By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 17 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Eks Kadis Merugikan Rp36 M, Partai X: Budaya Dicuri, Tapi Pelaku Masih Diberi Panggung!
Pemerintah

Eks Kadis Merugikan Rp36 M, Partai X: Budaya Dicuri, Tapi Pelaku Masih Diberi Panggung!

Diajeng Maharini
Last updated: June 19, 2025 3:32 pm
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
Eks Kadis Merugikan Rp36 M, Partai X: Budaya Dicuri, Tapi Pelaku Masih Diberi Panggung!
SHARE

beritax.id — Mantan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp36,3 miliar. Jaksa menyebut, kerugian itu terjadi akibat penggelembungan anggaran serta pelaksanaan kegiatan fiktif selama 2022–2024.

Contents
Prinsip Partai X: Pemerintah Itu Pelayan, Bukan Penguasa AnggaranSolusi Partai X: Audit Total Lembaga Kebudayaan dan Reformasi BirokrasiPenutup: Jika Korupsi Dibiarkan, Maka Negara Telah Mengkhianati Budaya

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (17/6/2025), Iwan didakwa bersama dua pihak lain. Mereka adalah Plt Kepala Bidang Pemanfaatan Dinas Kebudayaan, Mohamad Fairza Maulana, dan pihak event organizer, Gatot Arif Rahmadi.

Audit investigatif BPK mengungkap dana yang dibayarkan kepada EO mencapai Rp38,6 miliar. Namun, dana yang benar-benar digunakan hanya Rp8,1 miliar. Sisanya diduga dikorupsi. Ada pula kegiatan swakelola senilai Rp6,7 miliar yang hanya digunakan sebesar Rp913 juta.

Akumulasi dari dua pola itu merugikan negara sebesar Rp36,3 miliar. Terdakwa dijerat pasal berlapis dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Prinsip Partai X: Pemerintah Itu Pelayan, Bukan Penguasa Anggaran

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menyebut korupsi ini sebagai kejahatan budaya yang merugikan negara. “Ini bukan sekadar penggelapan. Ini perampokan atas identitas bangsa,” ujar Rinto di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Bila dana kebudayaan saja dirampok, maka negara gagal menjalankan fungsi perlindungannya.

You Might Also Like

Sidang Uang Palsu Libatkan ASN, Partai X: Kalau Guru Sudah Ikut Memalsu, Apa Lagi yang Asli di Negeri Ini?
KPK Periksa Korupsi Dana Hibah, Demi Dana Rakyat Aman
Sekolah Negarawan Serukan Pembentukan Dewan Negara sebagai Otoritas Moral Bangsa
Menyelami Kehidupan Marcus Tullius Cicero: Bagaimana Partai X Menghidupi Nilai-Nilainya dalam Era Modern

Dalam pandangan Partai X, pejabat publik bukanlah pemilik anggaran, tetapi pelayan rakyat. Mereka diberi kewenangan untuk digunakan secara efektif, efisien, dan transparan.

Korupsi dalam lembaga kebudayaan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menjalankan mandat itu.

“Negara ini harus dijalankan seperti bus, di mana rakyat pemiliknya, dan pejabat hanya sopir,” tegas Rinto, merujuk pada prinsip analogi kenegaraan Partai X.

Solusi Partai X: Audit Total Lembaga Kebudayaan dan Reformasi Birokrasi

Partai X mendorong audit menyeluruh terhadap seluruh lembaga budaya di tingkat daerah dan pusat. Dana publik harus transparan, terutama yang menyangkut warisan sejarah dan seni bangsa. Kegiatan fiktif harus diganti dengan program berbasis kebutuhan komunitas budaya.

Selain itu, Partai X mendorong pelibatan Sekolah Negarawan dalam reformasi birokrasi. Pendidikan integritas dan nilai Pancasila perlu ditanamkan dalam setiap tahapan perekrutan dan pelatihan pejabat negara.

Partai X menilai kerugian negara akibat korupsi dana kebudayaan jauh lebih dari uang. Ini adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai Pancasila dan pengabaian terhadap jati diri bangsa. “Kalau budaya dipalsukan, maka karakter bangsa pun ikut punah,” ucap Rinto.

Penutup: Jika Korupsi Dibiarkan, Maka Negara Telah Mengkhianati Budaya

Pemerintah harus segera meninjau ulang seluruh program kebudayaan. Pendanaan harus diarahkan untuk memberdayakan seniman, komunitas lokal, dan pendidikan kebudayaan yang berbasis rakyat.

Partai X menyerukan bahwa keadilan sosial hanya bisa dicapai bila kebudayaan dilindungi dengan integritas. Negara yang membiarkan anggaran budaya dikorupsi adalah negara yang abai terhadap akar sejarah bangsanya.

Politik menurut Partai X adalah upaya dan bentuk perjuangan untuk mendapatkan kewenangan dan menjalankan secara efektif, efisien dan transparan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat. Jika hanya jadi ruang transaksi anggaran, maka rakyat hanya akan jadi penonton di panggung yang penuh topeng kebohongan.

TAGGED:Pilihan Editor
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan peringatan keras kepada para wajib pajak Pramono Sindir Soal Pajak, Partai X: Yang Disindir Rakyat, Tapi yang Ngumpet Justru Pejabat Lama!
Next Article Para pengemudi ojol yang tergabung dalam Garda Indonesia juga menyuarakan penolakan terhadap potongan besar dari perusahaan aplikator. Ojol Demo di Patung Kuda, Partai X: Teriak di Jalan karena Suara Tak Didengar di Istana!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

RUU KUHAP Dikebut? Partai X: Undang-undang Bukan Resep Mi Instan, Jangan Main Cepat!

April 9, 2025
Rakyat berhak tahu siapa yang masih melindungi kartel TKA dan siapa yang memanfaatkan kebijakan perizinan sebagai celah korupsi.
Pemerintah

Korupsi di Kemenaker Terus Terungkap, Partai X: Siapa Lagi yang Masih Lindungi Kartel RPTKA?

July 21, 2025
Pertamina Group melakukan kunjungan resmi ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN pada Minggu, 11 Januari 2026. Pertemuan berlangsung
Pemerintah

Pertamina Masuk IKN, Percepatan Birokrasi Jangan Abaikan Akuntabilitas

January 13, 2026
Aparatur militer kurang solid
Pemerintah

Saat Isu Aparatur Militer Kurang Solid Mengemuka

July 23, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.