By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 12 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Ekonomi Indonesia Tumbuh Versi Data, Sulit Versi Dompet
Ekonomi

Ekonomi Indonesia Tumbuh Versi Data, Sulit Versi Dompet

Diajeng Maharani
Last updated: January 8, 2026 12:23 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Ekonomi Indonesia tumbuh sebagaimana tercermin dalam berbagai rilis data resmi. Angka Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan tren positif, inflasi diklaim terkendali, dan stabilitas makro terus dipertahankan. Namun di balik pertumbuhan versi data tersebut, realitas yang dirasakan rakyat justru berbeda: dompet semakin tipis, pengeluaran makin berat, dan rasa aman ekonomi kian menjauh.

Dalam beberapa bulan terakhir, kontras antara angka dan kehidupan nyata semakin jelas. Deflasi dan inflasi rendah yang sempat terjadi lebih mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat ketimbang membaiknya kesejahteraan. Di saat yang sama, publik dihadapkan pada berita pemutusan hubungan kerja di sektor padat karya, maraknya kerja kontrak dan informal, serta stagnasi upah yang tak sebanding dengan kenaikan biaya hidup.

Tumbuh di Statistik, Tertahan di Kehidupan Nyata

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini lebih banyak ditopang oleh sektor padat modal seperti komoditas, perbankan, dan aktivitas keuangan. Sektor-sektor ini mampu menjaga angka pertumbuhan dan kepercayaan pasar, tetapi dampaknya terhadap pendapatan mayoritas rakyat relatif terbatas.

Sebaliknya, sektor yang menyerap banyak tenaga kerja manufaktur, UMKM, dan jasa berbasis konsumsi justru menghadapi tekanan biaya, lemahnya permintaan, dan persaingan yang makin ketat. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi tidak mengalir ke dompet rakyat.

Biaya Hidup Naik, Ruang Konsumsi Menyempit

Di tengah klaim pertumbuhan, rumah tangga justru menghadapi kenaikan biaya hidup yang konsisten. Harga pangan bergejolak, biaya pendidikan dan kesehatan meningkat, serta kebutuhan perumahan dan transportasi semakin mahal. Dalam kondisi pendapatan riil yang stagnan, masyarakat terpaksa berhemat, menunda belanja, bahkan menguras tabungan.

Fenomena “hidup dari gaji ke gaji” semakin meluas, terutama di kalangan kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi nasional.

You Might Also Like

Kisah Antono Bojonegoro Lapor Prabowo Karena Diperas Pajak Hingga RP10 Miliar, Partai X: Negara Itu Melayani, Bukan Memeras!
Dampak Pembatasan Konten Investigatif bagi Demokrasi
SPPG Lalai, Komisi IX Minta Cabut Izin, Partai X: Desak Jangan Lunak pada Perusahaan Abai Nyawa!
Jonan Dicintai Karena Turun ke Lapangan, Sri Mulyani Dihujat Karena Naikkan Beban

Pertumbuhan yang Berisiko Menjadi Semu

Ketika ekonomi tumbuh versi data tetapi sulit versi dompet, pertumbuhan tersebut berisiko menjadi semu. Konsumsi rumah tangga yang melemah akan menggerus fondasi pertumbuhan jangka panjang. Tanpa daya beli yang kuat, stabilitas ekonomi menjadi rapuh dan ketimpangan sosial berpotensi melebar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada kecepatan pertumbuhan, melainkan pada kualitas dan pemerataannya.

Solusi: Menghubungkan Data dengan Kesejahteraan

Agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti sebagai statistik, diperlukan perubahan arah kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat, antara lain:

  1. Menjadikan daya beli dan ketahanan rumah tangga sebagai indikator utama keberhasilan ekonomi, bukan sekadar PDB.
  2. Mendorong penciptaan kerja layak dan stabil, terutama di sektor padat karya dan UMKM produktif.
  3. Mengendalikan biaya hidup esensial, khususnya pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
  4. Menahan kebijakan yang menekan konsumsi, seperti perluasan pajak konsumsi di tengah pendapatan stagnan.
  5. Memastikan pertumbuhan yang inklusif dan merata, agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Ekonomi Indonesia boleh tumbuh versi data, tetapi pertumbuhan sejati baru bermakna ketika dirasakan di dompet rakyat. Selama kehidupan sehari-hari masih terasa sulit, klaim pertumbuhan belum menjawab persoalan mendasar kesejahteraan masyarakat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Kesadaran dalam Tubuh Pemerintah Bayaran
Next Article Pemerintah Bayaran dalam Ekonomi Semu

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Prabowo Klaim Aparat Diancam Saat Bongkar Korupsi, Partai X: Siapa yang Ancam Kalau Bukan Sistemnya Sendiri?

May 21, 2025
Pemerintah

Pejabat Ceramah soal Kepatuhan, Publik Ceramah soal Keadilan

December 16, 2025
Ekonomi

Pupuk Subsidi Dinilai Naikkan Kesejahteraan, Partai X: Kalau Sejahtera, Kenapa Petani Minta Tolong?

July 1, 2025
Pemerintah

Royalti Rp3 Triliun, Realisasi Rp200 M, Partai X: Sisanya ke Mana?

October 9, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.