By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 15 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Suluk Negarawan di Blora Serukan Lahirnya Negarawan Sejati
Pemerintah

Suluk Negarawan di Blora Serukan Lahirnya Negarawan Sejati

Diajeng Maharani
Last updated: May 15, 2026 3:34 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Blora, 14 Agustus 2026 — Di tengah dinamika pemerintahan yang kian didominasi persaingan kekuasaan dan kepentingan jangka pendek, forum Suluk Negarawan yang diselenggarakan Lumbung Kreasi Nusantara bersama Sekolah Negarawan di Hotel Azana Hill Resort Blora menghadirkan refleksi mendalam tentang semakin langkanya sosok negarawan dalam kehidupan berbangsa di Indonesia.

Forum yang berlangsung pada Jumat (14/8/2026) itu menghadirkan penggagas Sekolah Negarawan Adil Amrullah atau Cak Dil, Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, dan Wakil Direktur Bidang Hukum dan Kerja Sama Rinto Setiyawan. Dalam diskusi tersebut, para peserta diajak membedakan secara tegas antara politikus dan negarawan.

Perbedaan Politikus dan Negarawan

Dalam salah satu materi yang dipaparkan Sekolah Negarawan disebutkan bahwa politikus cenderung berpikir transaksional dan jangka pendek. Sedangkan negarawan berpikir jauh melampaui kepentingan kekuasaan sesaat.

Bagi Sekolah Negarawan, negarawan adalah sosok yang bijaksana, visioner, berintegritas, dan memahami ilmu kenegaraan secara mendalam. Negarawan tidak harus berada di dalam lingkar kekuasaan. Ia bisa hadir di tengah masyarakat sebagai penjaga nilai, pengingat arah bangsa, sekaligus pengawal kepentingan rakyat.

“Negarawan tidak identik dengan pejabat atau jenderal. Tugas utamanya menjaga prinsip dasar negara agar tetap berjalan untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat,” terang salah satu pemateri dalam forum tersebut.

Pendidikan Kenegarawanan bagi Generasi Muda

Penggagas Sekolah Negarawan, Cak Dil, menegaskan bahwa kesadaran tentang kenegarawanan harus dibangun sejak dini, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, bangsa yang besar tidak cukup hanya memiliki banyak politisi, tetapi membutuhkan manusia-manusia yang memiliki tanggung jawab moral terhadap arah perjalanan negara.

You Might Also Like

Korupsi dan Oligarki: Penghalang Keadilan di Indonesia
Pemerintahan Prabowo Satu Tahun, Partai X: Rakyat Masih Menunggu Bukti
Entitas Kekuasaan Tertutup atau Demokrasi yang Disandera?
Batas Kekuasaan Kabur dalam Pemerintahan: Keputusan Tanpa Dasar yang Menyusahkan Rakyat

“Setiap warga negara punya tanggung jawab terhadap keadaan negaranya,” ujarnya.

Karena itu, Suluk Negarawan dirancang bukan sekadar sebagai seminar kebangsaan, melainkan ruang pendidikan yang mengajak peserta berpikir lebih mendalam tentang makna negara, kekuasaan, dan tanggung jawab sosial.

Dalam forum tersebut, Cak Dil juga menyinggung gagasan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun mengenai pentingnya memisahkan negara dan pemerintah. Menurutnya, negara tidak boleh dipersempit hanya menjadi pemerintah yang sedang berkuasa. Jika keduanya dilebur tanpa jarak, kritik terhadap pemerintah akan mudah dianggap sebagai ancaman terhadap negara.

Sekolah Negarawan mengaku selama hampir dua tahun terakhir melakukan riset dan kajian serius terhadap gagasan tersebut. Agar dapat diterjemahkan menjadi konsep yang lebih aplikatif dan relevan bagi generasi muda Indonesia.

Fraktal Sosial dan Krisis Budaya Bangsa

Sementara itu, Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra menjelaskan bahwa krisis kenegarawanan hari ini juga berkaitan dengan budaya sosial yang terus mereproduksi mental feodal dan populis. Ia menggunakan teori “fraktal sosial” untuk menggambarkan bagaimana pola-pola kecil dalam masyarakat perlahan berubah menjadi budaya besar yang memengaruhi kehidupan bangsa.

Menurut Saputra, praktik korupsi, budaya takut tertinggal, hingga kebiasaan melanggar aturan tumbuh dari pola berulang yang dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika pola itu terus diwariskan, bangsa akhirnya kehilangan disiplin sosial dan orientasi moral.

“Persoalan bangsa ini bukan muncul tiba-tiba. Ia dibentuk oleh pola kecil yang terus diulang,” katanya.

Karena itu, Sekolah Negarawan mendorong perlunya perubahan melalui dua jalur sekaligus: transformasi struktural dan transformasi kultural. Transformasi struktural dapat dilakukan melalui pembenahan sistem ketatanegaraan, termasuk wacana amandemen kelima UUD RI. Sedangkan transformasi kultural dilakukan melalui pendidikan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk membangun budaya yang lebih transparan dan akuntabel.

Blora sebagai Ruang Refleksi Kebangsaan

Forum Suluk Negarawan di Blora sendiri berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif. Para peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pegiat komunitas, hingga tokoh masyarakat.

Blora dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh pemikiran yang kritis terhadap keadaan bangsa, seperti Samin Surosentiko dan Pramoedya Ananta Toer.

Di akhir forum, satu pesan yang paling terasa adalah bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menang dalam pemilu, tetapi oleh sejauh mana bangsa ini mampu melahirkan manusia-manusia yang berpikir melampaui dirinya sendiri.

Sebab republik yang besar, pada akhirnya, tidak hanya membutuhkan penguasa. Ia membutuhkan negarawan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Aturan Tak Menyelesaikan Masalah, Pemerintah Sibuk Mengatur Dipertanyakan
Next Article Pemerintah sibuk mengatur Pemerintah Sibuk Mengatur: Rakyat Diurus atau Dikendalikan?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Ketika Rakyat Kesulitan, Pemerintah Sibuk Mengatur Formalitas

May 15, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Ketika Kebudayaan Melemah, Saraf Bangsa Kehilangan Arah

April 15, 2026
Pemerintah

Pengadaan Sekolah Rakyat Bisa Dialihkan, Utamakan Pendidikan Publik Berkualitas

May 11, 2026
Berita TerkiniPemerintah

Kemenhub Luncurkan Aplikasi Mudik 2025, untuk Rakyat atau Ada Kepentingan Pemerintah?

March 8, 2025
Pemerintah

Korupsi Pajak dan Bea Cukai, Ganti Pejabat yang Terlibat dalam “Clique”!

February 10, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.