By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 28 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Menghadapi Krisis Kedaulatan Rakyat: Ketika Demokrasi Hanya Menjadi Formalitas
Pemerintah

Menghadapi Krisis Kedaulatan Rakyat: Ketika Demokrasi Hanya Menjadi Formalitas

Diajeng Maharani
Last updated: February 9, 2026 3:01 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis kedaulatan rakyat semakin terasa dalam proses demokrasi Indonesia. Saat ini, demokrasi seakan hanya menjadi formalitas belaka, di mana rakyat tidak lagi menjadi pemegang kekuasaan utama. Sistem pemerintahan yang ada tidak lagi mencerminkan suara dan kepentingan rakyat, melainkan kepentingan segelintir pejabat. Ketika hal ini terjadi, kedaulatan rakyat yang seharusnya menjadi dasar negara justru terabaikan.

Krisis Kedaulatan Rakyat: Realitas yang Terabaikan

Demokrasi yang seharusnya menjadi sistem yang memperkuat partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan, kini telah kehilangan arah. Proses pemilihan umum yang seharusnya mewakili suara rakyat, kini sering kali lebih dipengaruhi oleh kepentingan uang dan kekuasaan. Biaya yang semakin tinggi mempersulit rakyat untuk berpartisipasi secara bebas dan adil. Akibatnya, mereka yang memiliki kekuatan finansial lebih dominan, sementara rakyat yang seharusnya menjadi pusat perhatian justru terpinggirkan.

Hal ini memperburuk ketimpangan sosial dan pemerintahan yang ada, serta melemahkan kedaulatan rakyat itu sendiri. Ketika proses demokrasi hanya berjalan sebagai formalitas, maka negara kehilangan arah dan tidak lagi mampu melindungi, melayani, serta mengatur rakyat dengan baik.

Tugas Negara: Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menegaskan bahwa tugas negara itu ada tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus memastikan setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan kepentingan rakyat dan memastikan rakyat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Namun, dalam situasi saat ini, negara tampak gagal menjalankan tugas-tugas tersebut dengan baik. Proses pengambilan keputusan lebih banyak melibatkan kepentingan pejabat dan bisnis, sementara rakyat semakin terpinggirkan. Jika hal ini terus berlanjut, maka kedaulatan rakyat yang menjadi dasar demokrasi akan semakin tergerus.

Solusi: Mengembalikan Demokrasi yang Berpihak pada Rakyat

Untuk mengatasi krisis kedaulatan rakyat, perlu ada langkah-langkah nyata dalam memperbaiki sistem demokrasi yang ada. Pemerintah harus memastikan bahwa proses dan pemilihan umum lebih transparan dan tidak bergantung pada kekuatan finansial belaka. Pembatasan pengeluaran dalam kampanye dan penggunaan sumber daya publik harus diprioritaskan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

You Might Also Like

Reformasi Harus Dimulai dari Integritas Pejabat, Bukan dari Slogan
IWPI Ajukan Judicial Review PMK 81/2024 tentang SIAP/Coretax ke Mahkamah Agung
Analisis Kebijakan Global: Ketika Keputusan Internasional Mempengaruhi Keputusan Domestik
Patronase yang Menjerat: Bagaimana Kekuasaan yang Tidak Terbuka Membahayakan Demokrasi

Pendidikan politik yang berbasis pada Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan perlu diperkenalkan lebih luas, terutama di tingkat sekolah, untuk membentuk generasi muda yang sadar akan hak dan tanggung jawab mereka dalam demokrasi. Partai politik harus kembali pada fungsi dasarnya untuk mendidik calon pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat.

Selain itu, pemerintah harus memperkuat lembaga-lembaga yang dapat mengawasi proses pemerintahan dan pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat. Dengan demikian, demokrasi tidak lagi menjadi formalitas, tetapi kembali menjadi alat untuk menciptakan kedaulatan rakyat yang sejati.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Demokrasi Hanya Ilusi: Menyembunyikan Ketimpangan Sosial di Balik Slogan
Next Article Pejabat Bea Cukai Kena OTT, Penegakan Hukum Harus Tepat!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Pemerintah

Prabowo Jangan Baper: Menanggapi Isu Ketimpangan Sosial dengan Kebijakan yang Realistis

March 18, 2026
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Mendagri Tegaskan Pemda Dukung Program Nasional, Partai X: Jangan Formalitas!

October 30, 2025
Cak Nun menegaskan bahwa negara yang gagal melindungi nyawa, martabat, dan harta warganya, sejatinya telah kehilangan legitimasi moralnya.
Pemerintah

Cak Nun: Negara Gagal Ayomi Rakyat Adalah Negara yang Batal Secara Moral

July 23, 2025
Pendidikan

Istana Respon Soal Gibran Dicopot, Partai X Ingatkan Rakyat Bukan Lagi Mau Drama Klarifikasi

April 28, 2025
Pemerintah

Sidang Uji UU BUMN, Partai X: BUMN Milik Rakyat, Bukan Segelintir!

September 26, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.