By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 5 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia: Republik atau Kerajaan Pajak dan Sumber Daya 
Pemerintah

Indonesia: Republik atau Kerajaan Pajak dan Sumber Daya 

Diajeng Maharini
Last updated: June 5, 2026 12:12 pm
By Diajeng Maharini
Share
6 Min Read
republik atau kerajaan pajak
SHARE

beritax.id – Indonesia sering membanggakan diri sebagai negara modern. Namun, pertanyaan republik atau kerajaan pajak semakin sering muncul dalam ruang publik. Gedung pencakar langit berdiri megah di berbagai kota besar. Jalan tol terus dibangun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Teknologi digital menjangkau hampir seluruh aktivitas masyarakat. Pemerintah berbicara tentang transformasi digital dan kecerdasan buatan. Hilirisasi industri juga dipromosikan sebagai simbol kemajuan bangsa. Dari kejauhan, Indonesia terlihat bergerak menuju negara maju yang modern. Namun kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Kemajuan juga harus diukur dari keadilan yang dirasakan rakyat.

Modernitas dan Ukuran Kemajuan Bangsa

Modernitas sering dikaitkan dengan teknologi dan infrastruktur. Padahal sejarah menunjukkan bahwa teknologi bukan ukuran utama kemajuan bangsa. Sebuah negara menjadi modern ketika mampu membangun sistem yang adil. Negara maju menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan pembangunan. Kekayaan alam dikelola untuk kemakmuran masyarakat secara luas. Kekuasaan digunakan untuk melayani rakyat, bukan melayani kepentingan tertentu. Karena itu, ukuran kemajuan harus dilihat dari manfaat yang diterima masyarakat. Kemajuan fisik tanpa keadilan hanya menciptakan kesan kemajuan semata.

Budayawan Cak Nun pernah menyampaikan kritik keras mengenai pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, daerah penghasil sering memperoleh bagian yang sangat kecil. Sebaliknya, keuntungan terbesar mengalir kepada pusat dan pelaku usaha. Kritik tersebut mengingatkan publik pada konsep upeti dalam sistem kerajaan. Pada masa lalu, daerah menyerahkan hasil bumi kepada pusat kekuasaan. Sebagai imbalannya, pusat memberikan perlindungan dan keamanan. Hubungan tersebut berlangsung secara vertikal dan tidak seimbang. Cak Nun menilai praktik saat ini memiliki kemiripan tertentu. Bahkan pembagian hasil telah diatur sebelum sumber daya dihasilkan. Pernyataan tersebut memunculkan diskusi mengenai keadilan distribusi nasional.

Daerah Kaya yang Belum Menikmati Kemakmuran

Secara logika, daerah kaya sumber daya harus menikmati manfaat paling besar. Masyarakat setempat seharusnya merasakan peningkatan kesejahteraan lebih cepat. Pendidikan seharusnya berkembang lebih baik dan lebih merata. Fasilitas kesehatan semestinya lebih mudah dijangkau masyarakat. Infrastruktur dasar juga seharusnya tumbuh lebih pesat. Namun kenyataan sering menunjukkan kondisi yang berbeda. Banyak daerah penghasil masih menghadapi kemiskinan dan keterbatasan pembangunan. Kekayaan alam keluar dalam jumlah besar setiap tahun. Namun manfaat yang kembali sering dianggap tidak sebanding. Akibatnya muncul kesan bahwa daerah hanya menjadi lokasi eksploitasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah pembangunan nasional.

Indonesia menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Konstitusi juga menyatakan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat. Namun implementasi prinsip tersebut masih menjadi perdebatan. Banyak masyarakat merasa manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Negara memang membutuhkan distribusi untuk menjaga persatuan nasional. Daerah yang kuat membantu daerah yang masih tertinggal. Prinsip tersebut penting dalam kerangka solidaritas kebangsaan. Namun masalah muncul ketika ketimpangan menjadi terlalu besar. Pada titik tertentu, distribusi dianggap tidak lagi mencerminkan keadilan. Situasi tersebut melahirkan kritik terhadap sistem yang berlaku.

