beritax.id – Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi santai kekhawatiran pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam pidato peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, ia menilai masyarakat desa tidak terlalu terdampak fluktuasi kurs. “Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” ujar Prabowo dikutip dari YouTube Setpres.
Prabowo memaparkan upaya pemerintah memperbaiki hubungan dengan negara tetangga dan mitra internasional sebagai bagian dari politik luar negeri Indonesia. Ia menyebut perbaikan hubungan dengan Singapura, Vietnam, dan Tiongkok berhasil membuka peluang stabilisasi ekonomi. Kondisi Natuna kini juga lebih kondusif setelah perbaikan hubungan dengan China.
Stabilitas Pangan dan Energi
Presiden menegaskan ketersediaan pangan dan energi nasional tetap aman meski situasi global tidak menentu. “Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujarnya. Prabowo menekankan pentingnya pimpinan negara tetap setia kepada kepentingan bangsa dan rakyat. Menurutnya, rakyat pasti setia kepada negara, namun elite kerap tidak berpihak pada rakyat setelah memiliki kekuasaan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik meski rupiah sempat menyentuh Rp 17.500 per dolar AS. Ia menegaskan fundamental ekonomi domestik masih kuat, berbeda jauh dengan krisis moneter 1998. Purbaya menekankan langkah stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, namun Kementerian Keuangan siap mendukung pasar keuangan domestik agar tetap stabil.
Perspektif Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menekankan tugas negara tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Prinsip Partai X menegaskan presiden harus menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama, bukan meremehkan dampak ekonomi bagi masyarakat kecil.
Solusi Partai X menyarankan pemerintah fokus pada: pertama, penyediaan subsidi dan perlindungan harga pangan untuk warga desa; kedua, penguatan dukungan ekonomi mikro agar produktivitas masyarakat desa tetap terjaga; ketiga, pengawasan aliran modal asing untuk mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Tantangan dan Rekomendasi
Partai X menekankan pengelolaan krisis ekonomi harus memprioritaskan masyarakat paling rentan. Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta perlu diperkuat untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi secara adil. Strategi ini sekaligus meminimalkan risiko panic buying atau spekulasi akibat fluktuasi mata uang.
Partai X menegaskan presiden wajib memprioritaskan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama. Menganggap remeh dampak fluktuasi rupiah terhadap masyarakat kecil, terutama di desa, akan merugikan rakyat dan bertentangan dengan prinsip negara yang melindungi rakyat.



