAmandemen Kelima Upaya Menata Ulang Hubungan Rakyat

Refleksi itu pernah dirumuskan secara lugas oleh Emha Ainun Nadjib:
“Dua puluh lima tahun kecelik, lalu tiga puluh dua tahun kecelik, kemudian masuk era reformasi yang diharapkan menjadi titik balik namun ternyata hanya melahirkan kecelik dalam bentuk baru.”
Pernyataan ini bukan ekspresi sinisme, melainkan cermin evaluasi. Bahwa bangsa ini telah berkali-kali mengganti sistem, tetapi belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan.

Kedaulatan Rakyat Harus Diakui

Pada masa lalu, kesalahan kita terletak pada pemusatan kekuasaan yang terlalu besar. Reformasi kemudian hadir dengan semangat koreksi: membatasi kekuasaan, memperluas partisipasi, dan menegakkan demokrasi. Namun dalam perjalanannya, muncul persoalan baru. Kedaulatan rakyat memang diakui, tetapi pelaksanaannya menjadi semakin tidak jelas. Rakyat memilih, namun pengaruhnya terhadap arah kebijakan sering terasa terbatas. Demokrasi berjalan, tetapi jarak antara keputusan negara dan kebutuhan warga masih lebar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan kita bukan sekadar memilih antara sistem lama dan baru, melainkan menyempurnakan desain ketatanegaraan agar lebih seimbang. Negara membutuhkan mekanisme yang memastikan kekuasaan tidak terpusat, tetapi juga tidak tercerai-berai tanpa arah. Pemerintah perlu kuat untuk bekerja, namun tetap terkendali oleh mandat rakyat. Di sinilah relevansi Amandemen Kelima: sebagai ruang evaluasi bersama, bukan sebagai vonis terhadap masa lalu.

Amandemen Kelima Upaya Menata Ulang Hubungan Rakyat

Amandemen Kelima dapat dimaknai sebagai upaya menata ulang hubungan antara rakyat, lembaga negara, dan pemerintah agar lebih proporsional. Kedaulatan rakyat perlu diterjemahkan tidak hanya melalui pemilu, tetapi juga melalui sistem representasi dan pengawasan yang lebih bermakna. Negara tidak boleh berhenti pada prosedur, melainkan harus memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berorientasi pada kepentingan publik.

Lebih dari itu, pembelajaran dari sejarah mengingatkan kita bahwa konstitusi bukan dokumen statis. Ia adalah kesepakatan hidup yang harus terus dirawat agar selaras dengan tantangan zaman. Namun perubahan konstitusi juga harus dilakukan dengan kehati-hatian, keterbukaan, dan partisipasi luas. Tanpa itu, koreksi bisa berubah menjadi sumber masalah baru.

You Might Also Like

Banjir Bandang Adalah Catatan Kegagalan dari Dua Level Kekuasaan
Warga Diminta Waspadai Fanatisme, Partai X Ajak Jaga Persatuan
Ketum Partai X: Indonesia Gelap Itu Sejak Tahun 2001
Pajak Gaji DPR Ditanggung Negara? Partai X: Rakyat Bayar Pajak, DPR Malah Ditanggung!

Dalam konteks ini, Amandemen Kelima seharusnya ditempatkan sebagai proses kolektif bangsa untuk menjawab pertanyaan mendasar: apakah sistem yang ada hari ini sudah cukup adil, cukup melindungi, dan cukup mampu membawa kesejahteraan? Jika jawabannya belum, maka perbaikan adalah bentuk tanggung jawab, bukan kegaduhan.

Belajar dari kesalahan masa lalu berarti berani mengakui kekurangan tanpa saling menyalahkan. Menata negara untuk masa depan berarti membangun kesepakatan baru yang lebih matang, lebih seimbang, dan lebih berakar pada nilai-nilai kebangsaan. Amandemen Kelima UUD 1945, bila dijalankan dengan semangat tersebut, dapat menjadi langkah tenang namun penting untuk memastikan bahwa perjalanan republik ini bergerak ke arah yang lebih adil dan berkelanjutan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Amandemen Kelima UUD 1945: Jalan Konstitusional Menyembuhkan Trauma Sejarah Bangsa Amandemen Kelima UUD 1945: Jalan Konstitusional Menyembuhkan Trauma Sejarah Bangsa
Next Article Negara Salah Denah: Mengapa Indonesia Gagal Melindungi Rakyatnya

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Ketatanegaraan yang Rusak dan Nasib Generasi Z

October 27, 2025
Ekonomi

Kemiskinan Jangan Diwariskan, Partai X: Tapi Pemerintah Terus Pelihara Sistem yang Melanggengkan!

July 18, 2025
Pemerintah

Indonesia Negara Bahagia: Narasi Indah di Tengah Ilusi Perlindungan Rakyat

January 7, 2026
Pemerintah

Publik Puas Kinerja Gibran, Partai X: Kepuasan Tak Sama dengan Kesejahteraan!

October 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.