By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Pemerintah Membentuk Kemajuan yang Mengabaikan Rakyat
Pemerintah

Ketika Pemerintah Membentuk Kemajuan yang Mengabaikan Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: February 3, 2026 1:16 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Kemajuan tanpa kedaulatan hanya menciptakan ketimpangan yang semakin lebar. Meskipun Indonesia mengalami kemajuan pesat dalam berbagai sektor, banyak rakyat yang merasa terpinggirkan. Pembangunan yang seharusnya dirancang untuk kesejahteraan rakyat justru lebih mengutamakan kemajuan fisik yang tidak melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

Buku Indonesia Emas 2026 mengkritisi bahwa kemajuan yang dicapai negara tidak selalu sejalan dengan pemberdayaan rakyat. Pembangunan yang digencarkan pemerintah sering kali tidak mendengarkan suara dan kebutuhan rakyat. Dalam banyak proyek infrastruktur besar, seperti pembangunan jalan tol, bandara, dan pelabuhan, rakyat sering kali terabaikan, bahkan terdampak negatif oleh kebijakan tersebut.

Pembangunan Tanpa Keterlibatan Rakyat

Salah satu masalah mendasar yang diungkapkan dalam buku ini adalah pembangunan infrastruktur yang tidak melibatkan rakyat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Proyek-proyek besar yang terlihat sebagai kemajuan, pada kenyataannya, sering kali tidak bermanfaat langsung bagi mereka yang paling membutuhkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, proyek tersebut malah mengorbankan hak-hak rakyat, seperti penggusuran paksa tanpa kompensasi yang layak.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah juga sering kali lebih mengutamakan kepentingan jangka pendek daripada kepentingan jangka panjang rakyat. Meskipun negara berkembang secara fisik, banyak dari rakyat Indonesia yang merasa tak terlibat dalam proses tersebut dan tidak merasakan manfaat yang nyata.

Penyamaan Negara dan Pemerintah yang Merugikan Rakyat

Buku tersebut juga menyebutkan masalah penyamaan negara dengan pemerintah sebagai salah satu penyebab utama ketidakadilan ini. Negara, yang seharusnya menjadi milik rakyat, kini sering dianggap milik pemerintah yang sedang berkuasa. Pemerintah sering kali mengambil kebijakan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi rakyat, karena mereka merasa tidak perlu mendengarkan suara rakyat.

Ketika pemerintah menganggap dirinya sebagai pemilik negara, bukan sebagai pelayan rakyat, kebijakan yang diambil cenderung lebih menguntungkan pihak tertentu, bukan rakyat secara keseluruhan. Hal ini menciptakan ketimpangan yang lebih besar, di mana hanya segelintir orang yang menikmati hasil pembangunan, sementara banyak rakyat terpinggirkan.

You Might Also Like

Keadilan Hilang: Negara Tertib Mengatur Rakyat, Longgar Mengawasi Pejabat
Investor Asing Kabur dari BEI! Partai X: Pasar Modal Goyah?!
Aliansi Perempuan Tabur Bunga, Partai X: Aktivis Dibui, Rakyat Dibungkam!
Said Iqbal Soal PHK Buruh, Partai X: Buruh Ditendang, Pejabat Punya Jaminan!

Solusi: Kembalikan Kedaulatan Rakyat dalam Pembangunan

Solusi yang ditawarkan adalah mengembalikan kedaulatan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemerintah harus melibatkan rakyat dalam setiap tahap pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Salah satu cara untuk melibatkan rakyat adalah dengan mengembalikan fungsi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga yang mewakili kepentingan rakyat dalam menentukan kebijakan besar.

Selain itu, pemerintah harus diposisikan kembali sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai penguasa negara. Kebijakan harus berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan pada kepentingan pejabat. Dengan begitu, rakyat akan merasa memiliki peran dalam pembangunan dan merasakan manfaat langsung dari kemajuan yang dicapai.

Menuju Indonesia Emas yang Berdaulat

Kemajuan tanpa kedaulatan hanya akan menghasilkan ketimpangan sosial yang semakin besar. Indonesia Emas 2026 tidak akan terwujud jika rakyat tetap terpinggirkan dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, untuk mencapai Indonesia Emas yang sejati, perlu ada perubahan struktural yang memberi kekuasaan lebih kepada rakyat dalam pengambilan keputusan.

Kemajuan yang sesungguhnya hanya dapat tercapai jika rakyat dilibatkan dalam setiap langkah pembangunan yang memengaruhi kehidupan mereka. Indonesia Emas 2026 akan menjadi kenyataan hanya ketika rakyat merasa menjadi bagian dari setiap proses perubahan, bukan hanya penonton.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Presiden Prabowo Subianto menegaskan, masyarakat Indonesia tidak menyukai pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah, Pemimpin Harus Fokus pada Rakyat!
Next Article Dibalik Indonesia Emas 2026: Apakah Kemajuan Ini Hanya Kebohongan Pejabat?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Perdagangan Orang Masih Marak, Partai X Desak Pengawasan Menyeluruh

November 24, 2025
Sosial

BPJS Putus Layanan, Partai X: Kesehatan Warga Jangan Digadaikan!

October 13, 2025
Ekonomi

Menkeu Purbaya Bicara IHSG 36.000, Partai X: Rakyat Tak Bisa Makan Grafik!

September 10, 2025
Pemerintah

Kontroversi Lahan Sawit Aceh, Partai X Minta Kajian Ulang

December 9, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.