beritax.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja para menteri Kabinet Merah Putih yang dinilai bekerja keras. Apresiasi tersebut disampaikan Amran saat memaparkan capaian sektor pangan pada Rabu, 7 Januari 2026. Amran menyebut kerja kolektif kabinet mempercepat terwujudnya swasembada beras nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Target swasembada yang sebelumnya diproyeksikan lebih lama berhasil dicapai lebih cepat melalui dukungan lintas kementerian.
Amran secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet. Ia menyebut keduanya menerbitkan 25 regulasi strategis selama setahun yang mendorong peningkatan produksi beras nasional.
Jumlah regulasi tersebut disebut terbesar sepanjang sejarah pemerintahan di sektor pangan. Menurut Amran, regulasi cepat dan terkoordinasi menjadi faktor penting dalam peningkatan produktivitas pertanian nasional.
Pujian untuk Koordinasi Pangan dan Inflasi
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut mendapatkan pujian dari Menteri Pertanian dalam forum tersebut. Amran menilai Zulkifli Hasan sebagai Menko Pangan terbaik selama ia berada di pemerintahan. Koordinasi intensif disebut dilakukan sejak dini hari hingga pagi untuk memastikan kebijakan pangan berjalan efektif. Model kerja cepat dan disiplin dianggap mampu memotong hambatan birokrasi yang selama ini mengganggu petani.
Selain itu, Mendagri Tito Karnavian juga diapresiasi atas perannya menjaga stabilitas inflasi nasional. Amran menyebut Mendagri sebagai penjaga inflasi Indonesia melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Pengendalian inflasi dinilai krusial agar keberhasilan swasembada beras berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Pandangan Kritis Partai X
Menanggapi pujian tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai X Rinto Setiyawan mengingatkan esensi tugas negara. Ia menegaskan tugas negara meliputi melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat secara adil. Menurutnya, pujian kinerja tidak boleh mengaburkan kewajiban utama negara terhadap kepentingan rakyat luas. Kinerja kabinet harus terus dievaluasi agar tidak berhenti pada seremoni dan klaim keberhasilan semata.
Rinto menilai keberhasilan swasembada beras harus diukur dari dampaknya terhadap petani kecil dan konsumen. Ia mengingatkan negara bukan sekadar mengejar angka produksi, tetapi memastikan keadilan distribusi pangan. Dalam prinsip Partai X, pemerintah adalah pelayan rakyat yang wajib bekerja efektif, efisien, dan transparan. Rakyat dipandang sebagai pemilik kedaulatan yang berhak menikmati hasil kebijakan negara secara nyata.
Prinsip Partai X dalam Kebijakan Pangan
Partai X memandang negara terdiri dari wilayah, rakyat, dan pemerintah yang memiliki peran berbeda.
Pemerintah hanyalah sebagian rakyat yang diberi mandat untuk menjalankan kebijakan demi kesejahteraan bersama.
Dalam konteks pangan, mandat tersebut harus diwujudkan melalui perlindungan petani dan konsumen secara berimbang.
Negara wajib memastikan kebijakan pangan tidak dikendalikan kepentingan pejabat atau kelompok tertentu.
Partai X menekankan pemisahan kepentingan negara dan pemerintah agar kebijakan tetap berpihak pada rakyat.
Keberhasilan kabinet harus tetap berada dalam koridor keadilan sosial dan kedaulatan rakyat.
Solusi Partai X untuk Keberlanjutan
Sebagai solusi, Partai X mendorong evaluasi regulasi pangan secara transparan dan partisipatif.
Kebijakan harus melibatkan petani, akademisi, dan masyarakat sipil dalam proses perumusannya.
Digitalisasi birokrasi pangan perlu diperkuat untuk memotong rantai korupsi dan distribusi tidak adil. Pendidikan dan moral berbasis Pancasila harus menyertai kebijakan agar keberhasilan bersifat berkelanjutan.
Partai X menegaskan keberhasilan kabinet harus menjadi pijakan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.
Negara wajib hadir secara konsisten melindungi, melayani, dan mengatur rakyat demi keadilan dan kesejahteraan.



