By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 26 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Berita Terkini > Sekolah Negarawan Pelajari Gagasan Kota Islam Isfahan, dari Nilai Al-Qur’an hingga Lebih dari 2.000 Indikator
Berita Terkini

Sekolah Negarawan Pelajari Gagasan Kota Islam Isfahan, dari Nilai Al-Qur’an hingga Lebih dari 2.000 Indikator

beritaX
Last updated: August 26, 2026 10:07 am
By beritaX
Share
5 Min Read
SHARE

ISFAHAN, IRAN — Diskusi makan siang antara tim Sekolah Negarawan dan sejumlah pemangku kepentingan di Isfahan berkembang dari pembahasan kebudayaan dan pariwisata menuju gagasan mengenai pembangunan kota berdasarkan nilai nilai Islam. Pertemuan yang berlangsung di Club Municipality The 1 Restaurant tersebut mempertemukan pelaku wisata, dosen, akademisi, serta sejumlah pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kota. Dari pertemuan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai pendekatan yang dikembangkan di Isfahan dalam membangun konsep kota yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Contents
Mengenal Konsep Kota IslamDari Nilai Al Qur’an hingga Ribuan IndikatorKota Islam Tidak Hanya tentang BangunanMelihat Pembangunan dari DampaknyaMembuka Ruang Pertukaran Pengetahuan

Mengenal Konsep Kota Islam

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian adalah konsep Islamic City atau Kota Islam yang dikembangkan melalui sejumlah lembaga dan pusat kajian di Isfahan. Dalam diskusi dijelaskan adanya hubungan antara think tank Kota Islam, Sekretariat Kota Islam, serta pusat riset Pemerintah Kota Isfahan. Pembahasan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menghubungkan gagasan keislaman dengan kebutuhan pengembangan kota pada masa kini.

Para peserta juga membicarakan kemungkinan membangun hubungan dengan Kashan, termasuk melalui akademisi dan pusat kajian Nahjul Balaghah di kota tersebut. Pertukaran pengetahuan antarkota dan antar lembaga dinilai dapat membuka kesempatan untuk memperluas kajian mengenai pembangunan perkotaan. Hubungan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk membandingkan pengalaman pengembangan kota di Iran dengan konteks yang ada di Indonesia.

Dari Nilai Al Qur’an hingga Ribuan Indikator

Salah satu konsep yang diperkenalkan dalam diskusi adalah Shahr-e Tayyib yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai Kota Tayyib atau Kota yang Baik. Konsep tersebut dikembangkan dengan mengambil sumber dari Al Qur’an, riwayat, pengalaman peradaban Islam, serta pemikiran para ahli mengenai kota Islam. Berbagai sumber tersebut kemudian dirumuskan menjadi pendekatan yang dapat digunakan untuk melihat dan mengembangkan kehidupan perkotaan.

Hal yang menarik adalah pendekatan tersebut disebut telah menghasilkan lebih dari 2.000 indikator. Indikator tersebut berasal dari empat kelompok sumber utama yaitu ayat Al Qur’an, riwayat, pengalaman dan warisan peradaban Islam, serta teori dan pemikiran para ahli mengenai kota Islam. Ribuan indikator tersebut kemudian dikelompokkan, disederhanakan, dan disusun menjadi sejumlah indikator makro yang lebih mudah digunakan.

Tahapan berikutnya adalah menerjemahkan indikator tersebut ke dalam action plan atau model penerapan yang dapat digunakan dalam berbagai aspek kehidupan perkotaan. Dengan pendekatan tersebut, gagasan mengenai Kota Islam tidak berhenti pada pemahaman normatif mengenai kota yang baik. Konsep tersebut diarahkan menjadi sebuah kerangka yang dapat membantu proses perencanaan sekaligus evaluasi pembangunan kota.

