By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 19 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Demokrasi Melemah di Era Media Bayaran Pemerintah
Pemerintah

Demokrasi Melemah di Era Media Bayaran Pemerintah

Diajeng Maharani
Last updated: January 15, 2026 12:40 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Praktik media bayaran pemerintah kini semakin menonjol dalam lanskap informasi nasional, membentuk opini publik bukan melalui keberimbangan fakta, melainkan lewat kontrak komunikasi dan narasi pesanan. Kondisi ini membuat ruang demokrasi menyempit, karena kritik dan pandangan alternatif sulit memperoleh tempat yang setara di tengah dominasi pemberitaan yang berpihak pada kekuasaan.

Media seharusnya menjadi arena pertukaran gagasan dan pengawasan terhadap kebijakan negara. Namun ketika sebagian redaksi bergantung pada pendanaan pemerintah, terjadi perubahan orientasi:

  • Kritik dianggap mengganggu stabilitas
  • Investigasi diperlambat atau dihentikan
  • Pemberitaan prestasi diperbanyak tanpa uji data
  • Narasi resmi diulang tanpa verifikasi mendalam

Akibatnya, publik menerima informasi yang timpang dan kehilangan gambaran utuh tentang realitas kebijakan.

Demokrasi Prosedural, Substansi Menghilang

Pemilu tetap berjalan, lembaga negara tetap berfungsi, namun kualitas demokrasi menurun. Tanpa pers yang bebas:

  • Pengawasan kekuasaan melemah
  • Kesalahan kebijakan jarang dikoreksi
  • Aspirasi masyarakat terpinggirkan
  • Kritik dicap sebagai ancaman, bukan masukan

Demokrasi berubah menjadi rutinitas administratif, bukan sistem yang hidup dari partisipasi sadar warga.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Tidak Boleh Menyewa Kesunyian

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa praktik media bayaran pemerintah bertentangan dengan mandat dasar negara.

You Might Also Like

Pembangunan yang Mengorbankan Kedaulatan Rakyat Indonesia dan Alam
Krisis Keadilan: Fakta di Lapangan Bertabrakan dengan Kata-Kata Kekuasaan
Pajak Tumbuh, Negara Tangguh: Refleksi Pemikiran Cak Nun tentang Pajak sebagai Sodaqoh
Publik Puas Kinerja Gibran, Partai X: Kepuasan Tak Sama dengan Kesejahteraan!

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika negara justru membayar media untuk menutup kritik, maka negara sedang gagal menjalankan ketiganya,” ujar Rinto.

Ia menambahkan:

“Melindungi rakyat berarti melindungi hak mereka atas informasi yang jujur. Melayani rakyat berarti membuka ruang dialog, bukan mengisinya dengan propaganda. Mengatur rakyat tidak boleh dilakukan dengan memanipulasi persepsi.”

Menurutnya, demokrasi tidak runtuh karena perbedaan pendapat, tetapi karena kebenaran dikalahkan oleh kepentingan jangka pendek penguasa.

Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat

Dominasi media bayaran pemerintah berpotensi menimbulkan:

  • Hilangnya kepercayaan publik terhadap pers
  • Apatisme pemerintah di kalangan warga
  • Polarisasi berbasis informasi sepihak
  • Lemahnya kontrol terhadap korupsi dan penyalahgunaan wewenang
  • Normalisasi kebijakan yang merugikan rakyat

Dalam situasi ini, masyarakat menjadi penonton, bukan peserta aktif demokrasi.

Solusi: Memulihkan Fungsi Pers dan Demokrasi

Rinto Setiyawan mendorong beberapa langkah konkret:

1. Transparansi kontrak media pemerintah

Semua kerja sama publikasi wajib diumumkan ke publik.

2. Pemisahan tegas iklan negara dan berita

Konten berbayar harus diberi label jelas dan tidak boleh menyerupai produk jurnalistik.

3. Penguatan perlindungan hukum bagi jurnalis

Negara wajib menjamin kebebasan liputan tanpa intimidasi.

4. Penegakan kode etik pers

Media yang melanggar independensi harus dikenai sanksi profesional.

5. Pendidikan literasi media nasional

Agar masyarakat mampu membedakan informasi, promosi, dan propaganda.

Demokrasi tidak hanya diukur dari ada atau tidaknya pemilu, tetapi dari seberapa bebas rakyat mendapatkan kebenaran. Ketika media dibeli dengan anggaran negara, yang hilang bukan sekadar independensi pers, melainkan hak publik untuk memahami realitas secara jujur.

Seperti diingatkan Rinto Setiyawan, negara yang kuat bukan negara yang membungkam kritik dengan uang, tetapi negara yang berani dikoreksi oleh rakyatnya sendiri.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketergantungan Fiskal dan Media Alat Kekuasaan Pemerintah
Next Article Sekolah Negarawan Menyiapkan Kepala Negara, Partai Politik Menyiapkan Pelaksana Pemerintahan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Negara Akan Maju Bila Moralitas Menjadi Pondasi Kebijakan

November 26, 2025
AgamaBerita Terkini

TNI Masuk Kampus, Ketua Komisi X Bilang Perlu Didalami, Partai X Perlu Penjelasan Terbuka!

April 23, 2025
Pemerintah

Amandemen Kelima UUD 1945 Jalan Pulang Menuju Kedaulatan Rakyat

October 27, 2025
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mencabut izin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Pemerintah

SPPG Lalai, Komisi IX Minta Cabut Izin, Partai X: Desak Jangan Lunak pada Perusahaan Abai Nyawa!

July 29, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.