By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 2 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Lembaga Kepresidenan Mengambil Kendali: Bahaya Absolutisme dalam Demokrasi
Pemerintah

Ketika Lembaga Kepresidenan Mengambil Kendali: Bahaya Absolutisme dalam Demokrasi

Diajeng Maharani
Last updated: April 1, 2026 1:58 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Absolutisme lembaga kepresidenan menjadi ancaman serius bagi demokrasi Indonesia. Ketika presiden memegang kekuasaan yang terlalu besar, sistem checks and balances yang seharusnya ada dalam demokrasi mulai terancam. Ketimpangan kekuasaan yang dibiarkan berkembang dapat merusak stabilitas pemerintahan dan kesejahteraan rakyat.

Absolutisme Lembaga Kepresidenan: Kekuasaan yang Terpusat

Absolutisme lembaga kepresidenan terjadi ketika kekuasaan presiden semakin dominan, mengurangi peran lembaga lain dalam pemerintahan. Ketika sistem pemerintahan lebih mengandalkan satu individu dengan kekuasaan yang besar, sistem demokrasi yang seharusnya mencakup pembagian kekuasaan menjadi tidak berfungsi. Keputusan-keputusan yang diambil tanpa pengawasan yang memadai bisa mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan.

Absolutisme lembaga kepresidenan dapat merusak prinsip dasar demokrasi, yaitu pembagian kekuasaan. Ketika satu lembaga memiliki terlalu banyak kekuasaan, kontrol terhadap kebijakan pemerintah menjadi lemah. Hal ini mengarah pada ketidakadilan, karena tidak ada lembaga yang dapat mengawasi atau menentang kebijakan yang salah. Rakyat juga semakin kehilangan kepercayaan pada pemerintah yang terlalu terpusat.

Bahaya Ketidakadilan dalam Pengambilan Keputusan

Ketika lembaga kepresidenan mengambil kendali penuh, keputusan yang diambil cenderung lebih berpihak pada kepentingan kelompok tertentu. Tanpa pengawasan dari legislatif atau yudikatif, kebijakan bisa lebih menguntungkan pihak-pihak yang memiliki kedekatan, bukan berdasarkan kebutuhan rakyat. Hal ini memperburuk ketidaksetaraan dan mengarah pada kebijakan yang tidak adil.

Dalam sistem demokrasi yang sehat, kekuasaan harus dibagi dengan adil antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ketika lembaga kepresidenan terlalu kuat, keseimbangan kekuasaan terganggu. Ini bukan hanya mengancam sistem pemerintahan yang demokratis, tetapi juga menurunkan kualitas kebijakan yang diambil. Pemerintahan yang terpusat pada satu lembaga cenderung mengabaikan aspirasi rakyat secara keseluruhan.

Solusi: Memperkuat Sistem Checks and Balances

Untuk mengatasi bahaya absolutisme lembaga kepresidenan, solusi yang perlu diambil adalah memperkuat sistem checks and balances. Legislatif dan yudikatif harus memiliki kekuatan yang setara dengan eksekutif untuk mengawasi kebijakan pemerintah. Dalam hal ini, penting bagi legislatif untuk lebih aktif dalam mengkritisi kebijakan yang dikeluarkan oleh eksekutif, dan memastikan kebijakan tersebut berpihak pada kepentingan rakyat.

You Might Also Like

Keberhasilan yang Salah Arah: Ketika Gotong Royong Tanpa Keadilan Menghancurkan Prinsip Demokrasi
Pemberdayaan Perempuan Lewat Baznas, Bukan Negara? Partai X: Negara Mundur Satu Langkah Lagi
Kementerian Perindustrian Tanggapi Transaksi Mencurigakan, Penegakan Hukum Harus Transparan!
RUU KUHAP Minim Partisipasi, Partai X: Hukum Tanpa Rakyat Hanya Alat Kekuasaan!

Sistem checks and balances yang efektif juga melibatkan masyarakat dalam pengawasan kebijakan yang diambil pemerintah. Masyarakat yang terlibat dalam pengambilan keputusan akan memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan lebih berpihak pada mereka. Partisipasi publik yang lebih besar dalam proses kekuasaan akan mengurangi peluang penyalahgunaan kekuasaan oleh lembaga kepresidenan.

Selain memperkuat sistem checks and balances, langkah lain yang perlu diambil adalah menerapkan pembatasan kekuasaan eksekutif. Salah satunya adalah dengan memisahkan kewenangan presiden dalam hal pengambilan keputusan strategis yang mempengaruhi kehidupan rakyat. Setiap kebijakan penting harus melibatkan lebih banyak pihak dan mendapatkan persetujuan dari lembaga legislatif dan yudikatif.

Kesimpulan

Absolutisme lembaga kepresidenan mengancam prinsip-prinsip demokrasi dan keseimbangan kekuasaan di Indonesia. Pemerintahan yang terpusat pada satu lembaga berisiko merusak keadilan dan transparansi dalam pengambilan keputusan. Untuk mencegah hal ini, penting untuk memperkuat sistem checks and balances, memperbanyak partisipasi masyarakat, dan membatasi kekuasaan eksekutif. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat menjaga stabilitas demokrasi dan memastikan bahwa pemerintahan lebih berpihak pada rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih akan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah Pinjaman Bunga 6% Kopdes, Apakah Cukup Redam Jeratan Rentenir?
Next Article Sektor Peternakan Sambut MBG, Tapi Harga Pakan Masih Jadi Perhatian Sektor Peternakan Sambut MBG, Tapi Harga Pakan Masih Jadi Perhatian

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Penerimaan Pajak Rp362 T Dihapus, Partai X: Rakyat Dapat Apa?

August 27, 2025
Pemerintah

Meneguhkan Daya Tahan Bangsa Lewat Etika dan Keteladanan

November 17, 2025
Kriminal

Zarof Ricar Dituntut 20 Tahun dan Rp1 Miliar, Partai X: Hukum Tegas Harus Jadi Norma, Bukan Sekadar Panggung!

May 30, 2025
Pemerintah

Mengungkap Proyek Siluman Indonesia di Balik Dokumen Rapi

January 20, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.