You Might Also Like

2.000 Wajib Pajak Jadi Sasaran Kemenkeu, Partai X: Jangan Bebani Dunia Usaha!
Garuda & Citilink Diskon Tiket Pesawat 14%! Partai X: Rakyat Diuntungkan?
Membaca “Resistance” Iran Melalui Konstitusi: Gagasan Riset Bersama Sekolah Negarawan dan Akademisi Isfahan
Polda Metro Jaya Dinilai Enggan Tangani Dugaan Pemalsuan Dokumen Pajak

Kota Islam Tidak Hanya tentang Bangunan

Dalam diskusi dijelaskan bahwa konsep Kota Islam memiliki cakupan yang luas. Pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan keberadaan masjid, arsitektur, atau bentuk fisik sebuah kota, tetapi juga mencakup lingkungan hidup, budaya, kehidupan sosial, pelayanan publik, ekonomi, keluarga, serta berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan manusia dan kualitas kehidupan sebagai bagian penting dalam melihat perkembangan sebuah kota.

Perspektif tersebut juga memunculkan pembahasan mengenai cara mengukur keberhasilan pembangunan kota. Pembangunan tidak cukup dinilai dari panjang jalan yang dibangun, jumlah fasilitas transportasi, atau banyaknya proyek fisik yang diselesaikan. Berbagai ukuran tersebut tetap penting, tetapi dapat dilengkapi dengan pertanyaan mengenai pemerataan pelayanan, kehidupan keluarga, manfaat pembangunan bagi masyarakat, serta keadilan sosial.

Melihat Pembangunan dari Dampaknya

Cara pandang tersebut memperluas pemahaman mengenai pembangunan perkotaan. Perhatian tidak hanya diarahkan pada pertanyaan mengenai seberapa banyak pembangunan yang telah dilakukan, tetapi juga mengenai siapa yang mendapatkan manfaat dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan sebuah kota dapat dilihat melalui perpaduan antara perkembangan fisik dan kualitas kehidupan warganya.

Bagi tim Sekolah Negarawan, gagasan tersebut menjadi salah satu pengalaman pembelajaran yang menarik selama perjalanan di Iran. Meskipun Indonesia dan Iran memiliki konteks masyarakat serta tata kelola yang berbeda, pembahasan mengenai indikator pembangunan kota memberikan kesempatan untuk membandingkan berbagai pendekatan dalam mengembangkan kehidupan perkotaan. Pertukaran gagasan semacam ini dapat memperluas wawasan mengenai bagaimana nilai, pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat dapat diterjemahkan ke dalam pembangunan.

Membuka Ruang Pertukaran Pengetahuan

Pertemuan tersebut juga membuka peluang untuk memperluas hubungan antara akademisi, pemerintah kota, pusat kajian, dan institusi pendidikan dari Indonesia dan Iran. Kolaborasi antarlembaga dapat menjadi ruang untuk saling mempelajari pengalaman serta mengembangkan kajian mengenai pembangunan kota yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pertukaran pengetahuan juga dapat membantu mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis dalam pengelolaan perkotaan.

Dari sebuah pertemuan sederhana di tengah Kota Isfahan, pembahasan akhirnya berkembang menuju pertanyaan yang lebih luas mengenai arah pembangunan kota. Sebuah kota tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan keadilan, kualitas kehidupan, keberlanjutan, dan nilai yang menjadi dasar pengembangannya. Bagi Sekolah Negarawan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa membangun kota berarti membangun ruang kehidupan manusia secara utuh.

Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dari Isfahan ke Indonesia, Diskusi Sekolah Negarawan Soroti Pariwisata sebagai Jembatan Antarbudaya
Next Article Bukan Sekadar Museum, Rumah Revolusi Isfahan Menyimpan 10.000 Koleksi Buku

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Berita TerkiniPemerintah

Rakyat Indonesia Akan Selalu Jadi Korban Jika Kondisinya Seperti Ini!

July 8, 2025
Berita TerkiniPemerintah

Kemana Perginya Hati Nurani Pemerintah Indonesia?

August 11, 2025
“Menetapkan Lain” vs “Membatalkan”
Berita Terkini

“Menetapkan Lain” & “Membatalkan”: Menelusuri Batas Wewenang Pejabat Bea dan Cukai dalam Keputusan Keberatan

October 24, 2025
Berita Terkini

Tindakan Kesewenang-Wenangan Fiskus Kepada Wajib Pajak Dalam Pemeriksaan Pajak

October 31, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.