By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 17 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Jangan Diam! Demokrasi Indonesia Sedang Dibajak!
Pemerintah

Jangan Diam! Demokrasi Indonesia Sedang Dibajak!

Diajeng Maharani
Last updated: February 13, 2026 4:22 pm
By Diajeng Maharani
Share
6 Min Read
SHARE

beritax.id – Jujur, belakangan ini aku sering merasa ada yang aneh dengan cara negara ini dijalankan. Rasanya tuh kayak… kita, rakyat, makin nggak dianggap.

Contents
Feodalisme Baru di Tengah Bencana SumateraAncaman Sistematis: Pilkada via DPRDAkar Masalah – Struktur Ketatanegaraan yang RusakDampak Buat Rakyat IndonesiaSolusi

Kalian pernah dengar istilah “State Mismanagement” atau negara salah urus?. Ini bukan cuma soal birokrasi yang lelet, bukan. Ini lebih mengerikan. Adapun hal ini adalah kondisi di mana para pejabat negara, orang-orang yang kita gaji lewat pajak, justru sibuk mengamankan kekuasaan mereka sendiri dan pelan-pelan melupakan kita.

Hari ini, terjadi cerita soal hal-hal gila yang jadi bukti kalau demokrasi kita lagi “dibajak” dan kenapa bisa terjadi.

Feodalisme Baru di Tengah Bencana Sumatera

Kita semua tau, Desember jadi bulan menyakitkan karena bencana Sumatera. Di Aceh Tenggara. Situasinya lagi hancur-hancurnya. Banjir bandang baru saja meluluhlantakkan rumah dan lahan pertanian mereka. Mereka pasti dalam kondisi bingung besok mau makan apa, bingung masa depan gimana, bingung dengan nasib mereka.

Tapi. Alih-alih pemerintah hadir untuk melindungi rakyatnya justru malah kampanye.

Bupati Aceh Tenggara, di depan Pak Prabowo dan di tengah korban becana malah dengan lantangnya menyuarakan agar Pak Prabowo jadi “Presiden Seumur Hidup”.

You Might Also Like

Inisiator Demonstasi Pati Disorot KPK, Klarifikasi Harus Transparan!
Ombudsman Janjikan Layanan Publik Lebih Baik, Partai X: Rakyat Butuh Bukti, Bukan MoU Lagi!
Transisi Energi Didorong Pemerintah, Partai X: Rakyatnya Masih Miskin Energi, Bukan Rendah Karbon!
Istana Bilang Tarif 32% Tak Terkait BRICS, Partai X: Kalau Semua Dibilang Tak Terkait, Apa Sebenarnya yang Diurus?

Sakit, kan? Bencana alam justru dijadikan kesempatan untuk melakukan kampanye. Rakyat yang menderita dianggap tak lebih dari objek pasar mereka.

Ancaman Sistematis: Pilkada via DPRD

Kalau kalian pikir memanfaatkan korban bencana sudah cuku, maka kalian salah. Bahlil Lahdalia, Ketua Partai Golkar ini malah entengnya bilang untuk mengembalikan Pilkada ke DPRD. Ide ini bahkan didukung oleh Presiden, Prabowo Subianto.

Dengan kondisi sekarang ini, pemilihan dikembalikan ke DPRD, apakah korupsinya hilang? Enggak. Itu cuma memindahkan uang suap. Dari yang tadinya diecer ke rakyat saat serangan fajar, menjadi “gelondongan” yang dibayar lunas ke anggota DPRD.

Buat seorang Bahlil, ngurusin jutaan pemilih itu ribet. Mahal. Berisiko kalah. Apalagi setelah terjadinya Bencana Sumatera dan segala blunder yang terjadi selama dia menjabat sebagai menteri.

Jadi, ya lebih gampang kalau Pilkada diubah jadi via DPRD.

Dia bisa aja kongkalikong sama ketua Parpol lainnya buat mengamankan suara anggota-anggota DPRD.

Anggota DPRD? Mereka kan petugas partai. Tinggal diperintah bosnya, pasti nurut.

Efisien buat mereka? Banget. Tapi buat kita? Ini pembajakkan demokrasi.

Akar Masalah – Struktur Ketatanegaraan yang Rusak

Kenapa sih mereka berani banget kayak gini?

Jawabannya ada di desain sistem kita yang agak “buggy”. Kita pakai sistem Presidensial dan parpol yang banyak banget.

