By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 16 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Apakah SDGs Hanya Menjadi Agenda Elit Global?
Pemerintah

Apakah SDGs Hanya Menjadi Agenda Elit Global?

Diajeng Maharani
Last updated: March 16, 2026 8:38 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Sustainable Development Goals (Sastainabel Development Gol) atau SDGs sering diperkenalkan sebagai tujuan mulia umat manusia, seperti menghapus kemiskinan, menjaga lingkungan, dan menciptakan dunia yang lebih adil. Hingga saat ini, hampir tidak ada orang yang menolak tujuan-tujuan ini.

Contents
SDGs Tidak Rahasia, Justru Terlalu TerpusatStandar Keberlanjutan Menguntungkan Pemain BesarKebijakan Datang dari Atas, Dampak ke BawahKesimpulan: Agenda Elit karena Kendali Ada di Atas

Masalahnya bukan pada cita-citanya, melainkan pada cara agenda ini dirancang, dijalankan, dan siapa yang paling diuntungkan di dunia nyata. Di sinilah banyak orang mulai melihat SDGs bukan sekadar program pembangunan, melainkan agenda elit global.

SDGs Tidak Rahasia, Justru Terlalu Terpusat

Penting ditegaskan: SDGs bukan konspirasi rahasia. Dokumennya terbuka dan dapat diakses publik. Namun proses pengambilan keputusannya sangat terpusat. Arah dan target utama ditentukan di forum global seperti Sidang Umum PBB di New York, pertemuan World Economic Forum (Worl Ékonomik Forom) (WEF) di Davos, serta forum World Bank dan IMF.

Negara berkembang dan masyarakat umum tidak berada di posisi perumus, melainkan penerima kebijakan. Ketimpangan ini muncul sejak awal: siapa yang menentukan standar berada di atas, siapa yang menjalankan berada di bawah.

Transisi Energi: Beban di Konsumen, Peluang di Korporasi

Salah satu cara utama SDGs dijalankan adalah melalui kebijakan transisi energi. Di banyak negara, termasuk Indonesia, ini diterjemahkan dalam bentuk pengurangan subsidi, kenaikan harga BBM dan listrik, serta dorongan untuk beralih ke energi baru. Dampaknya langsung dirasakan oleh konsumen.

You Might Also Like

Program Barak ala Dedi Dikecam KPAI, Partai X: Disiplin Boleh, Tapi Jangan Ganti Sekolah dengan Barikade!
Di Balik Layar Influencer: Permainan Algoritma dan Kuasa Pemerintah
Bahlil Lahadalia Usulkan Koalisi Permanen, Tekankan Pentingnya Kebijakan yang Berfokus pada Kesejahteraan Rakyat
Pelapor Dugaan Korupsi Coretax, Partai X: KPK Jangan Hanya Diam!

Pada saat yang sama, sektor energi terbarukan justru menjadi ladang investasi besar bagi korporasi global, mulai dari industri mobil listrik, baterai, hingga infrastruktur pendukung. Polanya konsisten, di antaranya biaya penyesuaian ditanggung publik, sementara peluang ekonominya terkonsentrasi di pemain bermodal besar.

BlackRock, Vanguard, dan State Street (Blék-Rok, Véng-gard, Stét Strit) termasuk pemodal besar global yang relevan disebut ketika membahas bagaimana transisi energi dan standar investasi berbasis SDGs.

Standar Keberlanjutan Menguntungkan Pemain Besar

Dalam dunia usaha, SDGs dijalankan melalui berbagai standar keberlanjutan dan sertifikasi, sering kali dikaitkan dengan skema ESG dan akses pembiayaan. UMKM diwajibkan mengikuti standar yang kompleks dan mahal, sementara perusahaan besar relatif mudah beradaptasi karena memiliki modal, akses pendanaan internasional, dan sumber daya manusia. Regulasi global yang tampak netral ini pada praktiknya mempercepat dominasi pelaku besar dan mempersempit ruang hidup usaha kecil.

Sektor Pangan: Ketimpangan Adaptasi

Di sektor pertanian, tuntutan keberlanjutan diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi petani kecil. Pembatasan pupuk, tekanan biaya produksi, dan tuntutan efisiensi diberlakukan dengan dalih standar global.

Sementara itu, industri besar mampu beradaptasi melalui teknologi mahal, skala produksi besar, dan impor. Dampaknya jelas: petani kecil tertekan, produksi terganggu, dan harga pangan naik. Ini menunjukkan bagaimana SDGs dijalankan tanpa penyesuaian struktural di level lokal.

Kebijakan Datang dari Atas, Dampak ke Bawah

SDGs tidak dipaksakan dengan kekuatan langsung, tetapi lewat mekanisme sistemik: pendanaan, regulasi, dan tekanan pasar. World Bank, IMF, dan investor global mengaitkan pembiayaan dengan kepatuhan pada agenda SDGs.

Negara kemudian menyesuaikan kebijakan nasional. Kalau di Indonesia melalui Bappenas. Masyarakat tentu tidak memiliki mekanisme nyata untuk menolak atau mengubah arah. Inilah yang membuat SDGs terasa sebagai agenda yang datang dari atas dan dijalankan ke bawah, bukan hasil kesepakatan sosial yang setara.

Kenapa Kritik Ini Masuk Media Arus Utama

Ketika kritik terhadap SDGs muncul di media besar, itu mencerminkan keresahan yang nyata. Banyak orang melihat pola yang sama di berbagai sektor: biaya hidup naik, aturan bertambah, dan semua dibungkus narasi global yang sulit ditawar. Media tidak menciptakan isu ini, tetapi mencatat dan menyalurkan kegelisahan publik yang sudah berkembang di masyarakat.

Kesimpulan: Agenda Elit karena Kendali Ada di Atas

SDGs layak disebut agenda elit global bukan karena niatnya jahat, tetapi karena siapa yang mengendalikan dan bagaimana ia dijalankan. Agenda ini dirancang oleh lembaga global seperti PBB, didorong oleh forum elit dan lembaga keuangan internasional, dijalankan melalui tekanan ekonomi dan regulasi, dan dampaknya paling berat dirasakan oleh masyarakat bawah. Selama rakyat hanya menjadi objek penyesuaian, SDGs tidak bisa disebut agenda bersama.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Batas Kekuasaan Kabur: Mengungkap Kegagalan Sistem yang Tidak Lagi Memiliki Kontrol
Next Article Batas Kekuasaan Kabur dalam Pemerintahan: Dampak Ketidakjelasan yang Menambah Ketidakadilan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Pemerintah

Batas Kekuasaan Kabur dalam Pemerintahan: Krisis Ketatanegaraan yang Mengancam Kesejahteraan Rakyat

March 13, 2026
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Tata Negara Salah, Indonesia Kena Penyakit Autoimun?

June 22, 2025
Ekonomi

Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran! Partai X: Jangan Sampai Rakyat Dapat Harga Melambung!

March 13, 2025
Pemerintah

Blueprint Baru Bangsa dari UUD 1945 hingga Amandemen Kelima

November 3, 2025
Pemerintah

Mundurnya Bupati Aceh: Kritik Terhadap Pemerintah Pusat?

December 9, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.