By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 4 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Sekolah Negarawan: Pemimpin Harus Mampu Mengendalikan Diri Sebelum Mengendalikan Kekuasaan
Pendidikan

Sekolah Negarawan: Pemimpin Harus Mampu Mengendalikan Diri Sebelum Mengendalikan Kekuasaan

Diajeng Maharini
Last updated: September 4, 2026 8:40 am
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

TEHERAN — Pendidikan kepemimpinan tidak cukup hanya mengajarkan bagaimana seseorang memperoleh dan menggunakan kekuasaan. Kemampuan mengendalikan diri justru menjadi fondasi penting sebelum seseorang menerima tanggung jawab untuk memimpin orang lain. Seorang pemimpin perlu memiliki kekuatan karakter agar kewenangan yang dimilikinya tetap diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

Pandangan tersebut menjadi salah satu refleksi Sekolah Negarawan setelah mengikuti Gala Dinner konferensi di Teheran yang membahas keteladanan Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei. Pembahasan mengenai kesederhanaan kedua tokoh tersebut memberikan perspektif mengenai hubungan antara karakter pribadi dan tanggung jawab kepemimpinan. Bagi Sekolah Negarawan, pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai bagaimana seorang pemimpin seharusnya mempersiapkan dirinya sebelum menerima amanah yang lebih besar.

Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra PhD mengatakan bahwa pembahasan mengenai kesederhanaan pemimpin memberikan perspektif penting dalam pendidikan negarawan. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan pribadi dan kepentingan masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika seseorang memiliki kewenangan yang besar dan akses terhadap berbagai fasilitas.

Jabatan memberikan banyak kemungkinan kepada seseorang sehingga semakin besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula kemampuan pengendalian diri yang dibutuhkan. Tanpa pengendalian diri, kewenangan dapat dengan mudah bergeser dari amanah menjadi sarana untuk memenuhi kepentingan pribadi. Sebaliknya, pemimpin yang mampu mengendalikan dirinya akan lebih mudah menempatkan jabatan sebagai tanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Dalam perspektif tersebut, zuhud tidak hanya dipahami dalam konteks kehidupan pribadi. Zuhud juga dapat diterjemahkan sebagai sikap mental dalam menggunakan kekuasaan, terutama kemampuan untuk tidak diperbudak oleh materi, kedudukan, dan fasilitas. Seorang pemimpin yang memiliki sikap zuhud tidak menjadikan jabatan sebagai alat untuk memenuhi ambisi pribadi, tetapi menempatkan kewenangan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Pandangan mengenai kesederhanaan Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei yang muncul dalam forum menjadi bahan refleksi bagi delegasi Sekolah Negarawan. Wakil Direktur Rinto Setiyawan dan Direktur International Affairs Abdullah Assegaf turut mengikuti rangkaian agenda dan diskusi yang membahas berbagai aspek kepemimpinan tersebut. Pengalaman itu memperluas pembelajaran delegasi mengenai hubungan antara keteladanan pribadi dan tanggung jawab seorang pemimpin.

You Might Also Like

Pengoplosan Gas Masih Marak! Partai X Desak Aparat: Jangan Cuma Gertak, Tindak Tegas!
Mentan Cabut Izin Distributor Nakal, Partai X: Petani Jangan Lagi Jadi Korban Permainan Harga!
Keadilan Sesuai Posisi, Jalan Menuju Negara Kekuasaan
Prolegnas Dikritik Jadi Daftar Tak Bisa Dipercaya, Partai X: Kalau Undang-Undang Hanya Formalitas, Demokrasi Kita Tinggal Dekorasi!

Bagi Sekolah Negarawan, keteladanan personal memiliki posisi strategis karena masyarakat tidak hanya belajar dari pernyataan seorang pemimpin. Masyarakat juga belajar dari cara pemimpin menjalani kehidupannya sehari-hari. Cara memperlakukan orang lain, menggunakan fasilitas, menghadapi kritik, menjaga disiplin, dan menjalankan kewenangan menjadi bagian dari pendidikan publik yang berlangsung tanpa banyak disadari.

Karena itu, kualitas seorang pemimpin dapat menjadi cermin bagi budaya organisasi yang dipimpinnya. Jika seorang pemimpin terbiasa dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesederhanaan, nilai tersebut berpotensi tumbuh dalam lingkungan di sekitarnya. Sebaliknya, apabila seorang pemimpin menjadikan kewenangan sebagai ruang untuk memenuhi kepentingan pribadi, kebiasaan tersebut juga berpotensi memengaruhi budaya organisasi.

Pelajaran tersebut dinilai relevan untuk pendidikan kepemimpinan di Indonesia. Meskipun tidak semua aspek pengalaman Iran dapat diterapkan di Indonesia, prinsip mengenai integritas, tanggung jawab, dan pengendalian diri dapat menjadi nilai yang dipelajari secara universal. Setiap negara memiliki sejarah dan karakter yang berbeda, tetapi kebutuhan terhadap pemimpin yang mampu menjaga dirinya tetap menjadi persoalan yang sama.

Sekolah Negarawan memandang bahwa pemimpin masa depan harus dibentuk bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan kekuatan karakter. Pengetahuan dapat membantu seseorang memahami persoalan, sementara karakter menentukan bagaimana pengetahuan tersebut digunakan ketika seseorang memiliki kewenangan. Karena itu, pendidikan kepemimpinan harus memberikan ruang yang seimbang bagi pengembangan ilmu, moral, tanggung jawab, dan keteladanan.

Seorang pemimpin pada akhirnya akan menghadapi situasi ketika tidak ada aturan yang secara eksplisit menentukan setiap pilihan yang harus diambil. Pada saat itulah karakter menjadi penentu karena keputusan tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada nilai yang hidup dalam diri seorang pemimpin. Dalam keadaan tersebut, kesederhanaan, integritas, dan kemampuan mengendalikan diri menjadi ukuran penting dari kualitas kepemimpinan.

Dari Teheran, refleksi tersebut menjadi salah satu pelajaran yang dibawa pulang Sekolah Negarawan. Kekuasaan yang besar membutuhkan pengendalian diri yang semakin kuat agar tetap berada dalam koridor amanah dan tanggung jawab. Sebelum mampu mengendalikan organisasi dan menjalankan kewenangan, seorang pemimpin harus terlebih dahulu mampu mengendalikan dirinya sendiri.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Kekuasaan Tidak Diikuti Kemewahan, Sekolah Negarawan Membaca Arti Zuhud dalam Kepemimpinan
Next Article Sekolah Negarawan Sepakat Pemimpin Tidak Cukup Pintar, Harus Mampu Membaca Perubahan Dunia

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Rakyat yang Terpinggirkan: Populisme Menipu Rakyat dengan Kekuasaan yang Tidak Adil

March 17, 2026
Isu yang dibahas Presiden dan para menteri mencakup ketegangan Timur Tengah, terutama serangan terbuka Amerika Serikat ke situs nuklir Iran.
Pemerintah

Presiden Panggil Menteri Bahas Krisis Global, Partai X: Dunia Ribut, Tapi Masalah di Dapur Rakyat Tak Kunjung Dibahas!

June 24, 2025
Pendidikan

BGN Kucurkan Rp 900 M Per Hari, Partai X Minta Pengawasan Ketat

December 2, 2025
Pemerintah

Menata Masa Depan dengan Pilar Menjaga Bangsa dan Negara

July 29, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.