By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 5 November 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Negara Salah Kelola, Utang Membengkak: Saatnya Reformasi Tata Negara
Pemerintah

Negara Salah Kelola, Utang Membengkak: Saatnya Reformasi Tata Negara

Diajeng Maharini
Last updated: July 25, 2025 1:47 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
bukan sekadar beban fiskal biasa.
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia
Anggota Majelis Tinggi Partai X
Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

beritax.id – Pemerintah kembali mencatatkan angka utang yang mengejutkan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (2/7/2025), memaparkan bahwa posisi kewajiban pemerintah per akhir tahun 2024, termasuk utang jangka pendek dan panjang, telah mencapai Rp10.269 triliun. Angka ini mempertegas kekhawatiran banyak pihak bahwa negara berada dalam fase salah kelola yang akut, bukan sekadar beban fiskal biasa.

Sebagai pembanding, Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pinjaman negara tidak boleh menjadi beban rakyat. Ia bahkan menjelaskan, setiap pinjaman luar negeri yang diambil pemerintah era Orde Baru digunakan untuk mendanai proyek produktif seperti pembangunan pabrik pupuk, semen, baja, hingga infrastruktur telekomunikasi. Hasil dari proyek-proyek tersebut, menurut Soeharto, harus cukup untuk membayar utangnya sendiri. Prinsip dasarnya sederhana yaitu utang dibayar dari hasil investasi yang produktif, bukan dari utang baru.

Sayangnya, paradigma itu kini terbalik. Dalam satu dekade terakhir, pemerintah justru mempercepat pembiayaan dengan utang, tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas proyek atau pengembalian manfaat ekonomi yang memadai. Bahkan, beberapa proyek strategis nasional diduga justru menambah beban fiskal akibat perencanaan yang lemah dan eksekusi yang politis.

Lebih parah lagi, struktur ketatanegaraan yang dominan dikendalikan oleh partai politik membuat kebijakan fiskal kerap diarahkan demi kepentingan elektoral, bukan pembangunan jangka panjang. Dalam sistem presidensial saat ini, presiden yang merupakan kepala pemerintahan sekaligus kepala negara, diusung oleh partai politik atau gabungannya. Konsekuensinya, kebijakan anggaran, termasuk penambahan utang negara, tidak jarang dibuat permainan oleh politisi dan jauh dari transparansi.

Struktur Tata Negara yang Bermasalah

Akar masalah ini bukan hanya pada individu, tetapi pada struktur tata negara yang membuka ruang terlalu besar bagi dominasi partai politik dalam pengelolaan keuangan publik. Ketiadaan penjelasan dalam UUD 1945 pasca-amandemen keempat mengenai batasan kekuasaan presiden, membuat sistem check and balance menjadi lemah. Akibatnya, kewenangan besar dalam pengelolaan anggaran justru digunakan tanpa kontrol substantif dari rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Oleh karena itu, reformasi tata negara bukan lagi sekadar wacana, tetapi kebutuhan mendesak. Negara perlu membenahi struktur konstitusionalnya agar setiap rupiah utang tidak lagi menjadi warisan beban bagi generasi mendatang. Harus ada desain baru tata kelola kekuasaan yang mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat. Hal ini dengan sistem pengawasan keuangan negara yang kuat, independen, dan partisipatif.

You Might Also Like

Paspampres Tingkatkan Profesionalitas, Partai X: Disiplin di Istana, Tapi Rakyat Masih Dihadang Saat Demo!
Membaca Ulang Makna Kemerdekaan di Tengah Penjajahan Tanpa Pendudukan dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Negara Mengontrol dan Menghukum demi Menjaga Ketertiban, Bukan Kesewenang-wenangan
TNI Jadi Penyidik, Partai X: Tanya Tugas Utama TNI Apa?

Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun pernah menyindir keras situasi ini: “Kekuasaan sekarang ini tidak membangun rumah rakyat, tapi malah menyewa atas nama rakyat. Negara ini kaya, tapi kekayaan itu bocor lewat celah-celah sistem.” Ia menegaskan bahwa reformasi struktural harus dimulai dari fondasi konstitusi agar rakyat tidak terus menjadi korban kebijakan pejabat yang abai.

Jika negara ingin keluar dari jebakan utang dan salah kelola yang sistemik. Revolusi damai dalam bentuk reformasi tata negara adalah jalan satu-satunya. Ini bukan soal membenci kekuasaan, tetapi soal menyelamatkan masa depan republik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan distribusi pupuk bersubsidi tidak boleh dipersulit agar petani memperoleh akses Bukan Sekadar Wacana! Partai X Desak Pemerintah Bongkar Mafia Pupuk, Petani Harus Jadi Prioritas!
Next Article Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah akan menindak pidana perusahaan pengoplos beras yang merugikan negara 212 Pengoplos Beras Ditindak? Partai X: Jangan Cuma Tegas di Mikro, Tapi Mandul di Korporasi Besar!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Saat Prosedur Mengalahkan Kemanusiaan, Aturan Tanpa Perlindungan Menguat

May 12, 2026
Pemerintah

Tipuan Demokrasi yang Dibiarkan Terus Berlanjut: Ketika Pemerintah Kehilangan Arah

April 6, 2026
Ekonomi

Anggaran MBG Naik 3x Lipat, Partai X: Serapan Data, Bukan Nyata!

October 6, 2025
Pemerintah

Gaji Hakim Naik 280%, Partai X: Integritas Tak Bisa Dibeli!

October 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.