Berdasarkan UUD 1945, khususnya Pasal 6A ayat (2), Presiden dan Wakil Presiden harus diusulkan oleh Partai Politik (Parpol) atau gabungan Parpol peserta pemilihan umum, yang kemudian diatur lebih lanjut dalam undang-undang pemilu (seperti UU Pemilu) dengan syarat ambang batas perolehan kursi DPR atau suara sah nasional untuk dapat mengusulkan pasangan calon. Jadi, Parpol menjadi kunci utama dalam pencalonan eksekutif.

Contohnya, saat Prabowo menjabat ini. Dimana dia didukung oleh banyak parpol. Akhirnya, terbentuklah “Koalisi Gemuk”. Hampir semua partai yang mendukungnya dapat jatah jabatan.

Karena semua sudah satu kubu, mereka merasa bisa melakukan apa saja. Termasuk bikin undang-undang yang merugikan kita tanpa ada yang protes. Inilah yang disebut Autocratic Legalism membunuh demokrasi menggunakan jalur hukum yang sah.

Dampak Buat Rakyat Indonesia

Terus apa ngaruhnya buat aku? Buat kamu? Dan buat kita semua?

Coba lihat sekeliling. Cari kerja makin susah, kan?

Giliran dapat kerja, statusnya cuma kontrak dengan gaji stagnan. Sementara harga kebutuhan makin melambung.

Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari aturan “Sapu Jagat” yang katanya dibuat buat nyiptain lapangan kerja. Realitanya? pengusaha justru semakin semena-mena.

Hidup jadi nggak pasti. Kita disuruh kerja keras, tapi para oknum yang justru menikmati hasilnya.

Solusi

Sekarang pertanyaannya: Kita harus ngapain? Marah-marah di medsos doang nggak akan ngubah apa-apa.

Solusi pertamanya, dan ini fundamental banget: Mau nggak mau, kita harus mulai membedakan antara “Negara” dan “Pemerintahan”.

Ini dua hal yang beda, teman-teman.

Negara itu Indonesia. Rumah kita. Tanah air kita. Itu abadi. Sedangkan Pemerintah? Itu cuma manajemen. Cuma sekumpulan orang yang kita kasih SK (Surat Keputusan) buat ngurus rumah ini selama 5 tahun.

Masalahnya sekarang, mereka bikin narasi seolah-olah mengkritik pemerintah itu sama dengan membenci negara.

Yang kedua, kita harus bicara soal akar racunnya: Partai Politik.

Fungsi partai itu ada di undang-undang: melakukan pendidikan politik. Tapi realitanya?

Kapan terakhir kali kalian merasa diedukasi sama partai? Nggak pernah, kan? Mereka cuma muncul 5 tahun sekali pas mau cari suara

Ngapain kita subsidi mereka pakai uang pajak kalau kerjanya cuma membodohi kita? Mereka lebih suka mindahin Pilkada ke DPRD biar nggak repot ngedukasi kalian. Mereka maunya jalan pintas, transaksi di ruang gelap, bukan adu gagasan di ruang publik.

Jadi, ini bukan lagi soal siapa presidennya atau siapa bupatinya. Ini soal sistem yang sudah busuk dari akarnya.

Sistem yang membiarkan “negara salah urus” ini terus berjalan. Sistem yang memaksa kita jadi penonton di negara sendiri.

Pertanyaannya satu, dan tolong jawab dalam hati kalian masing-masing:

Sampai kapan kita mau dibodohi seperti ini?

Sampai rumah kita tergadai habis? Atau sampai kita sadar kalau kedaulatan itu ada di tangan kita, bukan di tangan partai?

Pikirkan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article 58% Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih, Pemberdayaan Harus Tepat Sasaran!
Next Article Pajak Mencekik Rakyat: Ketika Setiap Keputusan Kebijakan Menambah Beban dan Mengurangi Kesejahteraan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Pembangunan Tanpa Kesejahteraan: Pajak Mencekik Ekonomi dan Menambah Ketimpangan Sosial

February 16, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Ketua Bappeda Jatim Dipanggil KPK, Partai X: Dana Hibah, Rakyat Terabaikan!

October 10, 2025
Ekonomi

Kemenag Siapkan 6.180 Posko Mudik! Partai X: Semoga yang Mudik Gak Malah Bingung Cari Posko!

March 27, 2025
Pemerintah

Prabowo Soal Immanuel Ebenezer, Partai X: Malu Tak Bisa Ganti Derita Rakyat

August 29, 2025
Pemerintah

TNI Jadi Penyidik, Partai X: Tanya Tugas Utama TNI Apa?

October 13, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.