By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 2 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Menjauhkan Negara dari Keadilan Sosial
Pemerintah

Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Menjauhkan Negara dari Keadilan Sosial

Diajeng Maharani
Last updated: April 1, 2026 2:02 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Absolutisme lembaga kepresidenan menjadi ancaman serius bagi keadilan sosial di Indonesia. Ketika kekuasaan terpusat pada satu lembaga, pemerintahan menjadi tidak adil. Sistem checks and balances yang seharusnya ada dalam demokrasi mulai terabaikan, menciptakan ketidaksetaraan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang diambil.

Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Kekuasaan yang Terpusat

Absolutisme lembaga kepresidenan terjadi ketika presiden menguasai hampir semua aspek pemerintahan tanpa pengawasan yang memadai. Ini mengarah pada ketimpangan kekuasaan yang mengurangi peran legislatif dan yudikatif dalam pengawasan kebijakan pemerintah. Sistem ini memperburuk ketidaksetaraan sosial karena kebijakan yang diambil cenderung lebih menguntungkan segelintir kelompok yang dekat dengan kekuasaan.

Dampak dari Absolutisme Lembaga Kepresidenan

Kekuasaan yang terkonsentrasi di lembaga kepresidenan mengarah pada ketidakadilan dalam pemerintahan. Ketika keputusan besar diambil oleh satu individu atau kelompok tanpa pertimbangan yang melibatkan lembaga lainnya, rakyat menjadi terpinggirkan. Ketimpangan ini memperburuk akses masyarakat terhadap pelayanan publik, termasuk pendidikan dan kesehatan. Keadilan sosial semakin jauh karena kebijakan yang diambil tidak berbasis pada kebutuhan rakyat secara keseluruhan.

Salah satu prinsip dasar demokrasi adalah pembagian kekuasaan yang adil antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Namun, dengan absolutisme lembaga kepresidenan, keseimbangan ini terganggu. Tanpa adanya kontrol yang memadai dari lembaga lain, kebijakan eksekutif tidak selalu dipertimbangkan dengan baik, dan pemerintahan menjadi lebih mudah terjerumus dalam penyalahgunaan kekuasaan. Keputusan-keputusan yang diambil oleh presiden yang terlalu dominan sering kali tidak mencerminkan aspirasi rakyat secara luas.

Absolutisme lembaga kepresidenan menciptakan ketimpangan sosial yang lebih besar. Ketika hanya satu lembaga yang dominan, kebijakan yang diambil seringkali hanya berpihak pada kelompok tertentu yang dekat dengan kekuasaan. Hal ini mengakibatkan ketidaksetaraan dalam pembagian sumber daya dan kesempatan. Masyarakat miskin atau kelompok yang terpinggirkan semakin sulit untuk mendapatkan akses terhadap peluang ekonomi dan sosial yang setara.

Solusi: Memperkuat Sistem Checks and Balances

Untuk mencegah dampak buruk dari absolutisme lembaga kepresidenan, solusi yang tepat adalah memperkuat sistem checks and balances di Indonesia. Lembaga legislatif dan yudikatif harus memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mengawasi kebijakan eksekutif. Ini akan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh presiden tetap dalam kendali dan pengawasan lembaga lain yang memiliki fungsi kontrol.

You Might Also Like

Kenyang Tanpa Martabat: Ketika Pangan Mengalahkan Sandang Bangsa
PAN Hentikan Gaji Eko Patrio dan Uya Kuya, Partai X: Stop Juga Privilege DPR Lain!
BUMN Dorong AI untuk UMKM, Partai X Peringatkan: Jangan Paksa Teknologi Kalau Masalah Nyata Masih Soal Modal dan Akses Pasar!
Penggusuran Disebut Pembangunan, Penderitaan Disebut Pengorbanan

Pembatasan kekuasaan eksekutif juga penting untuk menghindari dominasi lembaga kepresidenan. Pemerintah perlu menetapkan batasan yang jelas terkait kewenangan presiden dalam hal pengambilan keputusan strategis. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik harus melibatkan proses musyawarah yang melibatkan legislatif dan yudikatif agar kebijakan tersebut dapat mencerminkan kebutuhan masyarakat secara lebih adil.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan juga menjadi langkah penting untuk mengatasi ketidakadilan sosial. Ketika rakyat diberikan ruang untuk berpartisipasi, kebijakan yang diambil akan lebih akurat mencerminkan aspirasi mereka. Partisipasi masyarakat meningkatkan transparansi dan membuat kebijakan pemerintah lebih mudah dipertanggungjawabkan.

Kesimpulan

Absolutisme lembaga kepresidenan mengancam keadilan sosial di Indonesia dengan menciptakan ketimpangan kekuasaan. Ketika satu lembaga memiliki terlalu banyak kekuasaan, pengambilan keputusan menjadi tidak adil dan lebih berpihak pada kelompok tertentu. Untuk mengembalikan keseimbangan kekuasaan, penting untuk memperkuat sistem checks and balances, membatasi kekuasaan eksekutif, dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa Indonesia bergerak menuju pemerintahan yang lebih adil dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Desain Ketatanegaraan Salah: Akibat Dari Kegagalan Menjaga Keseimbangan Kekuasaan
Next Article Meningkatnya Sentralisasi Kekuasaan: Dampak Absolutisme dalam Lembaga Kepresidenan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Desain Ketatanegaraan yang Salah: Menyuburkan Populisme Sebagai Alat Kekuasaan

April 1, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Pajak Menyengsarakan Rakyat: Sistem Pajak yang Tak Pernah Menyentuh Korporasi!

February 23, 2026
Presiden RI Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) sepakat memperkuat kerja sama layanan haji.
Pemerintah

Prabowo Bahas Layanan Haji, Partai X: Fasilitas Naik, Tapi Antrean dan Biaya Rakyat Tak Turun-Turun!

July 4, 2025
Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyatakan partainya masih menunggu arahan resmi dari pimpinan tertinggi. Hal itu ia sampaikan saat memimpin pembukaan
Pemerintah

Puan Minta Tunggu Arahan DPP Soal Kongres, Partai X Soroti Demokrasi PDIP yang Masih Tunggu Komando Tunggal!

August 1, 2025
Kriminal

Musisi Meninggal di Penginapan, Partai X: Publik Butuh Transparansi, Bukan Asumsi Sensasional!

June 16, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.