By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 11 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Pemerintahan Bergaji Publik, Kebijakan Tak Publik
Pemerintah

Pemerintahan Bergaji Publik, Kebijakan Tak Publik

Diajeng Maharani
Last updated: January 9, 2026 1:01 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Pemerintah bergaji publik sejatinya menjalankan mandat rakyat. Seluruh struktur pemerintahan dibiayai dari pajak dan kontribusi warga, sehingga setiap kebijakan semestinya disusun secara transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan publik. Namun dalam praktik belakangan ini, semakin banyak kebijakan strategis yang terasa jauh dari prinsip keterbukaan dan kebutuhan nyata masyarakat.

Sejumlah keputusan penting mulai dari kebijakan fiskal, penyesuaian tarif layanan publik, hingga regulasi ekonomi kerap diumumkan setelah diputuskan, bukan dibahas bersama publik. Di tengah tekanan biaya hidup, ketidakpastian kerja, dan melemahnya daya beli, masyarakat justru merasa kebijakan lahir di ruang tertutup, minim dialog, dan sulit diakses penjelasannya secara utuh.

Dibiayai Rakyat, Diputuskan Terbatas

Ironi pemerintahan bergaji publik terlihat ketika rakyat hanya berperan sebagai pembayar, bukan sebagai penentu arah kebijakan. Proses penyusunan regulasi kerap manipulatif, melibatkan lingkaran terbatas, sementara dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat.

Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan sering kali tidak selaras dengan realitas sosial dan ekonomi rakyat, terutama kelompok pekerja, UMKM, dan kelas menengah.

Kebijakan Teknis, Dampak Sosial Besar

Banyak kebijakan dipresentasikan sebagai keputusan teknis demi stabilitas dan efisiensi. Namun di lapangan, dampaknya bersifat sosial dan struktural: biaya hidup meningkat, akses layanan publik semakin mahal, dan risiko ekonomi rumah tangga bertambah.

Ketika kebijakan tak dibahas secara terbuka, rakyat kehilangan ruang untuk memahami, mengoreksi, dan ikut menentukan arah negara yang mereka biayai.

You Might Also Like

RUU Perampasan Aset Masuk Prioritas DPR, Partai X: Jangan Cuma Masuk, Tapi Selalu Gagal Disahkan!
ASN BerAKHLAK Wujud Pancasila? Partai X: Etika Tak Cukup di Poster, Tapi Harus Tercermin di Meja Layanan Publik!
BKN Ingatkan Waspada Calo PPPK, Partai X: Kalau Serius, Bongkar Jaringannya Sekalian!
Publik Hanya 29 Persen Puas pada Gibran, Partai X: Evaluasi Demi Pelayanan yang Nyata!

Transparansi yang Sekadar Formalitas

Meski pemerintah sering mengklaim keterbukaan informasi, transparansi kerap berhenti pada rilis angka dan narasi resmi. Penjelasan menyeluruh tentang pertimbangan kebijakan, pihak yang diuntungkan, serta risiko bagi publik jarang disampaikan secara jujur dan mudah dipahami.

Dalam kondisi ini, pemerintahan bergaji publik berjalan secara administratif, tetapi miskin akuntabilitas substantif.

Risiko Krisis Kepercayaan Publik

Ketika kebijakan terasa “tak publik”, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah terus tergerus. Rakyat merasa tidak dilibatkan, tidak didengar, dan hanya diminta patuh. Jika dibiarkan, jarak ini berpotensi melahirkan apatisme dan melemahkan legitimasi pemerintahan.

Negara mungkin tetap berjalan, tetapi tanpa dukungan batin dari rakyatnya.

Solusi: Mengembalikan Kebijakan ke Ruang Publik

Untuk memastikan pemerintahan bergaji publik benar-benar bekerja untuk publik, diperlukan langkah korektif yang nyata, antara lain:

  1. Membuka proses perumusan kebijakan sejak awal, dengan partisipasi publik yang bermakna, bukan sekadar formalitas.
  2. Memastikan transparansi substantif, termasuk menjelaskan dampak sosial dan kelompok yang terdampak kebijakan.
  3. Mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan, terutama pada kebijakan fiskal dan layanan dasar.
  4. Memperkuat mekanisme akuntabilitas, agar pejabat publik bertanggung jawab langsung kepada pembayar pajak.
  5. Menjadikan kritik dan masukan publik sebagai bagian dari proses kebijakan, bukan ancaman terhadap stabilitas.

Pemerintahan yang digaji publik tidak boleh menghasilkan kebijakan yang jauh dari publik. Selama rakyat hanya dilibatkan sebagai pembayar, bukan sebagai pemilik kedaulatan, maka demokrasi kehilangan maknanya dan pemerintahan kehilangan arah pengabdiannya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Narasi Inflasi Terkendali dan Pertumbuhan Ekonomi Semu yang Menekan Rakyat
Next Article Grafik Naik, Kesejahteraan Turun: Potret Pertumbuhan Ekonomi Semu

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Sistem Pemerintahan dalam Formasi Tim Sepak Bola

November 26, 2025
Sosial

Layanan Kesehatan Gratis dari Polri, Partai X: Jangan Sekali Seminggu, Tapi Sepanjang Tahun!

June 17, 2025
Menkop: Kopdes Semakin Pesat, Partai X: Pesat untuk Siapa? Rakyat Masih Susah!
Ekonomi

Menkop: Kopdes Semakin Pesat, Partai X: Pesat untuk Siapa? Rakyat Masih Susah!

September 15, 2025
Pendidikan

Generasi Baru Terancam Jika Pendidikan Tidak Mengajarkan Kedaulatan Rakyat

December 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.