By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 31 August 2025

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Cak Nun: Indonesia Negara Besar, Butuh Pemimpin Berjiwa Besar!
Pemerintah

Cak Nun: Indonesia Negara Besar, Butuh Pemimpin Berjiwa Besar!

Diajeng Maharani
Last updated: July 14, 2025 8:14 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia
Anggota Majelis Tinggi Partai X
Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

beritax.id – Indonesia bukan sekadar negara kepulauan. Ia adalah bentangan peradaban, gugusan budaya, dan medan perjuangan yang luar biasa luas. Dalam salah satu refleksinya, budayawan Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun menegaskan, “Indonesia ini urusan besar sekali, terlalu besar bahkan. Saking besarnya, terlalu gemuk sampai tidak bisa berjalan. Terus tersandung-sandung. Tidak karuan.”

Cak Nun menggambarkan Indonesia bak “truk raksasa” yang butuh sopir mumpuni, bukan sekadar pengemudi biasa. “Kalau ini truk, ya ayo cari sopir truk yang menguasai truk. Lalu kalau ini bus, cari sopir bus. Kalau ini kereta api yang gerbongnya tidak jelas, ya cari masinis yang juga montir, yang mengerti seluruh hal mengenai kereta api,” tegasnya.

Analogi ini menampar keras kesadaran publik. Selama ini, masyarakat terlalu sering memilih pemimpin hanya berdasarkan popularitas dan pencitraan, bukan kapasitas dan keberanian moral. Bahkan, kata Cak Nun, di Indonesia sering kali “jangan maling” dianggap sebagai prestasi. “Lurah tidak maling, Pak Bupati tidak maling, itu sudah semestinya. Bukan lantas tidak maling jadi prestasi,” kritiknya.

Lebih jauh, Cak Nun menyinggung kondisi utang negara yang kerap dijadikan dalih seolah Indonesia negara miskin. Padahal, menurut beliau, bangsa ini pada dasarnya bukan bangsa pengutang. “Aslinya kita tidak utang. Mereka itu berutang kepada kita di tahun ’70-an, tapi mereka menutup legalitasnya di bank-bank dunia. Sehingga sekarang kita seolah-olah tidak punya apa-apa, kita jadi berutang,” jelasnya.

Indonesia Butuh Pemimpin Berjiwa Besar

Narasi ini menyadarkan kita bahwa masalah bangsa tidak hanya soal kekurangan materi, tetapi juga cara pandang yang keliru dan kepemimpinan yang tidak berjiwa besar. Indonesia, dengan wilayah membentang dari Sabang sampai Merauke, memerlukan pemimpin yang bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, ketajaman intelektual, dan keluasan hati untuk mencintai rakyat tanpa pamrih.

Namun, lebih dari itu, pemimpin berjiwa besar juga harus berani memimpin revolusi damai ketatanegaraan. Revolusi damai ini bukan sekadar perubahan kosmetik atau perbaikan tambal sulam. Ia adalah gerakan kolektif yang bertujuan mengembalikan kedaulatan sepenuhnya ke tangan rakyat, membenahi struktur negara dari akar, serta menegakkan keadilan sosial secara nyata.

You Might Also Like

Megawati dan Prabowo Akan Bertemu Lagi, Partai X: Kalau Cuma Ngopi Elit, Rakyat Dapat Apa?
Trump Ancam Blokir DeepSeek! Partai X: Indonesia Harus Siap Jaga Stabilitas Ekonomi
MPR Desak Tindak Tegas Ormas, Dukung Kepastian Usaha Asal Bukan Tebang Pilih
Prolegnas Dikritik Jadi Daftar Tak Bisa Dipercaya, Partai X: Kalau Undang-Undang Hanya Formalitas, Demokrasi Kita Tinggal Dekorasi!

Pemimpin semacam ini bukan hanya mampu duduk di kursi kekuasaan, tetapi sanggup menggerakkan seluruh elemen bangsa menuju musyawarah kenegarawanan yang tulus. Sebuah musyawarah untuk menyusun ulang konstitusi yang lahir dari rahim rakyat sendiri, bukan sekadar akal-akalan elite politik.

“Siapa yang punya keberanian untuk mengerti negara?” tanya Cak Nun. Sebuah pertanyaan reflektif yang menampar para elite dan seluruh rakyat yang sering kali terbuai oleh janji palsu dan baliho gembar-gembor.

Cak Nun menegaskan, “Saya cinta kepada Indonesia dengan seluruh rakyatnya. Baik yang baik maupun yang buruk, saya cintai semuanya. Apa yang bisa saya lakukan adalah apa yang Allah izinkan untuk saya lakukan. Dan semua Allah yang mengatur. Allah punya skenario dan Allah punya lakon sendiri.”

Pesan ini menjadi alarm kebangsaan: Indonesia adalah negara besar yang tidak bisa diurus oleh pemimpin bermental kecil. Ia butuh sosok yang tidak hanya besar di panggung, tetapi berjiwa besar di hati, berani membawa rakyat menempuh jalan sulit, menegakkan kebenaran, dan mengembalikan kedaulatan rakyat melalui revolusi damai ketatanegaraan.

Kini, tugas kita bukan hanya memilih, tetapi mendidik, mendukung, dan mengawal lahirnya pemimpin yang benar-benar berjiwa besar, pemimpin yang siap menuntun rakyat menuju rumah bangsa yang aman, adil, dan bermartabat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan mempercepat pengoperasian Kopdes Merah Putih. Kopdes Merah Putih Digodok, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Diberi Bendera, Tapi Tak Diberi Modal!
Next Article Cak Nun: Kalau Indonesia Mau Selamat, Presidennya Harus Mau “Sinau Bareng”, Bukan Sok Paling Tahu!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Kriminal

Dokter PPDS UI Tersangka Pelecehan, Partai X: Dunia Medis Butuh Etika, Bukan Sekadar Gelar!

April 23, 2025
Sidang ini menjadi panggung pertama bagi gugatan Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) terhadap Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Pemerintah

Arogansi Pejabat? Sri Mulyani Absen di Sidang Perdana Gugatan Wajib Pajak Tanpa Alasan

July 9, 2025
Pemerintah

580 DPR Habiskan Rp348 M untuk Rumah, Partai X: Rakyat Susah Kontrakan, Mereka Foya-Foya!

August 28, 2025
Sosial

KPK Bicara Harmoni di Hari Waisak, Partai X: Korupsi Tak Hilang Pakai Doa, Tapi Penindakan Tegas!

May 13, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.