By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 7 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Moral Pegawai Pajak: Ketika Pegawai Pajak Mainkan ‘Pajak Pribadi’!
Pemerintah

Krisis Moral Pegawai Pajak: Ketika Pegawai Pajak Mainkan ‘Pajak Pribadi’!

Diajeng Maharani
Last updated: February 6, 2026 10:11 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis moral pegawai pajak semakin mengkhawatirkan dengan terungkapnya kasus korupsi yang melibatkan HNV, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Banten dan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus. Kasus ini menunjukkan bahwa pegawai pajak tidak hanya melakukan penyalahgunaan wewenang dalam bentuk gratifikasi. Tetapi juga memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan keluarga. HNV diduga menggunakan pengaruhnya untuk kepentingan usaha anaknya, bahkan meminta bantuan dari bawahannya untuk mencari sponsorship. Selain itu, penerimaan gratifikasi mencapai Rp804 juta dari perusahaan dan individu, yang merupakan Wajib Pajak (WP) yang berada di wilayah Kanwil DJP Jakarta Khusus maupun wilayah lainnya.

Korupsi di Sektor Pajak: Ketika Pajak Menjadi Alat Pribadi

Kasus ini menunjukkan bagaimana seorang pejabat pajak menggunakan wewenang untuk keuntungan pribadi dan keluarga, yang memperburuk integritas sistem perpajakan negara. Gratifikasi yang diterima HNV, baik berupa uang maupun bentuk lainnya. Adapun menggambarkan bagaimana pajak negara bisa dijadikan sebagai alat untuk kepentingan pribadi. Penerimaan total sekitar Rp21,5 miliar selama periode 2013 hingga 2022 menambah daftar panjang praktik tidak etis yang terjadi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak. Hal ini menciptakan ketidakadilan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan yang seharusnya mengutamakan pelayanan publik yang adil dan transparan.

Dampak Krisis Moral terhadap Kepercayaan Publik dan Penerimaan Negara

Korupsi yang melibatkan pegawai pajak tidak hanya merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara, tetapi juga berdampak pada penerimaan negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pelayanan publik. Ketika pejabat pajak menggunakan posisi mereka untuk keuntungan pribadi. Maka uang negara yang seharusnya dikelola dengan baik malah disalahgunakan, merugikan rakyat, dan menghambat kemajuan negara. Krisis moral ini akan menurunkan kualitas pelayanan pajak yang diberikan kepada masyarakat.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat

Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, menegaskan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus segera mengatasi krisis moral yang melanda sistem perpajakan dan memastikan bahwa setiap pegawai pajak bekerja dengan profesionalisme dan integritas yang tinggi. Jika tidak, sistem pajak akan terus terperosok dalam praktik korupsi yang merugikan negara dan rakyat.

Solusi untuk Mengatasi Krisis Moral Pegawai Pajak

  1. Penguatan Pengawasan dan Sistem Audit Internal yang Ketat
    Direktorat Jenderal Pajak perlu memperkuat pengawasan internal agar praktik korupsi dapat terdeteksi lebih cepat. Audit yang ketat dan transparan akan membantu menanggulangi penyalahgunaan wewenang di sektor pajak.
  2. Pelatihan Etika dan Integritas yang Lebih Intensif
    Pegawai pajak harus mendapatkan pelatihan yang lebih intensif terkait etika dan integritas. Hal ini akan memastikan mereka menjalankan tugasnya dengan prinsip moral yang kuat, sehingga menghindari potensi penyalahgunaan wewenang.
  3. Penegakan Hukum yang Tegas dan Transparan
    Pegawai pajak yang terlibat dalam korupsi atau penyalahgunaan wewenang harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penegakan hukum yang tegas dan transparan akan memberikan efek jera bagi pegawai lain dan mencegah praktik serupa.
  4. Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Transparansi dalam Proses Perpajakan
    Sistem berbasis teknologi yang lebih transparan dapat membantu mengurangi penyalahgunaan dokumen dan manipulasi data dalam proses perpajakan. Teknologi akan mempermudah pengawasan oleh masyarakat dan instansi pemerintah lainnya.
  5. Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Perpajakan
    Masyarakat harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam mengawasi sistem perpajakan. Pemerintah harus menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses untuk melaporkan penyalahgunaan dalam sistem perpajakan.

Penutup: Memperbaiki Sistem Perpajakan yang Terpercaya dan Adil

Krisis moral pegawai pajak merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Negara harus memastikan bahwa sektor perpajakan dikelola dengan integritas dan transparansi. Dengan langkah-langkah reformasi yang tepat, Indonesia dapat memperbaiki sistem perpajakan yang lebih bersih, adil, dan dapat dipercaya. Negara harus berkomitmen untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang mengutamakan keadilan, transparansi, dan kesejahteraan masyarakat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Moral Aparatur Pajak: Di Balik Setoran Pajak, Tersimpan Praktik Korupsi!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Akses Modal Lemah, Partai X: UMKM Harus Didukung, Bukan Dibiarkan Sendiri!

October 14, 2025
Pemerintah

Pelaksana Gagasan Cak Nun: Kesungguhan dan Konsistensi Jadi Kunci

July 31, 2025
Pemerintah

Instansi Rebutan Hasil Perampasan, Partai X: Uangnya Baru Dirampas, Sudah Mau Dikuasai Lagi!

May 15, 2025
"An elegant and dignified illustration of Sri Mulyani, Indonesia’s Minister of Finance, standing in a formal farewell ceremony with tears in her eyes, gracefully holding a handkerchief. She is surrounded by solemn Ministry of Finance employees in suits, yet in the background, a large celebratory banner with the words '300% Allowance Increase' is visible, with some staff discreetly smiling and holding documents. The composition should emphasize respect and gravitas in her figure, using a realistic and respectful tone, while subtly highlighting the ironic contrast between her emotional departure and the recent financial benefits enjoyed by the employees."
Seputar Pajak

Tangis Perpisahan Sri Mulyani Dinilai Ironik, Pegawai Kemenkeu Baru Saja Nikmati Tukin 300%

September 10, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.