By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 19 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Media Alat Kekuasaan Pemerintah dan Matinya Kritik Publik
Pemerintah

Media Alat Kekuasaan Pemerintah dan Matinya Kritik Publik

Diajeng Maharani
Last updated: January 15, 2026 12:44 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
Media Alat Kekuasaan Pemerintah dan Matinya Kritik Publik
SHARE

beritax.id — Fenomena media alat kekuasaan pemerintah kian terasa nyata dalam lanskap informasi Indonesia hari ini. Di tengah tekanan ekonomi industri pers dan derasnya arus komunikasi politik digital, sebagian media tidak lagi berdiri sebagai pengawas independen, melainkan bergeser menjadi perpanjangan tangan narasi resmi negara. Akibatnya, kritik publik terhadap kebijakan strategis semakin jarang terdengar, tenggelam di antara pemberitaan seremonial dan klaim keberhasilan sepihak.

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyaksikan pola pemberitaan yang nyaris seragam mengenai stabilitas ekonomi, keberhasilan program sosial, dan pembangunan infrastruktur besar. Namun pada saat yang sama, suara warga terkait kenaikan biaya hidup, masalah bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, tekanan pajak daerah, hingga konflik lahan akibat proyek pembangunan, jarang mendapat ruang yang proporsional di media arus utama.

Ketergantungan Ekonomi Media dan Hilangnya Jarak Kritis

Kondisi keuangan media yang rapuh membuat banyak redaksi bergantung pada belanja iklan dan kontrak publikasi pemerintah pusat maupun daerah. Ketergantungan ini tidak selalu disertai perintah sensor terbuka, tetapi menciptakan kontrol tidak langsung yang efektif.

Dalam praktiknya:

  • liputan investigatif tentang anggaran publik dianggap “berisiko”,
  • kritik terhadap kementerian atau kepala daerah sering dilunakkan,
  • dan isu yang merugikan citra pemerintah dipindahkan ke halaman belakang atau diabaikan.

Media tetap terbit setiap hari, tetapi daya kritisnya tumpul.

Kasus Terkini: Pemberitaan Positif, Realitas Sosial Terpinggirkan

Beberapa isu aktual mencerminkan kecenderungan ini:

You Might Also Like

Aksi Unjuk Rasa Bikin Macet, Partai X: Jalan Tersendat, Harapan Ikut Tertutup
PDIP Bicara Evaluasi Menteri, Partai X: Rakyat Butuh Hasil, Bukan Sekadar Rotasi!
Tidak Akan Ada Perubahan Jika Kita Nyaman dalam Ketidakbenaran: Seruan bagi Eksekutor Gagasan Cak Nun
Tolak CEO Danantara, Pajak Harus Pro Rakyat, Bukan Pemberian!
  • Program bantuan sosial 2024–2025 banyak diberitakan sebagai bukti keberhasilan pengendalian kemiskinan, sementara keluhan warga tentang data ganda dan keterlambatan penyaluran lebih ramai dibahas di media sosial.
  • Kenaikan pajak dan retribusi daerah diposisikan sebagai langkah “menyelamatkan fiskal”, tanpa analisis mendalam mengenai dampaknya terhadap UMKM dan pekerja.
  • Proyek strategis nasional diliput luas dari sisi peresmian dan target investasi, namun minim laporan tentang penggusuran, konflik agraria, atau dampak lingkungan.

Kritik publik ada, tetapi tidak diberi mikrofon yang memadai.

Diperkuat oleh Konten Digital Berbayar

Situasi ini diperparah oleh maraknya konten kreator dan influencer berbayar yang mengulang narasi resmi pemerintah di media sosial. Ketika media arus utama menyajikan versi formal, ruang digital memperluasnya secara viral.

Terbentuklah satu arus informasi dominan yang menutupi keragaman pandangan dan membatasi perdebatan sehat.

Dampak Serius bagi Demokrasi

Ketika media berubah menjadi alat kekuasaan:

  1. Rakyat kehilangan saluran kritik yang efektif.
  2. Pengawasan terhadap kebijakan publik melemah.
  3. Kesalahan kebijakan sulit dikoreksi lebih awal.
  4. Kepercayaan masyarakat terhadap pers menurun drastis.

Demokrasi tetap berjalan secara prosedural, tetapi kehilangan roh partisipasi dan kontrol warga.

Solusi: Menghidupkan Kembali Kritik Publik

Untuk mencegah media terus menjadi alat kekuasaan pemerintah, diperlukan langkah struktural:

1. Transparansi Belanja Iklan dan Publikasi Negara

Seluruh kontrak publikasi pemerintah harus dibuka ke publik, termasuk nilai dan media penerimanya.

2. Pembatasan Ketergantungan Media pada Negara

Perlu regulasi yang membatasi porsi pendapatan media dari anggaran pemerintah.

3. Label Wajib untuk Konten Publikasi Pemerintah

Advertorial dan konten kerja sama harus diberi penanda jelas agar tidak disamarkan sebagai berita independen.

4. Dana Independen untuk Jurnalisme Publik

Pembentukan dana non-politis untuk mendukung liputan investigatif dan kepentingan warga.

5. Perlindungan bagi Media dan Jurnalis Kritis

Negara wajib menjamin tidak ada tekanan politik, ekonomi, atau hukum terhadap redaksi yang mengungkap masalah kebijakan.

Media seharusnya menjadi ruang kritik, bukan etalase kekuasaan. Ketika media berubah menjadi alat pemerintah, yang mati bukan hanya fungsi pers, tetapi juga suara rakyat.

Tanpa kritik publik yang hidup, kebijakan akan berjalan tanpa koreksi, dan demokrasi perlahan berubah menjadi formalitas kosong ramai oleh pujian, sunyi dari kebenaran.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Fenomena media bayaran pemerintah kian menonjol dalam lanskap pers Indonesia. Di tengah tekanan ekonomi industri media dan banjir Publikasi Berbayar, Kritik Menghilang: Media Bayaran Pemerintah
Next Article Fenomena media alat kekuasaan pemerintah semakin menguat dalam lanskap demokrasi Indonesia. Di tengah tekanan ekonomi industri pers Media Alat Kekuasaan Pemerintah sebagai Instrumen Pengendali Opini

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Purbaya Sebut Kementerian Kembalikan Anggaran, Partai X: Rakyat Butuh Prioritas!

November 22, 2025
Berita TerkiniPemerintah

MBG untuk Balita Pakai Kantong Kresek, Sanksi Harus Tegas!

January 12, 2026
Pemerintah

Mengapa Rakyat Tetap Susah Meski Program Ekonomi Terus Bertambah?

December 2, 2025
Pemerintah

Rusaknya Rakyat Akibat Ulama Menyembah Uang

June 16, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.