By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 27 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Melalui Kebijakan Pajak, Penjajahan Modern Fiskal Menguat di Indonesia
Pemerintah

Melalui Kebijakan Pajak, Penjajahan Modern Fiskal Menguat di Indonesia

Diajeng Maharani
Last updated: January 27, 2026 11:12 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id  – Penjajahan modern fiskal semakin menguat di Indonesia melalui kebijakan pajak yang diatur oleh standar global. Sistem perpajakan ini tidak hanya membebani rakyat, tetapi juga mengurangi kedaulatan negara dalam menentukan kebijakan fiskalnya. Indonesia, sebagai negara berkembang, dipaksa untuk mengikuti kebijakan pajak internasional yang tidak memperhatikan kondisi domestik. Pemerintah Indonesia semakin terjerat dalam kebijakan fiskal yang dirancang oleh lembaga internasional, seperti OECD dan Bank Dunia, yang memengaruhi kemandirian fiskal negara.

Pajak Konsumsi dan Beban Rakyat

Kenaikan pajak konsumsi, seperti PPN, menjadi salah satu dampak langsung dari penjajahan modern fiskal. Pajak konsumsi ini semakin membebani rakyat dan menengah. Untuk menutupi defisit anggaran negara, pemerintah mengandalkan pajak yang dibebankan pada barang-barang kebutuhan pokok. Sementara itu, perusahaan besar dan investor asing justru diuntungkan dengan insentif pajak yang diberikan oleh negara, memperburuk ketimpangan sosial.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat

Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, menegaskan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam menghadapi penjajahan modern fiskal, Indonesia harus berani melindungi kepentingan rakyatnya. Negara harus bisa menentukan kebijakan fiskal yang menguntungkan rakyat dan memperjuangkan kedaulatan fiskalnya di kancah internasional. Tidak boleh ada kebijakan yang merugikan rakyat demi memenuhi tuntutan negara maju atau lembaga internasional.

Solusi untuk Mengatasi Penjajahan Modern Fiskal dan Meningkatkan Kedaulatan Fiskal

  1. Mengurangi Ketergantungan pada Pajak Konsumsi
    Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada pajak konsumsi sebagai sumber utama pendapatan negara. Pajak konsumsi bersifat regresif dan memberatkan rakyat. Sebagai gantinya, negara harus lebih mengandalkan pajak yang lebih adil, seperti pajak kekayaan dan pajak progresif untuk perusahaan besar.
  2. Mengalihkan Fokus Pajak ke Sumber Daya Alam dan Kekayaan
    Negara harus mengalihkan fokus pajak ke sektor-sektor yang lebih adil, seperti sumber daya alam dan kekayaan. Indonesia kaya akan sumber daya alam, dan seharusnya bisa mengandalkan sektor ini untuk meningkatkan penerimaan negara, tanpa membebani rakyat dengan pajak konsumsi.
  3. Memperkuat Kedaulatan Fiskal Melalui Reformasi Pajak
    Pemerintah harus memperkuat sistem perpajakan domestik dengan merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat. Reformasi pajak yang pro-rakyat harus menjadi prioritas untuk memastikan negara bisa mandiri dalam mengatur kebijakan fiskalnya, tanpa tergantung pada tekanan dari lembaga internasional.
  4. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Pajak
    Pengelolaan pajak harus lebih transparan dan akuntabel. Masyarakat harus bisa mengakses informasi tentang bagaimana pajak yang mereka bayarkan digunakan. Pemerintah harus memastikan bahwa dana negara digunakan untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk memenuhi standar internasional yang merugikan rakyat.
  5. Memperjuangkan Kedaulatan Fiskal di Forum Internasional
    Indonesia harus lebih aktif dalam memperjuangkan kedaulatan fiskalnya di forum internasional. Negara harus menuntut kebijakan fiskal yang lebih adil dan tidak tunduk pada tekanan negara maju atau lembaga internasional yang hanya memperhatikan kepentingan mereka. Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara berkembang lainnya untuk memperjuangkan hak pemajakan yang lebih adil.

Penutup: Mengembalikan Kedaulatan Fiskal untuk Kesejahteraan Rakyat

Penjajahan modern fiskal yang disebabkan oleh kebijakan pajak internasional yang tidak adil semakin membebani rakyat Indonesia. Negara harus kembali pada tugas utamanya, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan fiskal yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Rinto Setiyawan menekankan bahwa Indonesia perlu berani melawan pengaruh global yang merugikan dan mengambil langkah-langkah reformasi untuk mengembalikan kedaulatan fiskalnya. Hanya dengan langkah tersebut, Indonesia dapat memastikan bahwa pajak yang diterapkan membawa manfaat langsung bagi rakyat, dan bukan untuk memenuhi kepentingan negara maju.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article 15 Gugatan KUHP Baru ke MK, Hukum Harus Lebih Humanis!
Next Article Penjajahan Modern Fiskal: Ketika Pajak Jadi Alat Penguasaan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Visi Indonesia Emas 2045 menjanjikan seratus tahun kemerdekaan sebagai bangsa maju, makmur, berdaya saing global, dan berdaulat.
Pemerintah

Indonesia Emas 2045: Visi Mulia dengan Akar Rakyat yang Tercabut

June 30, 2025
Pemerintah

Demokrat Dukung Gelar Pahlawan, Partai X: Rakyat Butuh Aksi Nyata, Bukan Gelar!

November 11, 2025
Pemerintah

Pancasila Harus Dihidupkan di Setiap Keputusan Negara

October 31, 2025
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pihaknya menghadapi pekerjaan rumah (PR) berat pada 2026. Di satu sisi, penerimaan
Seputar Pajak

Sri Mulyani: Pajak dan Investasi PR 2026, Partai X: PR Terbesar Itu Sejahterakan Rakyat!

August 25, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.