beritax.id – Analisis kebijakan global menunjukkan bahwa kebijakan eksternal semakin mengontrol ekonomi negara, terutama negara berkembang. Perjanjian internasional, lembaga keuangan global, dan kebijakan negara maju sering kali mempengaruhi perekonomian negara berkembang. Meskipun negara-negara ini memiliki kebijakan fiskal domestik, pengaruh kebijakan global dalam bentuk utang, perdagangan, dan regulasi sering kali memaksa mereka untuk mengikuti kebijakan yang tidak selalu berpihak pada kepentingan rakyat. Hal ini memperburuk ketergantungan negara berkembang pada ekonomi global yang dikendalikan oleh kekuatan besar.
Pengaruh Kebijakan Eksternal pada Perekonomian Negara Berkembang
Kebijakan eksternal, seperti perjanjian perdagangan internasional, sering kali memaksa negara berkembang untuk membuka pasar mereka untuk perusahaan multinasional. Negara berkembang harus mengurangi tarif impor dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Ini membatasi kedaulatan ekonomi negara dan membuat mereka lebih rentan terhadap fluktuasi ekonomi global. Ketergantungan pada pinjaman luar negeri juga semakin memperburuk kondisi fiskal domestik, membebani negara dengan utang yang tinggi.
Tanggapan Prayogi R Saputra: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat
Prayogi R Saputra, Anggota Majelis Tinggi Partai X, menekankan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus mampu mengelola ekonomi domestik dengan lebih mandiri, mengurangi pengaruh kebijakan eksternal yang merugikan rakyat. Negara harus menjaga kedaulatan fiskalnya dan melindungi sektor-sektor yang menjadi tumpuan kehidupan rakyat dari dampak kebijakan internasional yang tidak adil.
Solusi untuk Mengurangi Ketergantungan pada Kebijakan Eksternal
- Reformasi Kebijakan Ekonomi Domestik untuk Mengurangi Ketergantungan
Negara harus mengadopsi kebijakan ekonomi yang lebih mandiri, dengan fokus pada pemberdayaan sektor domestik dan pengurangan ketergantungan pada kebijakan internasional. - Negosiasi Perdagangan yang Lebih Adil
Pemerintah harus berfokus pada negosiasi perdagangan yang lebih menguntungkan negara berkembang. Perjanjian perdagangan harus memastikan bahwa negara berkembang mendapatkan manfaat lebih besar dari akses pasar global. - Diversifikasi Ekonomi dan Penguatan Sumber Daya Domestik
Negara perlu mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor yang rentan terhadap kebijakan eksternal dengan mendorong diversifikasi ekonomi dan mengembangkan sektor domestik yang lebih berkelanjutan. - Meningkatkan Pengawasan dan Pengendalian Utang Luar Negeri
Pemerintah harus memperkuat pengawasan terhadap pinjaman luar negeri dan memastikan bahwa utang yang diambil tidak membebani perekonomian masa depan negara. Perjanjian utang harus dibuat dengan hati-hati untuk menghindari dampak jangka panjang. - Membangun Kerja Sama Antar Negara Berkembang
Negara berkembang harus meningkatkan kerja sama antara mereka untuk menghadapi pengaruh kebijakan eksternal. Melalui aliansi yang kuat, negara berkembang dapat memperjuangkan kebijakan ekonomi yang lebih adil di forum internasional.
Penutup: Menjaga Kedaulatan Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat
Kebijakan eksternal yang dikendalikan oleh negara maju dan lembaga internasional semakin mengontrol ekonomi negara berkembang. Prayogi R Saputra menekankan bahwa negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan ekonomi yang lebih mandiri dan berkeadilan. Negara harus memperjuangkan kebijakan yang mendukung pembangunan sosial dan ekonomi domestik serta mengurangi ketergantungan pada kebijakan internasional yang merugikan. Dengan langkah-langkah reformasi yang tepat, Indonesia dapat menciptakan perekonomian yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat.



