TEHERAN – Hubungan Indonesia dan Iran melalui jalur pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan kepemimpinan mendapatkan ruang penguatan baru dengan diluncurkannya Sekolah Negarawan Chapter Persia di Teheran, Iran. Peresmian tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan internasional Sekolah Negarawan sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik antara Indonesia dan Iran. Kehadiran Chapter Persia menandai komitmen Sekolah Negarawan untuk membangun jejaring pembelajaran lintas negara yang berbasis ilmu, sejarah, budaya, dan nilai kemanusiaan. Peluncuran ini dilakukan saat delegasi Sekolah Negarawan berada di Teheran dengan membawa misi memperluas hubungan intelektual dan pertukaran wawasan kepemimpinan.
Peluncuran Chapter Persia dihadiri langsung oleh jajaran manajemen Sekolah Negarawan. Hadir Direktur Utama Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Direktur International Affairs Abdullah Assegaf. Kehadiran perwakilan regional Eropa Imam Syafiih Kamil juga memperlihatkan semakin luasnya jaringan Sekolah Negarawan di berbagai kawasan. Pembentukan Chapter Persia menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pendidikan kepemimpinan dan kajian kebangsaan.
Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, menjelaskan bahwa pembukaan kantor representatif di Teheran yang dipercayakan kepada Purkon Hidayat diharapkan dapat mempermudah berbagai bentuk kerja sama akademik dan penelitian. Kehadiran Chapter Persia membuka peluang bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, dan masyarakat internasional untuk membangun kolaborasi dalam berbagai bidang kajian. Program yang dikembangkan nantinya mencakup penelitian komparatif, penerbitan karya akademik, diskusi ilmiah, serta pertukaran gagasan mengenai kepemimpinan dan tata kelola negara. Melalui langkah tersebut, Sekolah Negarawan ingin menjadikan Teheran sebagai salah satu pusat pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Iran.
Laboratorium Kepemimpinan Menggali Visi dan Keteladanan Moral
Penetapan Teheran sebagai salah satu simpul internasional Sekolah Negarawan tidak hanya berkaitan dengan perluasan jaringan kelembagaan. Langkah tersebut berangkat dari pandangan bahwa sejarah, budaya, dan pengalaman berbagai bangsa dapat menjadi sumber pembelajaran dalam membangun karakter pemimpin. Melalui pilar pendidikan kebangsaan, penelitian, dan penerbitan, Sekolah Negarawan berupaya membentuk kepemimpinan yang memiliki integritas, wawasan luas, serta kemampuan memahami tantangan masa depan. Teheran dipandang sebagai ruang pembelajaran yang memiliki kekayaan sejarah dan tradisi intelektual yang dapat memperkaya perspektif para peserta didik.
Wakil Direktur Sekolah Negarawan Rinto Setiyawan menyampaikan bahwa seorang negarawan harus memiliki pandangan jangka panjang serta kemampuan menjaga nilai moral dalam menjalankan tanggung jawabnya. Menurutnya, pemimpin tidak hanya membutuhkan kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga harus memiliki kedalaman berpikir, kepedulian terhadap masyarakat, dan kesadaran terhadap perjalanan sejarah bangsa. Kemampuan membaca masa lalu dan mempersiapkan masa depan menjadi bagian penting dalam membangun karakter kepemimpinan yang kuat. Karena itu, Chapter Persia diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan berbagai pengalaman kepemimpinan dari lintas budaya.
Melalui Chapter Persia, peserta didik dan peneliti Sekolah Negarawan memiliki kesempatan untuk memahami lebih dekat tradisi intelektual Persia. Interaksi tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai kepemimpinan seperti ilmu pengetahuan, kesederhanaan, visi jangka panjang, tanggung jawab, serta keberanian moral. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses membentuk pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Membangun Jembatan Peradaban Berbasis Kemanusiaan
Di bawah kepemimpinan Purkon Hidayat sebagai perwakilan Sekolah Negarawan Chapter Persia di Teheran, berbagai program akan dikembangkan untuk memperluas ruang dialog dan pembelajaran internasional. Agenda tersebut mencakup diskusi kelompok terarah, dialog lintas peradaban, kajian komparatif ketatanegaraan, serta penelitian mengenai nilai-nilai kebangsaan. Program tersebut diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bertukar gagasan.
Purkon Hidayat menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Negarawan di Teheran merupakan upaya membangun jembatan peradaban yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan. Menurutnya, peradaban besar lahir dari pemimpin yang tidak hanya memahami tata kelola pemerintahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan kedalaman nilai. Karena itu, Chapter Persia diarahkan menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat hubungan antarbangsa melalui ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Dengan diluncurkannya Chapter Persia, Sekolah Negarawan semakin memperluas perannya sebagai wadah pendidikan kepemimpinan yang berorientasi pada nilai, ilmu, dan kebangsaan. Kehadiran jaringan internasional ini menunjukkan bahwa pembelajaran kepemimpinan dapat berkembang melalui pertukaran pengalaman antarnegara. Sekolah Negarawan berharap langkah tersebut dapat memberikan kontribusi dalam membangun generasi pemimpin yang memiliki wawasan global, karakter kuat, dan komitmen terhadap kemajuan masyarakat.



