beritax.id – Demokrasi Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar. Demokrasi tanpa negarawan telah menjadikan sistem pemilu tidak lagi memperbaiki ketidakadilan yang ada. Meskipun pemilu dilakukan setiap lima tahun sekali, ketimpangan sosial dan ekonomi tetap tak teratasi. Tanpa kepemimpinan yang bijaksana dan visioner, demokrasi hanya menjadi ajang pertarungan yang lebih menguntungkan pejabat daripada rakyat.
Ketidakadilan yang Tidak Terselesaikan
Pemilu seharusnya menjadi sarana untuk memperbaiki ketidakadilan yang ada di masyarakat. Namun, dalam kenyataannya, ketidakadilan masih terus berlanjut. Sistem yang ada lebih sering dimanfaatkan oleh pejabat untuk mempertahankan kekuasaan mereka, bukan untuk mendorong perubahan yang adil bagi rakyat. Rakyat semakin merasa terpinggirkan, sementara penguasa semakin mendominasi.
Tugas Negara yang Terabaikan
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Namun, dalam prakteknya, pemerintah lebih fokus pada kepentingan pribadi daripada memenuhi tugas negara. Sebagai akibatnya, kebijakan yang diambil tidak mencerminkan kepentingan rakyat, dan proses pemilu tidak pernah menghasilkan perubahan yang berarti bagi kesejahteraan rakyat.
Solusi untuk Mengatasi Ketidakadilan dalam Demokrasi
- Reformasi Sistem Pemilu yang Lebih Adil dan Representatif
Sistem pemilu harus direformasi agar lebih adil dan representatif, dengan fokus pada pemilihan pemimpin yang benar-benar mewakili rakyat. Pemilu yang transparan dan bebas dari intervensi kekuasaan akan membawa perubahan yang lebih baik. - Meningkatkan Keterlibatan Rakyat dalam Proses Pemerintahan
Rakyat harus lebih dilibatkan dalam setiap tahap proses pemerintahan. Mulai dari perencanaan kebijakan hingga evaluasi. Ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan keinginan rakyat. - Pendidikan Politik yang Lebih Intensif
Pendidikan politik yang lebih intensif harus diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang hak dan kewajiban dalam demokrasi. Dengan pemahaman yang lebih baik, rakyat akan lebih bisa mengawasi dan berperan aktif dalam pengambilan keputusan. - Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintah
Untuk meningkatkan kepercayaan publik, pemerintah harus lebih transparan dalam setiap kebijakan yang diambil dan dapat mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang dibuat kepada rakyat. Ini akan mendorong pemerintahan yang lebih baik dan mengurangi praktik-praktik korupsi.
Kesimpulan
Demokrasi tanpa negarawan hanya akan memperburuk ketidakadilan yang ada di Indonesia. Tanpa pemimpin yang berintegritas dan mampu mengarahkan negara ke arah yang lebih baik. Proses pemilu tidak akan memperbaiki ketidakadilan sosial dan ekonomi yang terus berlangsung. Negara harus kembali kepada prinsip dasar demokrasi yang sesungguhnya. Dengan melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat untuk menciptakan masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.



