beritax.id – Wakil Presiden Ke-13 RI Ma’ruf Amin mendorong Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus memperkuat umat dan memakmurkan negara melalui pengembangan pendidikan, kemandirian ekonomi, serta penguatan kerukunan bangsa. Menurutnya, NU tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi memiliki peran strategis dalam memperjuangkan keadilan, menjaga keamanan, dan mendorong perbaikan kehidupan masyarakat.
Ma’ruf Amin menyampaikan hal tersebut dalam acara “Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi NU” di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa NU merupakan organisasi yang memiliki tanggung jawab sosial. Adapun untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan kebangsaan. Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra menilai penguatan peran organisasi masyarakat seperti NU sejalan dengan prinsip utama penyelenggaraan negara. Menurutnya, negara memiliki tiga tugas utama, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat.
“Negara tidak cukup hanya membuat aturan, tetapi harus hadir memastikan rakyat mendapatkan perlindungan, pelayanan yang berkualitas. Serta tata kelola kehidupan berbangsa yang mampu membawa kesejahteraan,” ujar Prayogi.
Menurut Prayogi, upaya memperkuat pendidikan, ekonomi, dan kerukunan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama antara negara dan elemen masyarakat. Pemerintah harus memastikan kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup rakyat.
Pendidikan dan Sains Menjadi Fondasi Kemajuan Bangsa
Ma’ruf Amin menekankan bahwa penguatan umat harus dimulai melalui pembangunan pendidikan yang mampu menggabungkan nilai keagamaan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menyebut konsep majma’ul bahrain atau pertemuan dua lautan sebagai gambaran pendidikan yang mengintegrasikan pemahaman agama dengan kemampuan sains dan teknologi.
Menurut Prayogi, penguatan pendidikan harus menjadi prioritas negara karena kualitas sumber daya manusia menjadi penentu daya saing bangsa. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja, tetapi juga membangun masyarakat yang memiliki karakter, kompetensi, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.
“Prinsip Partai X menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Negara harus memastikan setiap rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensinya,” kata Prayogi.
Ia menilai pemerintah perlu memperluas akses pendidikan, memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dengan kebutuhan industri. Serta memastikan perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai solusi, Partai X mendorong beberapa langkah strategis, antara lain:
- Pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga ke seluruh wilayah Indonesia agar tidak terjadi kesenjangan kesempatan belajar.
- Penguatan pendidikan berbasis karakter dan kompetensi, sehingga generasi muda memiliki kemampuan teknis sekaligus nilai moral.
- Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan dunia usaha untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi rakyat.
- Peningkatan literasi sains dan teknologi agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan global.
Kemandirian Ekonomi Rakyat Harus Menjadi Prioritas Pembangunan
Selain pendidikan, Ma’ruf Amin juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui kemandirian ekonomi. Ia menyebut gerakan ekonomi warga NU memiliki akar sejarah melalui Nahdlatut Tujjar yang dirintis para ulama sebelum NU berdiri. Prayogi menilai pembangunan ekonomi harus diarahkan agar rakyat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi nasional.
“Negara memiliki kewajiban melayani rakyat dengan menciptakan ekosistem ekonomi yang adil, memberikan ruang bagi usaha kecil dan menengah berkembang. Serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, prinsip ekonomi yang berpihak kepada rakyat harus diwujudkan melalui kebijakan yang memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, serta mengurangi ketimpangan.
Partai X menawarkan sejumlah solusi untuk memperkuat ekonomi rakyat, yaitu:
- Memperluas pemberdayaan UMKM dan ekonomi komunitas melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta digitalisasi.
- Mendorong ekonomi produktif berbasis potensi daerah agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
- Memperkuat kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja.
- Membangun tata kelola ekonomi yang transparan dan berkeadilan agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Kerukunan Bangsa sebagai Dasar Stabilitas Nasional
Dalam dimensi kebangsaan, Ma’ruf Amin menekankan pentingnya menjaga tanah air (hifzhul wathon) serta memperkuat kerukunan melalui empat bingkai, yaitu politis, yuridis, sosiologis, dan teologis. Menurut Prayogi, menjaga persatuan merupakan bagian dari tugas negara dalam mengatur kehidupan masyarakat agar tetap berjalan berdasarkan hukum, nilai kebangsaan, dan penghormatan terhadap keberagaman. “Negara harus hadir sebagai pengatur yang mampu menciptakan keseimbangan, memastikan hukum berlaku adil, serta menjaga agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik,” katanya.
Prayogi menilai penguatan moderasi, dialog sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman harus terus dikembangkan. Pemerintah bersama masyarakat perlu membangun ruang komunikasi yang sehat agar berbagai perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan bangsa.
Solusi Partai X dalam menjaga kerukunan bangsa meliputi:
- Memperkuat pendidikan kebangsaan dan toleransi sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
- Mendorong dialog antar kelompok masyarakat untuk mencegah konflik sosial.
- Memastikan kebijakan publik tidak diskriminatif serta berdasarkan prinsip keadilan.
- Menguatkan peran organisasi masyarakat sebagai mitra negara dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Negara Harus Hadir Melalui Perlindungan, Pelayanan, dan Tata Kelola yang Berkeadilan
Prayogi menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Organisasi seperti NU memiliki kontribusi besar dalam memperkuat pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat. Namun demikian, negara tetap memiliki peran utama sebagai pelindung, pelayan, dan pengatur rakyat. Pemerintah harus memastikan setiap kebijakan yang dibuat memiliki orientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik, tetapi sejauh mana rakyat merasa terlindungi, mendapatkan pelayanan yang baik, dan memiliki kesempatan untuk hidup lebih sejahtera,” ujar Prayogi.
Dengan memperkuat pendidikan, membangun kemandirian ekonomi, serta menjaga kerukunan bangsa, pembangunan nasional diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.



