By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 14 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Erosi Pilar Keempat: Ketika Media Tak Lagi Mengawasi
Pemerintah

Erosi Pilar Keempat: Ketika Media Tak Lagi Mengawasi

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 1:33 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Fenomena erosi pilar keempat semakin terlihat ketika media yang seharusnya berperan sebagai pengawas kekuasaan justru kehilangan daya kritisnya. Dalam beberapa tahun terakhir, fungsi pers sebagai penjaga kepentingan publik kian tereduksi oleh tekanan ekonomi, kepentingan pejabat, dan praktik kerja sama transaksional dengan pusat-pusat kekuasaan.

Akibatnya, demokrasi berjalan tanpa pengawasan yang memadai, sementara masyarakat menerima informasi yang semakin seragam dan minim perspektif kritis.

Dari Watchdog Menjadi Penonton

Relasi antara media, pemilik modal, dan pejabat membentuk ekosistem pemberitaan yang aman bagi penguasa. Isu-isu penting seperti kebocoran anggaran, konflik kepentingan, pelanggaran hak buruh, kerusakan lingkungan, hingga dampak kebijakan ekonomi terhadap rumah tangga sering kali tidak mendapat porsi liputan yang seimbang.

Sebaliknya, ruang pemberitaan lebih banyak diisi oleh agenda seremonial, klaim keberhasilan, dan narasi stabilitas yang jarang diuji secara mendalam.

Demokrasi Tanpa Pengawasan Substantif

Ketika media tidak lagi menjalankan fungsi kontrol, sejumlah risiko muncul:

  • Kesalahan kebijakan sulit terdeteksi sejak awal.
  • Kekuasaan cenderung semakin tertutup dan defensif.
  • Hak publik atas informasi yang jujur dan utuh tergerus.
  • Kepercayaan masyarakat terhadap pers menurun tajam.

Dalam kondisi ini, demokrasi berpotensi berubah menjadi formalitas prosedural tanpa substansi pengawasan rakyat.

You Might Also Like

Permintaan Informasi Publik Ditolak: PPID DJP Dituding Tak Jalankan Tugas, Kepastian Hukum Wajib Pajak Terabaikan
PCO Sebut Program CKG Titik Awal, Partai X: Apakah Program Menjangkau yang Paling Membutuhkan atau Sekadar Pencitraan?
Akses Modal Lemah, Partai X: UMKM Harus Didukung, Bukan Dibiarkan Sendiri!
Satgasus Penerimaan Negara Ada Novel, Partai X: Harus Berani Usut Sampai ke Meja Penguasa!

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Negara Wajib Melindungi Hak atas Informasi

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa melemahnya peran media merupakan tanda negara belum sepenuhnya menjalankan mandat konstitusionalnya.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Melindungi rakyat bukan hanya soal keamanan fisik, tapi juga melindungi hak mereka atas informasi yang jujur dan independen. Jika media dilemahkan, rakyat kehilangan alat untuk mengawasi kekuasaan,” tegas Prayogi.

Ia menambahkan, melayani rakyat berarti membuka ruang kritik dan data yang transparan, sementara mengatur rakyat harus dilakukan melalui hukum yang adil, bukan melalui pengendalian narasi.

Akar Masalah: Ekonomi Media dan Budaya Anti-Kritik

Menurut Prayogi, terdapat dua penyebab utama erosi pilar keempat:

  1. Struktur ekonomi industri media yang rapuh, membuat banyak redaksi bergantung pada iklan pemerintah dan anggaran pemerintah.
  2. Budaya kekuasaan yang alergi terhadap kritik, sehingga lebih memilih membangun citra daripada memperbaiki kebijakan.

Kombinasi ini mendorong media bersikap aman, menghindari liputan investigatif, dan menjauhi isu-isu sensitif.

Solusi: Mengembalikan Fungsi Pengawasan Media

Partai X dan X Institute mendorong langkah-langkah berikut:

  1. Transparansi penuh belanja komunikasi pemerintah.
    Semua kontrak iklan dan kerja sama media harus diumumkan ke publik.
  2. Regulasi tegas terhadap konten berbayar dan advertorial.
    Wajib diberi label jelas agar tidak menyesatkan pembaca.
  3. Pembentukan dana publik independen untuk jurnalisme investigatif.
    Dikelola lembaga non-partisan dan bebas intervensi.
  4. Perlindungan hukum bagi jurnalis dan media kritis
    Dari kriminalisasi, intimidasi, dan tekanan ekonomi.
  5. Penguatan literasi media nasional
    Agar masyarakat mampu membedakan berita, opini, dan propaganda.

Ketika media tak lagi mengawasi, demokrasi kehilangan salah satu fondasi utamanya. Erosi pilar keempat bukan sekadar persoalan dunia pers, melainkan ancaman langsung terhadap kedaulatan rakyat.

Seperti diingatkan Prayogi R. Saputra, negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi rakyat dengan menjamin kebebasan dan kejujuran informasi, melayani rakyat melalui keterbukaan, serta mengatur dengan adil tanpa membungkam kritik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemulihan Ekonomi Bangsa Indonesia dan Realitas Rumah Tangga Pemulihan Ekonomi Bangsa Indonesia dan Realitas Rumah Tangga
Next Article Media Bayaran Indonesia di Tengah Demokrasi yang Rapuh

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Prabowo Bangga Kinerja Aparat, Partai X Dukung Pemulihan Sumatera

December 9, 2025
Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan uji materi UU Advokat terkait rangkap jabatan dalam organisasi advokat.
Pemerintah

MK Larang Advokat Rangkap Jabatan: Partai X Dukung, Tapi Minta Pembersihan Juga Menyasar Pemerintah Rangkap Kuasa!

August 1, 2025
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menilai ijazah capres-cawapres bukan dokumen rahasia. Ia menegaskan informasi
Pemerintah

DPR Sebut Ijazah Capres Bukan Rahasia, Partai X: Rakyat Butuh Transparansi, Bukan Drama!

September 17, 2025
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, menyoroti ketidakmerataan pembangunan fisik di perkampungan kota.
Pemerintah

DPRD Surabaya Dukung Pembangunan Fisik, Partai X: Jangan Hanya Fisik, Rakyat Butuh Kesejahteraan!

September 15, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.