beritax.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran. Namun, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pengawasan harga beras di lapangan tetap stabil dan sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Rizal mengklaim tidak ada komplain terkait lonjakan harga beras selama periode Natal dan Tahun Baru. Ia menjelaskan bahwa harga beras masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pemantauan dan Sidak Pasar oleh Pemerintah
Pemerintah melalui Satgas Pangan terus melakukan pemantauan harga dan sidak pasar di berbagai wilayah. Rizal menegaskan bahwa, berdasarkan pantauan Bulog, harga beras di lapangan tidak mengalami kenaikan signifikan.
Namun, data BPS menunjukkan harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran mengalami kenaikan. Harga beras di penggilingan tercatat naik 6,38 persen secara tahunan dan 1,26 persen secara bulanan.
Peran Pengawasan HET yang Penting
Anggota Majelis Tinggi Partai X Prayogi R Saputra menyoroti pentingnya pengawasan terhadap HET beras. Pengawasan yang lebih ketat perlu diterapkan agar harga beras tetap stabil dan terjangkau untuk masyarakat.
Partai X menekankan bahwa pengawasan harga kebutuhan pokok, termasuk beras, adalah bagian dari tugas negara. Tugas negara adalah memastikan rakyat terlindungi dari potensi lonjakan harga yang memberatkan kehidupan mereka.
Solusi Partai X untuk Mengatasi Kenaikan Harga
Partai X mengusulkan peningkatan koordinasi antara pemerintah dan Bulog untuk mengoptimalkan pengawasan HET. Solusi yang lebih transparan dan sistematis dalam distribusi dan pengawasan harga beras perlu dikedepankan.Meski harga beras diklaim stabil, pengawasan terhadap HET harus lebih diperketat untuk menghindari ketimpangan harga.
Keberhasilan pengawasan harga beras akan menjaga stabilitas ekonomi dan menghindari dampak buruk bagi masyarakat.



