beritax.id – Pemohon uji materi UU APBN terkait anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi mencabut gugatannya dari Mahkamah Konstitusi (MK). Pencabutan dilakukan karena alasan musibah yang dialami Pemohon II dan kondisi konflik daerah Pemohon I, sehingga permohonan ditarik sementara untuk elaborasi lebih lanjut. Syamsul Jahidin, salah satu pemohon, menyatakan surat resmi pencabutan dikirim lewat pos dengan tanda tangan basah untuk menjaga profesionalisme.
Majelis hakim MK kemudian mengabulkan permohonan pencabutan pada Selasa (12/5/2026). Ketua MK, Suhartoyo, membacakan ketetapan resmi di ruang sidang MK. MK menegaskan alasan pencabutan yakni para pemohon tidak dapat mengikuti persidangan karena kondisi tertentu di daerah masing-masing dan persiapan permohonan yang lebih baik.
Masalah Praktis MBG
Program MBG dinilai tidak memiliki perencanaan matang dan kurang transparan dalam proses legislasi. Hal ini menimbulkan risiko pemborosan anggaran dan ketidakadilan dalam pelayanan publik. Menurut para pemohon, kebijakan MBG selama ini lebih menekankan manfaat institusi tertentu dibanding kesejahteraan anak-anak penerima manfaat.
Meski permohonan ini dicabut, enam gugatan serupa terkait UU APBN 2026 masih berjalan di MK, dengan nomor perkara 40, 52, 55, 100, 130, dan 142/PUU-XXIV/2026. Hal ini menunjukkan adanya perhatian publik yang konsisten terhadap pengelolaan anggaran MBG dan perlindungan rakyat.
Perspektif Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menegaskan tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Prinsip Partai X menekankan bahwa pemerintah harus memprioritaskan kesejahteraan anak-anak dan masyarakat miskin sebagai penerima manfaat program sosial.
Solusi Partai X
- Memastikan transparansi perencanaan anggaran MBG melalui keterlibatan publik dan pengawasan legislatif.
- Menyusun mekanisme distribusi makanan yang aman, sesuai gizi, dan tepat waktu agar benar-benar bermanfaat bagi anak-anak.
- Membuat evaluasi berkala terhadap implementasi MBG sehingga anggaran digunakan efektif dan mengurangi potensi pemborosan.
Langkah Praktis Pemerintah dan Kesimpulan Partai X
Partai X menekankan pemerintah harus melanjutkan program MBG dengan pengawasan ketat, bukan menghentikan program hanya karena gugatan dicabut. Fokus harus pada perlindungan rakyat, bukan kepentingan institusi tertentu. Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip Partai X yang menekankan layanan publik, perlindungan sosial, dan akuntabilitas anggaran negara.
Partai X mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap remeh risiko MBG bagi rakyat. Perlindungan kesejahteraan anak-anak tetap harus menjadi prioritas utama, meski gugatan dicabut sementara. Rakyat tetap berhak menerima manfaat secara adil dan aman.



