beritax.id – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menyaksikan berkembangnya agenda elit global yang semakin menguasai peta ekonomi internasional. Agenda ini, yang dikendalikan oleh segelintir negara dan korporasi besar, berpotensi memicu ketimpangan ekonomi yang semakin lebar, terutama di negara-negara berkembang. Meskipun ada janji kemajuan dalam bentuk pembangunan berkelanjutan, kenyataannya ketimpangan semakin meningkat, dengan sebagian besar kekayaan dunia justru terkonsentrasi di tangan beberapa kelompok elit global. Hal ini berkontribusi terhadap kesenjangan sosial yang semakin melebar, baik antar negara maupun di dalam negara itu sendiri.
Kesenjangan Sosial dan Dampaknya pada Rakyat
Ketimpangan ekonomi yang kian parah memiliki dampak langsung terhadap kehidupan rakyat. Masyarakat bawah, yang umumnya bergantung pada sektor-sektor seperti pertanian, manufaktur, dan pekerjaan informal, semakin terpinggirkan dalam persaingan global yang didorong oleh kebijakan-kebijakan internasional yang lebih mengutamakan kepentingan elit. Bukan hanya itu, rendahnya akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan berkualitas membuat mereka semakin sulit untuk keluar dari kemiskinan.
Agenda Elit Global vs Kedaulatan Negara
Menghadapi fenomena ini, Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan kembali tugas negara yang tidak boleh dilupakan: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus memiliki kebijakan yang berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan segelintir elit global. Negara juga harus memastikan bahwa kedaulatannya tetap terjaga, tanpa terjebak dalam pengaruh kekuatan eksternal yang hanya memperburuk ketimpangan ekonomi domestik.
Solusi untuk Mengatasi Ketimpangan Ekonomi
- Peningkatan Kemandirian Ekonomi
Negara harus mengembangkan sektor-sektor ekonomi lokal dan mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) sebagai pilar utama untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih merata. Ini tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada sektor luar negeri, tetapi juga memperkuat ekonomi domestik. - Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan
Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan harus menjadi prioritas utama. Masyarakat harus dibekali dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Namun tetap mempertahankan kearifan lokal yang dapat memberikan daya saing tersendiri. - Perlindungan Sosial yang Kuat
Negara harus memperkuat sistem jaminan sosial untuk melindungi kelompok masyarakat yang rentan. Hal ini termasuk jaminan kesehatan universal, bantuan sosial untuk keluarga miskin, dan program pemberdayaan yang berfokus pada pengurangan kesenjangan sosial. - Reformasi Kebijakan Ekonomi Global
Peran negara dalam mengatur kebijakan ekonomi internasional harus lebih proaktif. Negara perlu bekerja sama dalam forum internasional untuk memperjuangkan kesetaraan dalam perdagangan global. Memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak merugikan negara berkembang.
Ketimpangan ekonomi yang semakin melebar akibat pengaruh agenda elit global memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Negara harus hadir untuk melindungi rakyatnya dan menjaga kedaulatan nasional, sebagaimana yang diingatkan oleh Rinto Setiyawan. Dengan kebijakan yang tepat, negara bisa membalikkan keadaan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.