Cara Berpikir Kekuasaan yang Dipersoalkan

Persoalan utama bukan hanya mengenai pembagian hasil sumber daya. Persoalan yang lebih mendasar adalah cara berpikir kekuasaan. Kekuasaan yang sehat memandang rakyat sebagai tujuan utama. Kekuasaan yang sehat mencari manfaat terbesar bagi masyarakat. Sebaliknya, kekuasaan yang tidak sehat lebih fokus mengendalikan sumber daya. Rakyat akhirnya diposisikan sebagai objek kebijakan semata. Cara berpikir tersebut menentukan arah pembangunan nasional. Negara modern harus dibangun di atas prinsip keadilan dan transparansi. Negara juga harus menghormati hak rakyat secara konsisten.

You Might Also Like

Kasus Pajak Djarum, Partai X: Tax Amnesty Jangan Jadi Alibi Korupsi!
Model Kepemimpinan Ideal: Menyatukan Moralitas dan Profesionalitas dalam Pemerintahan
Sejarah Mau Diubah, Fadli Zon Ribut, Partai X: Mana yang Lebih Penting Fakta atau Narasi?
Peserta PPS Diperiksa Lagi: Alarm Kepercayaan Wajib Pajak Mulai Menyala

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, negara tidak boleh kehilangan orientasi dasarnya. Ia mengingatkan bahwa tugas negara hanya ada tiga. Negara wajib melindungi rakyat dari ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan. Negara wajib melayani rakyat melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Serta negara wajib mengatur rakyat secara adil dan bertanggung jawab. Rinto menegaskan bahwa kekuasaan bukan tujuan akhir bernegara. Kekuasaan hanyalah alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, setiap kebijakan harus diukur berdasarkan manfaatnya bagi masyarakat. Negara tidak boleh lebih sibuk mengumpulkan penerimaan dibanding melayani rakyat.

Solusi Mengembalikan Keadilan Pembangunan

Pemerintah perlu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam. Informasi mengenai penerimaan dan distribusi harus terbuka kepada publik. Daerah penghasil perlu memperoleh manfaat yang lebih proporsional. Kebijakan fiskal harus mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat setempat. Pengawasan publik perlu diperkuat melalui partisipasi masyarakat. Regulasi yang tidak berpihak kepada rakyat harus dievaluasi secara berkala. Pembangunan harus diukur melalui kesejahteraan yang nyata. Pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama pembangunan. Kesempatan ekonomi harus dibuka secara lebih merata. Negara juga harus memastikan kekayaan nasional kembali kepada rakyat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya terlihat maju secara fisik. Pembangunan juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Pertanyaan mengenai republik atau kerajaan pajak bukan sekadar kritik. Pertanyaan tersebut menyentuh hubungan antara negara dan rakyat. Ukuran keberhasilan negara bukan hanya pertumbuhan ekonomi nasional. Ukuran keberhasilan negara adalah kesejahteraan rakyat yang nyata. Modernitas bukan sekadar teknologi dan infrastruktur megah. Modernitas adalah kemampuan menghadirkan keadilan bagi seluruh warga negara. Jika keadilan terwujud, kemajuan memiliki makna yang sesungguhnya. Namun tanpa keadilan, kemajuan hanya menjadi simbol yang kehilangan substansi. Pada akhirnya, rakyat berhak menjadi penerima utama manfaat kekayaan bangsa.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Republik atau Kerajaan Pajak: Negara Demokrasi dengan Mental Upeti 
Next Article Ketika Rakyat Menjadi Penonton di Tanahnya Sendiri: Republik atau Kerajaan Pajak

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Keputusan Sepihak: Efek Negatif Absolutisme dalam Lembaga Kepresidenan

April 1, 2026
Pemerintah

Kepemimpinan Berbasis Popularitas: Antara Panggung dan Tanggung Jawab

April 30, 2026
Pemerintah

Potensi Pidana IUP Muncul Lagi, Partai X: Izin Tambang Harus Diperiksa, Bukan Diperpanjang Diam-diam!

June 11, 2025
Pemerintah

KUHAP dan KUHP Baru, Kritik Jangan Sampai Dibungkam!

January 2, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.