ISFAHAN, IRAN — Penulisan artikel bersama dapat menjadi awal dari hubungan akademik antara dua negara. Namun, bagi Sekolah Negarawan dan akademisi Universitas Islam Azad Isfahan, kerja sama Indonesia dan Iran memiliki peluang untuk berkembang jauh lebih luas melalui penelitian, pertukaran gagasan, serta pengembangan pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Group Discussion antara Sekolah Negarawan dan akademisi Universitas Islam Azad Isfahan atau Khorasgan. Pertemuan ini mempertemukan akademisi dari berbagai bidang keilmuan yang berada di bawah Fakultas Tata Kelola dan Administrasi serta bidang hukum dan kemanusiaan. Diskusi berlangsung dengan membahas berbagai kemungkinan kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh kedua pihak.
Dari Penulisan Bersama Menuju Kolaborasi

Dalam pertemuan tersebut, pihak Universitas Islam Azad Isfahan menyampaikan bahwa co-authorship atau penulisan karya ilmiah bersama dapat menjadi salah satu bentuk awal hubungan akademik. Namun, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada menghasilkan publikasi bersama. Hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, forum akademik, serta pengembangan berbagai kajian yang relevan bagi kedua negara.
Pandangan tersebut sejalan dengan agenda Sekolah Negarawan selama berada di Iran. Kunjungan ke berbagai institusi menjadi kesempatan untuk mempelajari pengalaman Iran dalam bidang pendidikan, tata kelola, teknologi, kebudayaan, kelembagaan, serta perkembangan peradabannya. Pertemuan dengan akademisi Universitas Islam Azad Isfahan kemudian membuka ruang untuk memperluas proses pembelajaran tersebut melalui kerja sama akademik.
Membuka Kajian tentang Tata Kelola
Salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah kajian tata kelola. Pembahasan mengenai tata kelola tidak hanya berkaitan dengan cara lembaga menjalankan administrasi. Bidang tersebut juga mencakup hubungan antara nilai, institusi, hukum, kebijakan publik, masyarakat, dan pengetahuan dalam membentuk sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Indonesia dan Iran memiliki latar belakang sejarah serta kondisi masyarakat yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru dapat menjadi sumber pembelajaran ketika kedua negara dibandingkan melalui kajian akademik. Pengalaman masing-masing negara dapat menjadi bahan untuk memahami berbagai pendekatan dalam membangun institusi dan mengelola kehidupan masyarakat.
Para akademisi Universitas Islam Azad Isfahan juga menyampaikan ketertarikan terhadap kemungkinan kerja sama dalam bidang peradaban, kebijakan publik, dan tata kelola. Sementara itu, Sekolah Negarawan melihat peluang untuk mengembangkan penelitian komparatif mengenai konstitusi, kelembagaan, serta berbagai pengalaman pengelolaan negara.
Pengetahuan yang Memberikan Manfaat
Pembahasan dalam FGD kemudian berkembang pada pertanyaan mengenai bagaimana hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Publikasi ilmiah memang penting sebagai bagian dari pengembangan pengetahuan. Namun, hasil kajian juga dapat diarahkan untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pengembangan institusi.
Dalam konteks tersebut, universitas memiliki posisi penting sebagai ruang bertemunya berbagai pengalaman dan perspektif. Akademisi dari Indonesia dan Iran dapat saling mempelajari pendekatan yang berkembang di masing-masing negara. Pertukaran tersebut kemudian dapat menghasilkan pengetahuan baru yang lahir dari pengalaman kedua belah pihak.
Bagi Sekolah Negarawan, hubungan akademik semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun jejaring pengetahuan lintas negara. Kerja sama tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya bersama, tetapi juga membuka kesempatan bagi kedua pihak untuk belajar, melakukan penelitian, dan mengembangkan gagasan secara berkelanjutan.
Dari Isfahan, pertemuan tersebut membuka peluang untuk membangun hubungan akademik yang lebih luas. Perjalanan dapat dimulai dari co-authorship, berkembang menjadi penelitian bersama, lalu bergerak menuju produksi pengetahuan yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia dan Iran.



