By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 20 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > JK: Hati-hati Tambah Defisit APBN, Utamakan Stabilitas Ekonomi
Pemerintah

JK: Hati-hati Tambah Defisit APBN, Utamakan Stabilitas Ekonomi

Diajeng Maharani
Last updated: March 16, 2026 12:37 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan peringatan terkait rencana pemerintah untuk melebarkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3 persen. Menurut JK, langkah tersebut berisiko pada beban pembayaran cicilan dan bunga utang pemerintah.

“Jika defisit semakin besar, pembayaran cicilan dan bunga utang akan semakin tinggi. Persentase utang terhadap anggaran akan meningkat dan bisa mencapai 40 atau bahkan 50 persen. Itu sangat berbahaya untuk kelanjutan perekonomian negara,” ujar JK di kediamannya di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

JK menyatakan bahwa dalam situasi saat ini, defisit anggaran di bawah 3 persen sulit tercapai mengingat kenaikan harga minyak dunia yang dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan global. “Defisit yang semakin besar akan mengurangi kapasitas untuk pembangunan, ini harus diperbaiki,” tambahnya.

Pelebaran Defisit dan Tantangan Ekonomi Global

Pelebaran defisit anggaran di atas 3 persen hanya bisa dilakukan dengan mengubah undang-undang yang mengatur batasan tersebut. JK juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran secara hati-hati untuk menghindari dampak negatif jangka panjang.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan skenario jika harga minyak terus naik dan nilai tukar rupiah melemah. Defisit APBN diperkirakan dapat melampaui batas 3 persen, bahkan mencapai 4,06 persen. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah masih memikirkan langkah yang tepat untuk menghadapinya.

Alokasi Anggaran Daerah yang Terpengaruh

You Might Also Like

Analogi Bus Negara dan Arah Tujuan Bangsa
Rakyat Terlupakan: Penyimpangan Konstitusional Sunyi yang Menghancurkan Keadilan
Polri Disuruh Berantas Grup Menyimpang, Partai X: Jangan Cuma Tangkap Akun Nyeleneh, Tapi Diam Saat Kejahatan Terorganisir Online!
Rakyat Tanpa Kedaulatan: Kebijakan Negara yang Tidak Memihak Pada Kesejahteraan Rakyat

JK juga mengingatkan tentang penurunan alokasi transfer ke daerah (TKD) yang hanya mencapai 17 persen. Menurutnya, penurunan ini akan berdampak pada kualitas infrastruktur daerah, pendidikan, dan sektor penting lainnya yang dikelola pemerintah daerah.

“Anggaran yang tinggal 17 persen untuk daerah akan berdampak pada kualitas infrastruktur dan sektor lainnya. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam sektor pendidikan dan kesehatan,” tegas JK.

Tanggapan Anggota Majelis Tinggi Partai X

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menilai bahwa keputusan terkait pelebaran defisit APBN harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Serta mengingat dampaknya pada ekonomi jangka panjang. “Pemerintah harus melindungi rakyat dengan kebijakan yang tidak hanya menguntungkan dalam jangka pendek tetapi juga berkelanjutan,” ujar Prayogi.

Menurut Prayogi, kebijakan anggaran negara harus memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan stabilitas ekonomi, serta menghindari ketergantungan yang berlebihan pada utang luar negeri. “Penting bagi negara untuk menjaga keseimbangan antara pembiayaan pembangunan dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Prayogi juga menegaskan bahwa prinsip Partai X yang berfokus pada keadilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat harus tercermin dalam kebijakan fiskal. “Pelebaran defisit seharusnya tidak mengorbankan sektor-sektor penting seperti pendidikan dan kesehatan yang langsung berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Prinsip Partai X:

  1. Kesejahteraan Rakyat: Kebijakan fiskal harus mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur yang bisa membebani anggaran negara.
  2. Transparansi dalam Pengelolaan Anggaran: Pemerintah harus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan dengan transparansi untuk menghindari penyalahgunaan dana.
  3. Keberlanjutan Ekonomi: Partai X percaya bahwa pembangunan ekonomi harus berkelanjutan. Adapun yang artinya tidak hanya mengandalkan utang tetapi juga memanfaatkan potensi ekonomi domestik.

Solusi Partai X:

  1. Pengelolaan Anggaran yang Lebih Efisien: Partai X mendorong agar anggaran negara lebih difokuskan pada program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat, seperti pendidikan dan kesehatan, dengan meminimalkan pemborosan.
  2. Diversifikasi Pendanaan Pembangunan: Negara perlu mencari sumber pendanaan alternatif yang tidak hanya bergantung pada utang luar negeri, seperti melalui kemitraan publik-swasta dan pengembangan sektor ekonomi lokal.
  3. Peningkatan Kapasitas Daerah: Pemerintah pusat harus memperkuat kapasitas daerah untuk mengelola anggaran, memastikan pembangunan daerah yang merata dan berkualitas.

Dengan solusi tersebut, Partai X berharap agar kebijakan fiskal negara dapat menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan ekonomi, tanpa membebani rakyat dengan utang yang semakin tinggi.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Penyalahgunaan Kekuasaan dan Patronase yang Menjerat: Ketidakadilan dalam Proses Pemerintahan
Next Article Indonesia Menganut Kedaulatan Rakyat atau Kedaulatan Partai Politik?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Oligarki Bekerja, Demokrasi Indonesia Sekadar Formalitas

December 30, 2025
Pemerintah

Bima Arya Soal TKD, Partai X: Standar Pelayanan, Bukan Standar Janji!

October 7, 2025
Pemerintah

Rakyat yang Tertipu oleh Indonesia Emas 2026: Apa yang Sebenarnya Tersembunyi?

February 3, 2026
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan baru saja merilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 tentang pajak e-commerce.
Seputar Pajak

PMK 37/2025: Pajak E-Commerce Tanpa Sosialisasi, Rakyat yang Kena Getahnya

July 15, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.