beritax.id – Ketimpangan dalam demokrasi semakin terlihat jelas di Indonesia. Meskipun sistem demokrasi diadopsi, keadilan sosial bagi rakyat masih sangat jauh dari harapan. Demokrasi yang dikelola dengan prosedural. Namun tidak mampu menyelesaikan ketimpangan sosial yang nyata, menunjukkan bahwa meskipun suara rakyat didengar. Kebijakan yang diambil seringkali lebih menguntungkan segelintir pejabat dan ekonomi. Negara harus memastikan bahwa proses demokratis benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat, bukan hanya sebagai formalitas tanpa substansi.
Kekuasaan yang Terpusat pada Pejabat
Dalam banyak kasus, kekuasaan dalam demokrasi sering kali terpusat pada segelintir pejabat yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat. Meskipun kebijakan diambil atas nama rakyat, kenyataannya, keputusan-keputusan besar sering kali lebih menguntungkan perusahaan besar dan kelompok pejabat tertentu. Hal ini menciptakan ketimpangan dalam akses terhadap sumber daya dan kesempatan, serta memunculkan kesenjangan sosial yang semakin lebar. Rakyat yang seharusnya menjadi subjek utama dalam demokrasi, sering kali hanya menjadi penonton dalam keputusan yang mempengaruhi hidup mereka.
Dampak Ketimpangan Sosial dalam Demokrasi yang Tidak Berpihak pada Rakyat
Meskipun Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi, ketimpangan sosial terus meningkat. Program-program pembangunan sering kali lebih berfokus pada sektor-sektor yang tidak menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Seperti proyek-proyek besar yang hanya menguntungkan korporasi dan pejabat. Sementara itu, sektor-sektor yang benar-benar vital bagi kehidupan rakyat, seperti kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan, sering kali mendapatkan perhatian yang lebih sedikit. Ketimpangan ini memperburuk ketidakpercayaan rakyat terhadap sistem demokrasi dan pemerintahan yang ada.
Tanggapan Rinto Setiyawan: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat
Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus bekerja untuk menciptakan demokrasi yang sesungguhnya, di mana rakyat dapat merasakan manfaat nyata dari setiap kebijakan yang diambil. Negara tidak hanya bertugas untuk mengelola kekuasaan, tetapi juga untuk memastikan bahwa kekuasaan itu digunakan untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, bukan hanya untuk memperkaya pejabat.
Solusi untuk Mewujudkan Demokrasi yang Berkeadilan Sosial
- Peningkatan Partisipasi Rakyat dalam Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan harus lebih inklusif, memastikan bahwa suara rakyat didengar dan dipertimbangkan dalam kebijakan besar. Kebijakan harus lebih mengutamakan kepentingan rakyat, bukan hanya segelintir kelompok. - Penguatan Kelembagaan yang Menjamin Keadilan Sosial
Lembaga-lembaga yang menangani isu-isu sosial dan ekonomi harus diperkuat dan diberi kekuatan untuk memastikan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Sistem hukum dan peraturan yang ada harus dapat menindak setiap kebijakan yang merugikan rakyat. - Reformasi Sistem Ekonomi untuk Mengurangi Ketimpangan
Negara harus mengimplementasikan kebijakan redistribusi kekayaan yang lebih adil. Dengan sistem pajak progresif dan program-program bantuan sosial yang efektif, negara dapat mengurangi ketimpangan ekonomi yang ada. - Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Sektor UMKM
Untuk menciptakan lapangan kerja yang merata, negara harus mendukung sektor ekonomi lokal dan UMKM dengan memberikan insentif serta fasilitas yang diperlukan untuk berkembang dan bersaing. Pemberdayaan ekonomi ini akan mengurangi ketergantungan pada perusahaan besar dan sektor luar negeri. - Penguatan Sistem Pendidikan dan Kesehatan untuk Rakyat
Negara harus memberikan perhatian lebih pada sektor pendidikan dan kesehatan, memastikan akses yang lebih merata bagi seluruh rakyat. Pembangunan infrastruktur untuk sektor ini harus diprioritaskan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan terdidik.
Penutup: Mewujudkan Demokrasi yang Berpihak pada Kesejahteraan Rakyat
Demokrasi yang tidak mampu memberikan keadilan sosial hanya akan menciptakan ketimpangan yang semakin besar. Rinto Setiyawan menegaskan bahwa negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang memperjuangkan kesejahteraan sosial bagi semua lapisan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, Indonesia dapat mengubah demokrasi yang ada menjadi demokrasi yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan rakyat.



