By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 19 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Media Alat Kekuasaan Pemerintah sebagai Instrumen Pengendali Opini
Pemerintah

Media Alat Kekuasaan Pemerintah sebagai Instrumen Pengendali Opini

Diajeng Maharani
Last updated: January 15, 2026 12:45 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
Fenomena media alat kekuasaan pemerintah semakin menguat dalam lanskap demokrasi Indonesia. Di tengah tekanan ekonomi industri pers
SHARE

beritax.id — Fenomena media alat kekuasaan pemerintah semakin menguat dalam lanskap demokrasi Indonesia. Di tengah tekanan ekonomi industri pers dan menurunnya pendapatan iklan swasta, banyak media kini bergantung pada kontrak publikasi dan belanja komunikasi negara. Ketergantungan ini perlahan menggeser fungsi pers dari pengawas kekuasaan menjadi instrumen pembentuk dan pengendali opini publik.

Dalam beberapa bulan terakhir, ruang pemberitaan dipenuhi narasi seragam mengenai stabilitas ekonomi, keberhasilan pembangunan, serta klaim penguatan kesejahteraan. Pada saat yang sama, isu struktural seperti mahalnya biaya hidup, penurunan daya beli, gelombang PHK, beban pajak daerah, hingga konflik agraria hanya muncul sepintas atau tenggelam di halaman belakang.

Dari Pengawas Menjadi Pengarah Persepsi

Relasi finansial antara negara dan media membentuk pola baru dalam kerja redaksi:

  • rilis resmi pemerintah diangkat menjadi berita utama,
  • kritik kebijakan disajikan minimal atau dalam bahasa lunak,
  • liputan investigatif dianggap berisiko bagi keberlanjutan bisnis media.

Tanpa perlu intervensi langsung, tekanan ekonomi telah cukup untuk mengarahkan sudut pandang pemberitaan.

Kasus Terkini: Opini Positif Diproduksi Massal

Sejumlah peristiwa aktual memperlihatkan bagaimana opini publik dibentuk secara sistematis:

  • Pemberitaan tentang pertumbuhan ekonomi dan inflasi rendah mendominasi media nasional, sementara realitas penurunan konsumsi rumah tangga dan maraknya diskon ritel sebagai tanda lemahnya daya beli jarang dibahas mendalam.
  • Program bantuan sosial dan subsidi diliput sebagai bukti keberpihakan negara, meski keluhan warga tentang data tidak akurat dan keterlambatan pencairan ramai beredar di media sosial.
  • Proyek strategis nasional dikemas sebagai simbol kemajuan, tetapi persoalan relokasi warga dan konflik lahan lebih sering diangkat oleh media alternatif dan organisasi masyarakat sipil.

Pola ini membentuk kesan bahwa keadaan “baik-baik saja”, meski banyak indikator sosial menunjukkan sebaliknya.

You Might Also Like

Perempuan Diajak Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Partai X: Jangan Disuruh Menopang, Tapi Tak Diberi Akses Lahan!
Koruptor Dimanjakan, Rakyat Dikorbankan
Teknologi Canggih Tanpa Tanggung Jawab: Ketika Perekayasaan Mengabaikan Kemanusiaan
Revisi UU BUMN, Partai X: Jangan Tutup Celah Korupsi, Buka Celah Keadilan!

Diperkuat oleh Influencer dan Konten Berbayar

Narasi media arus utama kemudian diperluas melalui:

  • konten kreator berbayar,
  • akun buzzer,
  • dan kampanye digital bersponsor.

Pesan yang sama diulang dalam format video singkat dan infografik viral, menciptakan ilusi konsensus publik. Kritik struktural tenggelam di tengah kebisingan konten promosi.

Dampak terhadap Demokrasi dan Hak Publik

Penggunaan media sebagai instrumen pengendali opini membawa konsekuensi serius:

  1. Publik kehilangan akses pada informasi utuh dan berimbang.
  2. Kebijakan keliru sulit dikoreksi sejak dini.
  3. Kepercayaan terhadap media dan institusi demokrasi menurun.
  4. Rakyat diarahkan untuk menerima keadaan, bukan memahami akar masalah.

Demokrasi tetap berjalan secara prosedural, tetapi miskin substansi pengawasan.

Solusi: Membebaskan Media dari Cengkeraman Kekuasaan

Untuk menghentikan fungsi media sebagai alat pengendali opini, diperlukan langkah konkret:

1. Transparansi Total Anggaran Publikasi Pemerintah

Semua belanja iklan dan kerja sama media harus dibuka ke publik secara rinci.

2. Pembatasan Kontribusi Negara terhadap Pendapatan Media

Regulasi perlu membatasi proporsi pendapatan media dari APBN/APBD.

3. Kewajiban Labelisasi Konten Berbayar

Advertorial dan publikasi pemerintah harus diberi tanda jelas, tidak disamarkan sebagai berita.

4. Dana Independen untuk Jurnalisme Investigatif

5. Perlindungan Hukum bagi Media Kritis

Negara wajib menjamin tidak ada tekanan pemerintahan, ekonomi, maupun hukum terhadap redaksi yang menjalankan fungsi kontrol.

Ketika media berubah menjadi instrumen pengendali opini, rakyat kehilangan kompas untuk membaca kenyataan. Informasi tidak lagi membebaskan, tetapi mengarahkan.

Mengembalikan independensi pers bukan hanya urusan industri media, melainkan syarat utama agar demokrasi tetap hidup, kebijakan tetap diawasi, dan suara rakyat tidak dikalahkan oleh narasi kekuasaan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Media Alat Kekuasaan Pemerintah dan Matinya Kritik Publik Media Alat Kekuasaan Pemerintah dan Matinya Kritik Publik
Next Article Mentan Usul Tambah Anggaran, Pemulihan Pertanian Harus Jadi Prioritas!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Sosial

Satu Arah Pulang, Dua Arah Emosi! Partai X: Jalan Lancar, Tapi Sabar Warga Terbakar!

April 9, 2025
Seputar Pajak

Purbaya Bicara Soal Ditjen Pajak, Tuntutan Reformasi dan Transparansi

December 10, 2025
Pemerintah

Komunikasi DPR Disorot, Partai X: Publik Butuh Kejelasan dan Empati!

November 19, 2025
Pendidikan

PR Dilarang, Netizen Marah, Partai X: Gimmick Populis Tak Akan Selesaikan Masalah Sistemik!

June 10, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.