By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 6 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Belajar dari Sejarah di Museum Multatuli Amsterdam: Sekolah Negarawan Gali Falsafah Tata Kelola Anti-Eksploitasi
Internasional

Belajar dari Sejarah di Museum Multatuli Amsterdam: Sekolah Negarawan Gali Falsafah Tata Kelola Anti-Eksploitasi

Diajeng Maharini
Last updated: October 5, 2026 9:05 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

AMSTERDAM, BELANDA – Mengkaji sejarah birokrasi masa lalu adalah kunci untuk mengidentifikasi penyakit-penyakit tata kelola kekuasaan yang mungkin masih tersisa di masa kini. Semangat autokritik inilah yang melatarbelakangi kunjungan riset Sekolah Negarawan ke Museum Multatuli di Amsterdam, Belanda, yang menyimpan sejarah besar tentang perjuangan melawan sistem eksploitasi rakyat di Nusantara.

Kunjungan strategis tersebut dihadiri oleh para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan, yakni Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, dan CEO Enygma Erick Karya. Rombongan juga dikawal langsung oleh Head of Representative Sekolah Negarawan Chapter Eropa, Syafiih Kamil, yang turut memberikan ragam perspektif akademis dan historis selama delegasi berada di Belanda.

Sembari menilik koleksi perabotan, meja tulis, dan dokumen peninggalan Eduard Douwes Dekker, delegasi berdiskusi menelaah anatomi penindasan dalam sistem Tanam Paksa. Multatuli secara tajam membongkar fakta bahwa penderitaan rakyat Nusantara tidak hanya disebabkan oleh keserakahan penjajah asing, tetapi juga difasilitasi oleh penguasa lokal yang korup dan menyalahgunakan wewenangnya demi keuntungan pribadi.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menggarisbawahi bahwa kritik struktural Multatuli ini masih sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan Indonesia di masa depan. Berlandaskan pada pemikiran kenegaraan dan kebangsaan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), kurikulum Sekolah Negarawan mendidik calon-calon pemimpin untuk memiliki integritas paripurna, sehingga tidak menjadi “penjajah baru” bagi bangsanya sendiri.

Syafiih Kamil yang telah lama bermukim di Eropa menyampaikan bahwa kunjungan ke Museum Multatuli memberikan landasan filosofis bagi diaspora Indonesia untuk melihat bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk mewujudkan keadilan sosial sejati. Museum ini menjadi monumen pengingat bahwa kekuasaan yang tidak diawasi akan selalu berujung pada penderitaan rakyat.

Untuk mencegah terjadinya abuse of power di era pemerintahan modern, CEO Enygma, Erick Karya, memaparkan pentingnya infrastruktur teknologi sebagai alat pengawas birokrasi. Melalui arsitektur Artificial Intelligence (AI) yang dibangun oleh Enygma, Sekolah Negarawan menawarkan solusi tata kelola yang mampu memetakan aliran anggaran secara transparan, sehingga menutup celah korupsi yang selama ini menjadi akar kemiskinan dan eksploitasi.

You Might Also Like

Sopir Truk Demo ODOL, Partai X: Rakyat Dibebani Aturan, Tapi Jalanan dan Pendapatan Tetap Rusak!
Prayogi R Saputra: Perubahan Struktur Ketatanegaraan Untuk Keadilan
Purbaya Buka Suara Soal Dana Daerah, Partai X: Data Akurat untuk Rakyat!
Kedaulatan Rakyat Terabaikan dalam Skala Prioritas Negara dan Pemerintah

Pemahaman akan integritas kepemimpinan dari Amsterdam ini menjadi buah tangan yang tak ternilai dari ekspedisi Sekolah Negarawan di 12 negara, yang membentang dari pusat keunggulan pendidikan di Finlandia, inovasi digital di Estonia, hingga keluhuran peradaban di Persia (Iran) dan Timur Tengah. Temuan-temuan holistik dari perjalanan global ini akan terus dikonversi menjadi materi diseminasi publik di dalam negeri, merata dari Medan hingga mencapai kepulauan Ternate dan Tidore.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Martabat Bangsa Dimulai dari Kemanusiaan: Memahami Kemanusiaan adalah Akar Martabat dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Next Article Mencicipi Oase Nusantara di Velweg 1 Belanda: Sekolah Negarawan Apresiasi Ketangguhan Mbak Atika dan Java Cuisine

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Bangsa yang Kehilangan Kedaulatan: Ketika Sistem Bernegara Tidak Lagi Berpihak kepada Rakyat dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

September 14, 2026
Pemerintah

Kebijakan Pemerintahan Merugikan: Kenapa Tidak Prioritaskan Kesejahteraan Warga?

February 25, 2026
Berita TerkiniPemerintah

Dari Akar Peradaban Menuju Dasar Negara: Menelusuri Dari Nusantara ke Pancasila dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

September 29, 2026
Ekonomi

BGN dan APIMSA Sepakati UMKM, Partai X: MBG-Preneur atau Proyek Pejabat?

November 10, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.